News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakai Sabun dan Sampo saat Mandi Junub Malah Bikin Tidak Sah? Gus Baha Bilang Kalau Sunnah dan Rukunnya Itu…

Mandi junub dilakukan ketika seseorang ingin menghilangkan hadas besar. KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan perihal penggunaan sabun dan sampo.
Senin, 24 Februari 2025 - 05:29 WIB
KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha
Sumber :
  • NU Online

tvOnenews.com - Mandi junub dilakukan ketika seseorang ingin menghilangkan hadas besar, setelah mengalami salah satu dari dua hal ini, seperti keluarnya mani dari alat kelamin (baik secara sengaja atau tidak) atau melakukan jimak atau berhubungan suami istri (meskipun itu tidak sampai keluar mani).

Ada tata cara yang penting untuk diketahui perihal mandi junub. Namun terkadang   karena kurangnya keilmuan, ibadah yang dilakukan menjadi tidak afdhol atau bahkan tidak sah. Misalnya, menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, saat mandi junub yang ternyata tidak boleh ada sabun ataupun sampo terlebih dulu sampai berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasannya, ujar Gus Baha, sampo ataupun sabun akan berpotensi mengganti sifat air, sehingga bisa menjadi tidak sah.

“Syaratnya mandi ataupun wudhu itu jangan ada di badan sesuatu yang mengganti sifat air, misal sabun, sampo ataupun yang lainnya," jelas Gus Baha.

Kebiasaan untuk menggunakan sampo atau sabun setiap satu ciduk air ternyata tidak benar. 

“Makanya seperti orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air langsung gunakan sampo,” sambungnya.

Menurut Gus Baha, akibat adanya sabun dan sampo, air yang kita gerojokan ke tubuh tidak dapat menghilangkan hadas besar. 

“Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadas besar, karena posisi air yang ke semua badan berbau sampo,” untuk mandi junub, beber Gus Baha.

Gus Baha kemudian menjelaskan cara yang benar, yakni hendaknya memakai air bersih sampai selesai setelah itu baru mengenakan sampo. 

"Tetapi jika kalian menggunakan shampo terlebih dulu jika rambutnya banyak, maka kemampuan air yang menyebar sudah jadi mutagoyyir,” jelas Gus Baha.

Tata Cara Mandi Junub yang Benar

Gus Baha menerangkan, salah satu syarat mandi junub adalah jangan ada sesuatu di badan yang disebut yughoyyiru.  Ulama NU itu juga menjelaskan, cara yang benar supaya bisa menghilangkan hadas besar. 

"Saat mandi junub dari kepala, saat guyuran di kepala baca awwalul gushli. Jika kamu siram wajah dahulu ya wajah awwalul gushli,” pesan Gus Baha.

Begitu juga saat orang mandi dada dahulu disiramkan di dada saat pertama kali berarti dada itu mengucapkan awwalul gushli. 

“Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, paham ya, jadi bebas. Semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat,” terang Gus Baha.

Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.

“Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa sperma langsung ia mandi junub disiramkan, air yang melewati sperma tadi potensinya jadi mutaghoyyir berganti sebab sperma tadi,” tutur Gus Baha.

Sehingga kata Gus Baha melanjutkan, bila air tersebut jadi mutaghoyyir, maka air tersebut tidak mempunyai kegunaan rof’ul janabah.

“Makanya halangan-halangan ini wajib dihilangkan, serta kotoran yang berpotensi mengganti air wajib kita hilangkan, termasuk adat mengenakan sampo itu hentikan ya, bahaya itu,” jelas Gus Baha.

“Jadi misalnya nawaitu raf’al hadtsil akbar terus kalian gunakan sampo, resikonya tadi semua proses ini mutaghoyyir, sebab berbau sampo,” sambung Gus Baha. 

Kecuali, lanjut Gus Baha, bila Anda bisa membenarkan sampo itu bersih, tetapi kata Gus Baha kemungkinan hal itu sangat kecil.

“Ya itu tadi buktinya, barangkali kalian menyangka mandi sudah berakhir begitu gunakan handuk masih berbusa, lah masih berbusa kan fakta seluruh air tadi kita berbau sampo, berarti statusnya mutaghoyyir,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gus Baha berpesan, saat mandi junub tidak butuh mengenakan sabun ataupun sampo terlebih dulu hingga selesai. Setelah mandi junub selesai baru dapat menggunakan sabun ataupun sampo itu. 

“Jadi nanti seumpama tidak bersih-bersih banget, sudah selesai. Ya jadi jangan sampai ada sesuatu yang seperti meniru mutaghoyyir,” tutupnya.

Rukun Mandi Junub

Ada 2 rukun yang harus dilakukan ketika melaksanakan mandi junub, yaitu:

1. Niat

Di antara lafal niat dalam mandi junub adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala

"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Dalam madzhab Syafi'i, niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

2. Mengguyur seluruh badan

Saat mandi wajib, seluruh badan bagian luar harus terguyur air, termasuk rambut dan bulu-bulunya. Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke bagian kulit dan pangkal rambut/bulu sehingga tubuh tidak tertempel najis.

Sunnah mandi junub

Ada sejumlah kesunnahan yang bisa dilakukan saat melaksanakan mandi junub. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, di antaranya adalah sebagaimana berikut:

1. Membasuh tangan hingga tiga kali.

2. Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

3. Berwudhu dengan sempurna.

4. Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan itu melakukan niat menghilangkan hadats besar.

5. Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali.

7. Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.

8. Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya).

9. Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi. 

Itulah pesan penting akan kegunaan sampo dan sabun ketika mandi junub. Semoga bermanfaat dan disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam, agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam.

Wallahu’alam bishawab

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(bwo/ant)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dominasi Total! Indonesia Sikat Mongolia Tanpa Kehilangan Set di Piala BJK

Dominasi Total! Indonesia Sikat Mongolia Tanpa Kehilangan Set di Piala BJK

Tim Timnas tenis putri Indonesia tampil dominan dengan meraih kemenangan telak 3-0 atas Mongolia pada ajang Piala Billie Jean King Grup I Asia/Oceania yang berlangsung di New Delhi, Rabu (8/4/2026).
Kompany Percaya Diri Usai Tumbangkan Real Madrid, Bayern Munich Dekat ke Semifinal!

Kompany Percaya Diri Usai Tumbangkan Real Madrid, Bayern Munich Dekat ke Semifinal!

Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menegaskan timnya layak percaya diri setelah meraih kemenangan penting atas Real Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno-Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno-Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
Tertinggal dari Bayern, Arbeloa Kirim Pesan Tegas: Real Madrid Siap Balikkan Keadaan di Allianz Arena!

Tertinggal dari Bayern, Arbeloa Kirim Pesan Tegas: Real Madrid Siap Balikkan Keadaan di Allianz Arena!

Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.
Banding Ditolak! Leicester City Tetap Dihukum Minus 6 Poin, Degradasi di Depan Mata

Banding Ditolak! Leicester City Tetap Dihukum Minus 6 Poin, Degradasi di Depan Mata

Kabar buruk menghantam Leicester City setelah upaya banding mereka resmi ditolak. Klub berjuluk The Foxes itu dipastikan tetap menerima hukuman pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan keuangan.
Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Polres Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya membongkar motif keji di balik aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya. 

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno-Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno-Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Polres Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya membongkar motif keji di balik aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya. 
Tertinggal dari Bayern, Arbeloa Kirim Pesan Tegas: Real Madrid Siap Balikkan Keadaan di Allianz Arena!

Tertinggal dari Bayern, Arbeloa Kirim Pesan Tegas: Real Madrid Siap Balikkan Keadaan di Allianz Arena!

Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan saat bertandang ke markas Bayern Munich pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT