GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Hanya Skill, Ternyata ini Kriteria yang Dicari Indra Sjafri untuk Jadi Pemain Timnas Indonesia: Yang Saya Lihat…

Usai dilepaskan PSSI, Mantan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri kembali muncul untuk membuka rahasia yang selama ini dialami saat melatih skuad Garuda.
Selasa, 18 Maret 2025 - 22:43 WIB
Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com - Awal tahun 2025, suporter Timnas Indonesia dikejutkan dengan PSSI yang melepas dua pelatih kesayangan, salah satunya Indra Sjafri

Indra Sjafri dilepaskan oleh PSSI dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Indonesia U-20. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-20 ini kembali muncul untuk membuka rahasia yang selama ini dialami saat melatih skuad Garuda.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Sumber :
  • PSSI

 

Seleksi Pemain Timnas Indonesia

Sejak awal Indra Sjafri melatih Timnas Indonesia, dirinya memiliki kriteria tersendiri bagi para pemain untuk dapat masuk dalam kualifikasinya.

“Saya memang melakukan perbedaan dalam merekrut pemain,” ungkap Indra Sjafri pada tayangan YouTube Al Bahjah TV.

Tidak hanya melihat skil pemain saja, tetapi ia melihat dari sisi spiritual pemain tersebut, lantaran hal ini akan berkaitan dengan karakter moralnya.

“Satu, nilai-nilai spiritualnya saya lihat. Terus kalau mental kan psikolog saya melakukan psikotes, yang dilihat hanya karakter kinerjanya,” ujarnya. 

“Karakter moralnya jarang disampaikan ke kita. Padahal secara terus menerus karakter moral yang mensupport kenyamanan karakter kinerja kita,” sambung Coach Indra.

Pasalnya, menurut Indra Sjafri karakter moral akan mempengaruhi karakter kinerjanya.

“Kita tidak akan bisa maksimal bekerja kalau karakter moral kita sudah terganggu,” katanya. 

Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Sumber :
  • PSSI

 

Selebrasi Sujud Syukur 

Mengenai selebrasi saat mencetak gol, para pemain Indonesia pernah mendapatkan kartu kuning setelah melakukan selebrasi dengan membuka baju.

Setelah itu dirinya sempat berbicara kepada Ustaz Yusuf Mansur untuk berdakwah melalui sepak bola. 

“Saya bilang pada Ustaz Yusuf Mansur, jidat saya nggak hitam, saya nggak pakai sorban, bisa nggak izinkan saya berdakwah lewat sepak bola?” kata Indra Sjafri menanyakan kepada Ustaz Yusuf Mansur. 

Coach Indra menjelaskan kepada para pemain untuk melakukan sujud syukur setelah mencetak gol. 

Setelah itu, sujud syukur sebagai selebrasi cetak gol pun viral. 

“Mungkin saja sujud syukur itu nggak sah karena sujud syukur itu harus wudhu. Wudhunya mungkin sudah batal dan celananya kan pendek. Belum tentu sah,” jelas Indra.

“Tapi itu kan simbol bahwa orang muslim kalau mendapat keberkahan dia sujud syukur. Bagi yang Kristen ya secara Kristen, yang Hindu dengan cara Hindu,” imbuhnya.

Meski begitu ia mengaku tidak pernah mempengaruhi maupun memaksa para pemain untuk masuk Islam.

Tetapi banyak pemain justru tertarik dengan perilaku pemain muslim.

“Sampai satu titik nanti kalau dia bilang ‘coach, bagaimana caranya saya ikut coach?’. Tapi saya tidak pernah mempengaruhi mereka,” tutur Indra.

Sejak tahun 2013, kini para pemain Timnas Indonesia setiap mencetak gol selalu sujud syukur, bahkan hingga pemain-pemain di SSB. 

“Semua anak-anak SD, semua pemain-pemain bola di SSB setiap cetak gol sekarang sujud syukur. Berdakwah nggak tuh Buya,” ujar mantan pelatih Timnas Indonesia U-20 itu.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri
Sumber :
  • PSSI

 

Nilai-nilai Luhur

Selain itu, para pemain juga diajarkan nilai-nilai luhur seperti bersalaman dengan orang yang lebih tua.

Kemudian, Indra Sjafri menceritakan saat Timnas Indonesia berlaga di Korea Selatan yang dipimpin oleh wasit dari timur tengah. 

Saat pertandingan akan dimulai, pemain bersalaman dengan wasit dan mencium tangannya. 

Usai pertandingan, momen tersebut banyak diberitakan oleh media setempat. 

“Besok di ekspos di koran, sama wasit itu bilang ‘baru sekali ini dia memimpin pertandingan yang semua anaknya cium tangan. Ini pertanda apa?’,” katanya menceritakan pemberitaan mengenai Timnas Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, Indra Sjafri pun memberi pernyataan bahwa Indonesia merupakan negara yang beradab dan sopan.

“Kita bisa berdakwah memberikan nilai-nilai dari sepak bola. Karena saya sudah sampai ke titik bahwa sepak bola bukan hanya bicara kalah menang lagi, tapi sepak bola sudah menjadi alat untuk menyampaikan nilai-nilai,” pungkasnya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Awalnya Ingin Foto Bareng Dedi Mulyadi, Bocah Asal Tasikmalaya Ini Malah Nangis Histeris Saat Bertemu KDM

Padahal awalnya ingin foto bareng Dedi Mulyadi, bocah asal Tasikmalaya ini justru menangis histeris saat bertemu dengan KDM, kok bisa?
Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

Cuci Gudang Besar-besaran AC Milan, 5 Pemain Termasuk Rafael Leao Masuk Daftar Jual Musim Panas Nanti

AC Milan bersiap menghadapi bursa transfer musim panas yang diprediksi berlangsung penuh gejolak. Rossoneri disebut tidak akan ragu melepas sejumlah pemain.
Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Heboh Marketplace Naikkan Biaya Admin Sepihak, DPR Minta Jangan Korbankan UMKM

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, mendukung Menteri UMKM yang meminta platform e-commerce menahan kenaikan biaya admin yang membebani pelaku usaha kecil.
Perkuat Kelembagaan Pesantren, Kemenag Jadikan Spirit Kiai Wahab Hasbullah sebagai Sumber Inspirasi

Perkuat Kelembagaan Pesantren, Kemenag Jadikan Spirit Kiai Wahab Hasbullah sebagai Sumber Inspirasi

Kemenag tengah memperkuat transformasi kelembagaan pesantren dengan menjadikan spirit KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai dasar inspirasi sekaligus memperkuat moderasi beragama.
AC Milan Siap-Siap Menyesal, Permata yang Dibuang Berpotensi Bikin Rossoneri Gagal Tampil di Liga Champions Musim Depan

AC Milan Siap-Siap Menyesal, Permata yang Dibuang Berpotensi Bikin Rossoneri Gagal Tampil di Liga Champions Musim Depan

Lorenzo Colombo berpeluang menjadi ancaman serius bagi AC Milan saat menghadapi Genoa akhir pekan nanti. Penyerang muda Italia itu datang dengan motivasi besar.
Dedi Mulyadi Naik Pitam Usai Tahu Anak Petugas Kebersihan Jadi Korban Pencabulan, KDM: Masa Kita Nggak Tahu?

Dedi Mulyadi Naik Pitam Usai Tahu Anak Petugas Kebersihan Jadi Korban Pencabulan, KDM: Masa Kita Nggak Tahu?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tampak naik pitam kepada jajarannya setelah mengetahui anak dari salah seorang petugas kebersihan jadi korban pencabulan.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT