News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Profil Erdogan, Pemimpin Muslim Dunia yang Ditemui Prabowo Bahas Palestina

Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dengan tegas dukungan terhadap Palestina dalam pidatonya yang penuh semangat di hadapan para anggota parlemen Turki. Berikut profil Recep Tayyin Erdogan dan sikapnya terhadap Palestina.
Jumat, 11 April 2025 - 10:38 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri)
Sumber :
  • ANTARA

Ankara, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyuarakan dengan tegas dukungan terhadap Palestina dalam pidatonya yang penuh semangat di hadapan para anggota parlemen Turki, Kamis (10/4/2025) di Ankara, Turki.

"Saudara-saudara majelis agung terhormat, kita merasakan saat ini keadaan dunia penuh dengan ketidakpastian. Kita merasa sekarang terjadi penindasan oleh bangsa-bangsa yang besar terhadap bangsa-bangsa yang lemah," ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, sikap Turki sangat tegas membela bangsa-bangsa yang tertindas, terutama kepada negara dan rakyat Palestina yang sampai saat ini masih terdampak konflik dengan Israel.

"Kami di indonesia melihat sikap Turki, kepemimpinan pemimpin-pemimpin Turki yang tegas membela mereka yang lemah, tegas membela perjuangan rakyat-rakyat yang tertindas terutama saudara-saudara kita di Palestina," tuturnya.

Presiden Prabowo juga mengatakan, banyak negara yang berbicara lantang mengenai demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi bungkam untuk menyikapi pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di Gaza hingga saat ini.

"Banyak negara bicara tentang demokrasi, bicara tentang hak asasi manusia, tetapi pada saat anak-anak dibom, ibu-ibu tidak berdosa di bom, rakyat Gaza kehilangan semua kehidupan mereka. Banyak negara diam, pura-pura tidak tahu dan pura-pura itu bukan pelanggaran hak asasi manusia," tegas Prabowo.

Prabowo menekankan Indonesia bersama Turki ingin membela keadilan di tengah-tengah ketidakpastian yang terjadi di dunia saat ini.

"Turki punya sikap yang tegas. Oleh karena itu, kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan, kebenaran di dunia yang sekarang penuh ketidakpastian," imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto saat ini sedang melakukan kunjungan ke beberapa negara dimana salah satunya Turki.

Saat ini, Turki dipimpin oleh Recep Tayyip Erdogan. Berikut profil dari orang nomor satu di Turki tersebut.

Recep Tayyip Erdogan adalah nama yang tidak asing lagi, terutama di kalangan negara-negara Muslim. Sebagai Presiden Republik Turki yang telah memimpin selama lebih dari dua dekade, Erdogan telah menjadi simbol kekuatan, ketegasan, dan sekaligus kontroversi dalam dunia politik Islam modern. 

Kharismanya, keberpihakan terhadap isu-isu umat Islam, dan sikap tegasnya dalam menghadapi kekuatan Barat menjadikannya salah satu tokoh paling menarik untuk dikaji.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal Erdogan

Recep Tayyip Erdogan lahir pada 26 Februari 1954 di Kasimpasa, Istanbul, dari keluarga sederhana yang taat beragama. Ayahnya adalah seorang penjaga pantai, dan sejak kecil Erdogan sudah mengenal kehidupan keras di kawasan rakyat kecil. Kehidupan ini membentuk karakternya yang tegas dan disiplin.

Sejak remaja, Erdogan menunjukkan minat besar pada agama dan politik. Ia belajar di sekolah agama (Imam Hatip School) dan aktif dalam organisasi-organisasi pemuda Islam. 

Kemudian di masa kuliah, ia mengambil studi ekonomi dan bisnis di Universitas Marmara, sembari tetap aktif dalam gerakan politik Islamis di Turki.

Awal Karier Politik Erdogan

Erdogan memulai karier politiknya sebagai anggota Partai Kesejahteraan (Refah Partisi) yang dipimpin oleh Necmettin Erbakan. Karier politiknya melejit ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Istanbul pada tahun 1994. Selama masa jabatannya, ia dikenal karena manajemen kota yang efisien, pengurangan polusi, dan perbaikan infrastruktur.

Namun, pada tahun 1998, Erdogan dijatuhi hukuman penjara selama 4 bulan karena membaca puisi yang dianggap menghasut sektarianisme. Pidatonya yang menyitir bait berbunyi “Masjid adalah barak kami, kubahnya adalah helm kami, menara adalah bayonet kami, dan umat adalah tentara kami” dianggap melanggar prinsip sekularisme Turki.

Meski dipenjara, kejadian ini justru meningkatkan popularitasnya. Ia dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan terhadap identitas Islam di Turki sekuler.

Kelahiran Partai AKP dan Perjalanan Menuju Puncak Kekuasaan

Hingga akhirnya pada tahun 2001, Erdogan mendirikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP – Adalet ve Kalkınma Partisi) bersama sejumlah rekan politik. Partai ini mengusung platform Islam moderat, demokrasi, dan pembangunan ekonomi. Pada pemilu 2002, AKP menang telak dan membentuk pemerintahan, meskipun Erdoğan saat itu masih dilarang memegang jabatan publik.

Setelah amandemen hukum, Erdogan akhirnya menjadi Perdana Menteri pada tahun 2003 dan menjabat hingga 2014.

Dalam masa jabatannya, Turki mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta peran regional yang semakin dominan di dunia Islam.

Presidensi dan Konsolidasi Kekuasaan

Pada 2014, Erdogan menjadi Presiden Turki, menggantikan jabatan simbolis itu menjadi kekuasaan eksekutif penuh setelah perubahan konstitusi pada 2017. Sistem parlementer diubah menjadi presidensial, memperluas kekuasaan presiden secara signifikan.

Langkah ini menuai kritik dari dalam dan luar negeri, dengan tudingan bahwa Erdoğan tengah membangun pemerintahan otoriter. Namun bagi banyak pendukungnya, ini adalah langkah penting untuk menstabilkan pemerintahan dan menjaga kedaulatan nasional dari intervensi asing.

Sikap Erdogan terhadap Dunia Islam dan Palestina

Salah satu alasan mengapa Erdogan begitu dikagumi oleh umat Islam di berbagai belahan dunia adalah sikap tegasnya dalam membela kepentingan umat Islam, khususnya dalam isu Palestina.

Erdogan adalah salah satu pemimpin dunia paling vokal dalam mengkritik pendudukan Israel atas Palestina. Ia tidak segan menyebut Israel sebagai “negara teroris” dan secara terbuka mendukung perjuangan rakyat Gaza.

Bahkan, pada 2010, hubungan Turki-Israel sempat memburuk tajam setelah insiden Mavi Marmara, di mana tentara Israel menyerang kapal bantuan kemanusiaan asal Turki yang menuju Gaza.

Dalam berbagai forum internasional, seperti PBB dan OKI, Erdogan terus menyuarakan keadilan untuk Palestina, menyerukan perlunya dunia Islam untuk bersatu melawan ketidakadilan global.

Kritik dan Kontroversi Erdogan

Sebagai tokoh besar, Erdogan tentu tidak luput dari kritik. Di dalam negeri, ia sering dituduh membungkam oposisi, mempersempit ruang kebebasan pers, dan menggunakan pengadilan untuk melemahkan lawan politik. Setelah upaya kudeta gagal pada 2016, puluhan ribu orang ditangkap dan lembaga-lembaga yang dicurigai terafiliasi dengan Fethullah Gülen ditutup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara ekonomi, Turki juga mengalami gejolak dalam beberapa tahun terakhir, termasuk inflasi tinggi, penurunan nilai tukar lira, dan meningkatnya pengangguran. Namun Erdoğan tetap bertahan, memenangkan pemilu presiden 2023 dan memperpanjang masa kekuasaannya.

Itulah profil Recep Tayyip Erdogan, seorang negarawan, nasionalis, pemimpin umat, sekaligus politisi ulung. Di satu sisi, ia membangkitkan semangat kebanggaan Islam di Turki dan dunia, memperjuangkan hak-hak umat, serta membawa nilai-nilai spiritual ke ruang publik. Di sisi lain, ia juga dikritik karena langkah-langkahnya yang dianggap membatasi demokrasi. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Klasemen Medali Asian Games 2026 Pagi Ini: Tim Indonesia Turun Peringkat

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Selasa (29/9/2026) pukul 06.00 WIB. Tim Indonesia mengalami penurunan posisi karena belum berhasil menambah koleksi medali emas.
Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Diwarnai Dugaan Politik Uang, Muktamar ke-35 NU Dilaporkan ke KPK

Pihak yang mengatasnamakan KPK NU mendatangi gedung KPK Merah Putih, Jumat (25/9/2026) untuk melaporkan dugaan politik uang dalam serta transaksi dana dalam proses Muktamar ke-35 NU.
Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo dan 54 Narapidana Diperiksa, Buntut Viralnya "Fasilitas Mewah" Hasil Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong

Beberapa waktu lalu Ferdy Sambo menuai perhatian publik usai viralnya kabar Ombudsman melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Simak fakta terbarunya dari Ditjenpas.
Zigo Rolanda Jadi Calon Tunggal Ketua Umum AMPI Periode 2027-2031

Zigo Rolanda Jadi Calon Tunggal Ketua Umum AMPI Periode 2027-2031

Didampingi sejumlah pengurus dari berbagai provinsi se-Nusantara.
Jadwal Asian Games 2026, Selasa 29 September: Indonesia Potensi Tambah Emas dari Bulu Tangkis, Panjat Tebing Main

Jadwal Asian Games 2026, Selasa 29 September: Indonesia Potensi Tambah Emas dari Bulu Tangkis, Panjat Tebing Main

Jadwal Asian Games 2026 hari ini Selasa (29/9/2026). Tim Indonesia berpotensi menambah medali emas terutama dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis, dan atlet merah putih dari cabor panjat tebing akan unjuk gigi.
Walau Ditahan Imbang Malaysia, Justin Hubner Optimistis Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Walau Ditahan Imbang Malaysia, Justin Hubner Optimistis Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Justin Hubner justru menyoroti ketangguhan Timnas Indonesia setelah dipaksa harus bermain dengan 10 pemain sejak Thom Haye mendapat kartu merah.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT