GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Shalat Dzuhur Dua Rakaat Tidak Dosa, Apakah Benar? Gus Baha Jelaskan Nabi Muhammad SAW juga Pernah...

KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha menjelaskan alasan shalat Dzuhur hanya dikerjakan sebanyak dua rakaat tida dosa diambil dari kisah Nabi Muhammad SAW.
Sabtu, 18 Januari 2025 - 14:47 WIB
Gus Baha uraikan hukum shalat Dzuhur hanya dua rakaat akibat kelupaan dari kisah Nabi Muhammad SAW
Sumber :
  • NU Online

tvOnenews.com - Gus Baha menjelaskan jumlah rakaat dalam shalat Dzuhur dalam suatu ceramahnya.

Gus Baha menyoroti banyak asumsi membicarakan shalat Dzuhur sebanyak dua rakaat dianggap tidak dosa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Baha memahami perkara rakaat dalam shalat wajib, khususnya Dzuhur sering kelupaan saat melaksanakannya. Mereka menganggap ibadahnya tidak afdhol atau tak sah.

Namun demikian, perkara shalat Dzuhur dua rakaat tidak berdosa, kata Gus Baha, mengacu pada kisah Nabi Muhammad SAW pernah berbuat salah.

"Salah itu enggak pasti dosa, kadang malah bagus buat syarat ya," ujar Gus Baha dinukil dari kanal YouTube Sekolah Akhirat, Sabtu (18/1/2025).

Ilustrasi salam saat shalat Dzuhur hanya dua rakaat
Ilustrasi salam saat shalat Dzuhur hanya dua rakaat
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Shalat Dzuhur dua rakaat memang merupakan kasus yang jarang terjadi, meskipun kasus ini bisa menjadi sering karena didasari lupa.

Manusia sebagai insan tidak sempurna, terkadang sering melupakan hal-hal kecil hingga besar karena dianugerahi oleh Allah SWT terhadap fikirannya.

Kelupaan menjadi hal lumrah sebagai manusia. Walaupun kita harus tetap mengingat sebagai cara untuk berpikir untuk melakukan setiap aktivitasnya.

Kewajiban mengerjakan shalat menuntun manusia agar memenuhi tugasnya untuk beribadah dan menyembah kepada Allah SWT.

Surat Al Baqarah Ayat 45 menjadi landasan dalam Al Quran bahwa, sesungguhnya shalat ibadah yang berat, Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

Artinya: "Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya (shalat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al Baqarah, 2:45)

Ada pun pelaksanaannya juga memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi, guna mendapatkan keabsahan dan pahala melalui shalat.

Secara umum, shalat Dzuhur mempunyai jumlah sebanyak empat rakaat. Ibadah ini menjadi kewajiban bagi umat Muslim untuk mengerjakannya pada siang hari.

Ada kalanya beberapa orang mukmin sulit khusyuk saat shalat Dzuhur, sehingga hanya dikerjakan kurang dari empat rakaat atau lebih.

Ketidaksesuaian jumlah rakaat ini menyebabkan mereka berasumsi shalat Dzuhur tidak sah dan melakukan sujud sahwi.

Namun demikian, Gus Baha mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukan kesalahan saat melaksanakan shalat Dzuhur.

Bagi mereka yang berasumsi orang-orang berbuat salah dalam shalatnya dianggap dosa.

"Misalnya Anda shalat Dzuhur dua rakaat pasti dituduh salah, ya ngelamun ya pokoknya keliru," terang dia.

Lantas, bagaimana dengan kondisi Nabi Muhammad SAW tidak mengingat jumlah rakaatnya saat Dzuhur?

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA itu menyebutkan bahwa Nabi SAW tidak berdosa.

Ia menuturkan alasan Nabi SAW tidak dosa, padahal beliau shalat Dzuhur tak sesuai dengan jumlah rakaatnya.

Ia menegaskan bahwa kesalahan karena lupa dengan dosa berbeda jauh. Kisah Nabi Muhammad SAW lupa rakaat Dzuhur juga dijelaskan dalam hadis riwayat.

"Riwayatnya ada dua, Dzuhur atau Ashar, banyak yang mengatakan Dzuhur, pokoknya hanya Dzuhur dan Ashar," jelasnya.

Dalam beberapa hadis riwayat yang sahih menunjukkan kesalahan Nabi SAW pada jumlah rakaat antara mengerjakan Dzuhur dan Ashar.

Hadis riwayat mengenai shalat Ashar dua rakaat dari Anas Radhiyallahu 'Anhu, seperti ini lafalnya:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَصَلَّى الْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam shalat Dzuhur di Madinah 2 rakaat, dan shalat Ashar di Dzulhulaifah 2 rakaat." (HR. Muslim)

Hadis riwayat dari Ibnu Mas'ud mengenai Nabi SAW mengerjakan shalat Dzuhur lima rakaat, begini bunyinya:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ خَمْسًا فَلَمَّا سَلَّمَ قِيلَ لَهُ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا صَلَّيْتَ خَمْسًا فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ

Artinya: "Sesungguhnya Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, shalat Dzuhur 5 rakaat, ketika selesai salam ditanyakan kepada beliau: Apakah shalat ditambah? Nabi menyatakan: Ada apa? Para Sahabat berkata: Anda telah shalat 5 rakaat. Maka beliau sujud dua kali sujud (sujud sahwi)." (HR. Bukhari & Muslim)

tvonenews

Dalam hadis riwayat ini, Gus Baha menceritakan bahwa teori kesalahan jumlah rakaat Dzuhur bikin sahabat bahagia.

Bahwasanya para sahabat sempat merasa bingung shalat Dzuhur tidak sesuai dengan jumlah rakaatnya. Bahkan, Nabi SAW juga bingung dan bertanya kepada mereka.

"Ya Rasulullah ini shalat model baru atau gimana atau memang kamu lupa? Santai Nabi kembali ke ihrok, apa betul kalau saya hanya shalat dua rakaat," tutur Gus Baha sambil mengutip kisah dalam hadis riwayat tersebut.

"Terus sahabat bilang, benar ya Rasulullah, Nabi takbir lagi menambahkan sujud sahwi," tandasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Baha menyimpulkan bahwa penafsiran ini hanya dijadikan syariat dalam kondisi kelupaan tidak berdosa, meskipun tidak dapat dibenarkan dan harus sesuai rukunnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Analisis: Negara-negara GCC Terima 83% Dudal dan Drone Iran

Analisis: Negara-negara GCC Terima 83% Dudal dan Drone Iran

Sejak awal perang gabungan AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terkejut mendapati diri mereka menjadi sasaran pembalasan kekerasan Teheran.
Kisah Pelaku Usaha "Ayam Panggang Bu Setu", Kuliner Favorit di Magetan yang Sukses Kembangkan Usaha Berkat 35 tahun Merasakan Pemberdayaan BRI

Kisah Pelaku Usaha "Ayam Panggang Bu Setu", Kuliner Favorit di Magetan yang Sukses Kembangkan Usaha Berkat 35 tahun Merasakan Pemberdayaan BRI

Mudik Lebaran selalu membawa cerita hangat tentang perjalanan pulang ke kampung halaman.
Iran Pilih-Pilih Negara, Ini Daftar yang Diizinkan Lolos Selat Hormuz di Tengah Konflik

Iran Pilih-Pilih Negara, Ini Daftar yang Diizinkan Lolos Selat Hormuz di Tengah Konflik

Iran izinkan beberapa negara melintas Selat Hormuz di tengah konflik. China, Rusia hingga Malaysia dapat akses, dampak energi global makin terasa.
Antisipasi Kepadatan di Tanjung Priok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Jaga Kelancaran Arus

Antisipasi Kepadatan di Tanjung Priok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Jaga Kelancaran Arus

Kepolisian bersama instansi terkait memastikan kesiapan langkah antisipasi guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok menjelang peningkatan aktivitas angkutan barang pasca-Idulfitri 1447 H.
Puncak Arus Balik di Lembah Anai, Padang Panjang, Sumbar, Diperkirakan 28 - 29 Maret

Puncak Arus Balik di Lembah Anai, Padang Panjang, Sumbar, Diperkirakan 28 - 29 Maret

Puncak arus balik di kawasan Lembah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Filipina Alami Krisis BBM, Resmi Umumkan Darurat Energi Nasional Dampak Perang Iran vs AS-Israel

Filipina Alami Krisis BBM, Resmi Umumkan Darurat Energi Nasional Dampak Perang Iran vs AS-Israel

Filipina menetapkan status darurat energi nasional di tengah gejolak pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) global. 

Trending

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

PSSI dikabarkan telah menghubungi 4 pemain keturunan yang sudah mendapat restu FIFA untuk dinaturalisasi. Mereka berpotensi memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Penggemar Red Sparks serentak serbu postingan terbaru Instagram Megawati Hangestri yang mengunggah momen lebaran bersama keluarganya di Jember, Jawa Timur.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda kritik keras proyek naturalisasi Timnas Indonesia usai polemik paspor Dean James & Nathan Tjoe-A-On di Eredivisie. Mees Hilgers ikut terseret!
Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Komentar mengejutkan datang dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, jelang keikutsertaan timnya di FIFA Series. Skuad Garuda lebih kuat tanpa naturalisasi.
Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/03/2026) malam ini. Skuad Garuda pun membidik kemenangan.
Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Sorotan tajam dari media Vietnam terkait polemik yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia di kompetisi Belanda. Soha ikut heboh lihat skandal ini.
Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Terima Kasih Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert! Kini Timnas Indonesia Era John Herdman Punya Fondasi Tangguh Jelang FIFA Series 2026

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, secara khusus menyoroti peran Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, dalam membentuk wajah permainan skuad Garuda saat ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT