GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teks Khutbah Jumat Singkat 4 April 2025: Perjalanan Jauh Tanpa Tujuan, Ketika Mudik Hilang Maknanya

Makna perjalanan jauh mudik menuju kampung halaman menjadi bahan materi teks khutbah Jumat singkat untuk khatib pelaksanaan shalat Jumat pada 4 April 2025.
Jumat, 4 April 2025 - 09:17 WIB
Ilustrasi mudik Lebaran
Sumber :
  • Tim tvOne

tvOnenews.com - Mudik merupakan salah satu perjalanan jauh yang menjadi tradisi melekat di tengah masyarakat Indonesia. Kegiatan ini menjadi bahan materi teks khutbah Jumat singkat.

Mengapa teks khutbah Jumat singkat pada kesempatan ini mengambil tema mudik? Hal ini berkaitan kondisi umat Muslim dan masyarakat Indonesia menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika Lebaran, umat Muslim bersuka cita untuk merayakan Idul Fitri dengan cara mudik agar bisa silaturahmi bersama keluarga di kampung halamannya.

Ada pun teks khutbah Jumat singkat tema tentang perjalanan mudik sangat cocok menjadi bahan materi dalam waktu ceramah pelaksanaan shalat Jumat, 4 April 2025.

Melalui teks khutbah Jumat singkat ini, bisa menjadi acuan bagi umat Muslim khususnya jemaah shalat Jumat agar tidak kehilangan esensi mudik.

Maka dari itu, tvOnenews.com akan mengambil judul teks khutbah Jumat singkat dengan bertajuk "Perjalanan Jauh Tanpa Tujuan, Ketika Mudik Hilang Maknanya".

Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Perjalanan Jauh Tanpa Tujuan, Ketika Mudik Hilang Maknanya

Ilustrasi jemaah shalat Jumat mendengar teks khutbah Jumat singkat saat sesi ceramah
Ilustrasi jemaah shalat Jumat mendengar teks khutbah Jumat singkat saat sesi ceramah
Sumber :
  • Istimewa

 

xاَللهُ أَكْبَرُ3،xاَللهُ أَكْبَرُ3،xاَللهُ أَكْبَرُ3

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Hadirin shalat Jumat yang diberkahi Allah

Marilah kita senantiasa mengucap rasa syukur atas kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan alam semesta. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir yang membawa kebenaran dan berusaha agar manusia terhindar dari kebodohan.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, khatib akan mengulas sedikit terkait mudik sesuai dengan kondisi umat Muslim saat ini.

Mudik telah menjadi tradisi besar bahkan sudah sangat melekat untuk masyarakat Indonesia. Setiap umat Muslim selalu menantikan momentum terbaik ini saat suasana Hari Raya Idul Fitri.

Mudik memberikan dampak jalanan penuh sesak, terminal padat, tiket habis terjual semuanya demi satu tujuan, yakni pulang ke kampung halaman.

Akan tetapi, benarkah setiap perjalanan itu bermakna? Apakah kita sudah memaknai mudik dengan tujuan yang benar? Khahtib akan menerangkan tentang mudik antara tradisi dan spiritualitas.

Sidang Jumat yang berbahagia

Mudik bukan hanya soal mobilitas, tapi juga tentang spiritualitas dan sosialitas. Dalam Islam, setiap perjalanan, jika diniatkan dengan kebaikan, bernilai ibadah.

Salah satu tujuan utama mudik yang penuh makna adalah untuk mempererat silaturahmi, menyambung kembali hubungan yang mungkin sempat renggang selama setahun penuh.

Sebagaimana dalam hadis riwayat terkait esensi mudik membentuk silaturahmi, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986 & Muslim no. 2557)

Namun sayangnya, tidak sedikit dari kita yang menjadikan mudik hanya sebagai rutinitas tahunan, bahkan sebagai ajang pamer kekayaan, liburan, atau malah untuk menghindari konflik keluarga tanpa niat memperbaiki hubungan.

In akan memunculkan dengan sebutan mudik yang kehilangan makna, baik dari segi perjalanan jauh, penuh biaya dan tenaga, tapi tidak membawa nilai spiritual.

Kaum muslimin rahimahumullah

Khatib akan mengingatkan tentang ketika perjalanan mudik menjadi sia-sia. Tanpa niat yang benar, mudik justru bisa mendatangkan kesia-siaan, bahkan potensi dosa.

Ketika seseorang pulang kampung hanya untuk memamerkan harta, membanggakan status, atau menyakiti hati kerabat dengan kata-kata kasar dan sindiran, maka itu bertentangan dengan semangat ukhuwah Islamiyah.

Alih-alih mendapatkan pahala, perjalanan itu bisa menjadi beban, seperti tubuh yang pulang ke rumah, tapi hati tak pernah benar-benar hadir di sana.

Kita harus mengetahui bagaimana cara memaknai ulang tradisi mudik. Tujuannya adalah agar mudik tak kehilangan maknanya. Mari kita membenahi niat dan tindakan sebagai berikut:

1. Meniatkan sebagai ibadah, bukan sekadar jalan-jalan.

2. Mengunjungi orang tua dan kerabat bukan hanya karena kewajiban, tapi dengan penuh kasih sayang.

3. Memanfaatkan momen ini untuk meminta maaf dan memaafkan, menghapus dendam yang mungkin telah lama tumbuh.

4. Menjadikan mudik sebagai sarana untuk berbagi rezeki, bukan memamerkannya.

Rasulullah SAW adalah teladan dalam menjaga hubungan kekeluargaan. Bahkan terhadap orang-orang yang menyakitinya, beliau tetap menjalin hubungan dan memaafkan. Ini adalah esensi dari silaturahmi dalam Islam.

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Demikianlah sesi khutbah pertama yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan hari Jumat ini. Kita jangan membiarkan perjalanan yang jauh, melelahkan, dan penuh pengorbanan hanya menjadi rutinitas kosong. Mudik adalah momen emas untuk memperbaiki hubungan dan memperkaya pahala.

Marilah menjadikan setiap langkah dalam mudik kita sebagai amal, bukan sekadar ritual karena pulang yang sejati bukan hanya kembali ke rumah, tapi juga kembali ke hati mereka yang menyayangi kita.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kementerian Agama RI, Yusuf Al-Qaradawi, Fiqh Prioritas: Panduan Membedakan Amal yang Utama, Mizan, 2001, NU Online, dan berbagai sumber lainnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

Budaya Kerja Sehat Berdampak Besar pada Produktivitas Perusahaan di Era Digital? Ini Alasannya

MetaDesk: Budaya kerja kini menjadi indikator penting dalam menilai daya saing perusahaan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga regional. Fenomena ini terlihat jelas di sejumlah perusahaan
DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

DPR: Polri Harus Tindak Tegas Premanisme dan Begal yang Ganggu Masyarakat

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji menyoroti maraknya aksi begal dan premanisme yang terjadi di berbagai daerah sepanjang Mei 2026.
DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

DPR Warning BPS soal Sensus Ekonomi 2026: Data Harus Valid Sesuai Fakta

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati memberi peringatan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

TVRI Buka Suara Usai Disorot DPR soal Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 yang Tak Merata

Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba menyoroti rencana nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dinilai belum berpihak pada kawasan Indonesia Timur.
Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Soroti Maraknya Judol dan Lemahnya Pengawasan WNA, DPR Khawatir Judi Online Rusak Siswa SD

Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun menyoroti maraknya praktik judi online (Judol) yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Trending

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan Maaf MC Lomba Cerdas Cermat MPR Dinilai Tak Cukup, Bunda Corla dan Netizen: Buat Video

Permintaan maaf Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat dinilai tak cukup, netizen hingga Bunda Corla minta untuk buat video.
Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT