GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Susah Lancar Bahasa Arab, Doa Pakai Bahasa Indonesia Memang Boleh? Tak Disangka ini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan soal hukum doa sengaja menggunakan bahasa Indonesia saat meminta hajat, karena kesulitan menghafal lafaz dari bahasa Arab.
Kamis, 17 April 2025 - 19:53 WIB
Ustaz Khalid Basalamah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo

tvOnenews.com - Doa memiliki identik menggunakan bahasa Arab karena menjadi salah satu anjuran mengingat Rasulullah SAW berdoa juga memakai lafadz berbahasa Arab.

Namun, setiap negara memiliki bahasanya masing-masing, sehingga mereka mengucap doa mengikuti bahasa dalam negaranya, misalnya menyampaikan hajat menggunakan bahasa Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, tak sedikit orang mukmin lancar berbahasa Arab. Hal ini membuat mereka melantunkan doa dengan bahasa Indonesia.

Sebagai pendakwah kondang, Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan hukum membaca doa menggunakan bahasa Indonesia, dengan dalih tidak memahami tulisan dari bahasa Arab.

Lantas, apa hukum doa memakai bahasa Indonesia? Simak jawaban Ustaz Khalid Basalamah di bawah ini!

Hukum Doa Pakai Bahasa Indonesia

Ilustrasi berdoa
Ilustrasi berdoa
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Dalam suatu kesempatan, Ustaz Khalid Basalamah menghadiri acara podcast YouTube milik Denny Sumargo. Tema yang dibahas tentang Nabi Isa AS dan Yesus.

Pada awal perbincangan tersebut, Ustaz Khalid Basalamah mendapat pertanyaan dari Denny Sumargo setelah berdoa menggunakan bahasa Indonesia.

"Itu boleh tuh doa pakai bahasa Indonesia (dalam Islam), soalnya kata teman saya kalau misalnya doa harus pakai bahasa Arab," kata Denny Sumargo sambil bertanya kepada Ustaz Khalid Basalamah dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (17/4/2025).

Menurut Ustaz Khalid Basalamah, berdoa tidak perlu berbahasa Arab. Umat Muslim diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia.

Akan tetapi, Ustaz Khalid Basalamah menyarankan, setidaknya doa mengucapkan bahasa Arab walaupun hanya sedikit.

"Hukumnya kalau dalam Islam dimulai dengan memuji Allah dulu, minimal sekali Alhamdulillah. Berartikan segala puji dan puja buat Allah," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

"Setelah itu, baru baca salam untuk Nabi Muhammad SAW, kemudian silakan sampaikan hajatnya," lanjutnya.

Ketika menyampaikan hajat, kata Ustaz Khalid Basalamah, tidak ada ketentuan harus berbahasa Arab saat berdoa kepada Allah SWT.

"Baru kita sampaikan di dalam bahasa Indonesia," tegas dia.

Dewan penasihat syariah sekolah Rahmatan Lil 'Alamin Boarding School itu menuturkan, doa yang terkandung di setiap bacaan dalam shalat memiliki ketentuan sendiri.

Bacaan shalat telah bersifat mutlak. Bagi Ustaz Khalid Basalamah, orang mukmin harus tetap mengamalkan bacaan doa tersebut menggunakan bahasa Arab.

"Tapi kalau sudah ibadah tertentu itu ditentukan waktunya, jenisnya, gerakannya, bacaannya maka kita enggak ngubah, kita menjaga kemurniannya," jelasnya.

"Shalat itu punya gerakan khusus, punya bacaan khusus karena memang sudah begitu panduannya, apalagi kita tetap baca dengan lafaz bahasa Arabnya," sambungnya menerangkan.

Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-Nya senantiasa membaca doa, sebagaimana diabadikan dalam sejumlah dalil Al-Quran dan hadis riwayat Rasulullah SAW.

Dikutip dari Quran Kemenag RI, seruan perintah berdoa kepada-Nya telah dipaparkan melalui salah satu dalil Al-Quran dari redaksi Surat Gafir Ayat 60, Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ

Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Gafir, 40:60).

Merujuk dalam buku Panduan Shalat Rasulullah, Imam Abu Wafa menjelaskan terkait berdoa menggunakan bahasa Indonesia dari pandangan para ulama.

Para ulama Syafi'iyah berbagi pandangan mengenai doa memakai bahasa Indonesia dari segi dua hukum.

Kedua jenis hukum tersebut merupakan didasari dari dalil Al-Quran maupun hadis riwayat Rasulullah SAW, serta versi sendiri atau tidak bersumber dari Al-Quran dan hadis.

Melalui pandangan ulama Syafi'iyah, Imam Abu Wafa mengatakan orang mukmin boleh menggunakan bahasa Indonesia jika tidak sanggup membaca doa dari dalil Al-Quran dan hadis dengan bahasa Arab.

Sebaliknya, kalau orang yang mahir menggunakan bahasa Arab, maka harus tetap mengikuti kaidah bacaan doanya meskipun berasal dari Al-Quran dan hadis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jenis kedua merujuk pada doa boleh berbahasa Indonesia jika bukan berasal dari Al-Quran dan hadis riwayat, dengan catatan sifatnya harus mubah dan tetap mengandung kebaikan.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

PSSI Awards 2026: Erick Thohir Tegaskan Semua Elemen Sepak Bola Penting Dihargai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara soal alasan adanya penghargaan PSSI Awards 2026 di dunia sepak bola tanah air.
Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Hubungan Retak? Lukaku dan Napoli di Ambang Konflik Besar, Antonio Conte Mulai Pusing

Potensi konflik internal mulai membayangi Napoli setelah striker andalannya, Romelu Lukaku, belum kembali ke klub usai menjalani jeda internasional bersama Belgia.
Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Bareng Anak Yatim, Boni Hargens Golar Doa untuk Perdamaian Dunia

Analis politik senior, Boni Hargens menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga sekitar dalam suasana Lebaran 20026 atay Idulfitri 1447 Hijriah di kediamannya Rumah Perdamaian di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026).
Inter Milan di Atas Angin! Akanji Kirim Pesan Menohok untuk Para Penantang Gelar Juara

Inter Milan di Atas Angin! Akanji Kirim Pesan Menohok untuk Para Penantang Gelar Juara

Bek andalan Inter Milan, Manuel Akanji, melontarkan pernyataan penuh percaya diri jelang fase penentuan musim, dengan menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi siapa pun dalam perburuan gelar.
Lewat Skema Ini, Satgas Rehab-Rekon Aceh Kebut Pembersihan Lingkungan

Lewat Skema Ini, Satgas Rehab-Rekon Aceh Kebut Pembersihan Lingkungan

Momentum pasca Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 tidak menyurutkan ritme kerja pemulihan di Aceh.

Trending

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Sanksi FIFA Menghantui! Bosnia Kehilangan Ribuan Suporter Jelang Lawan Italia

Kapasitas Stadion Bilino Polje dipastikan berkurang jelang laga krusial final play-off Piala Dunia 2026 antara Italia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Bukan Beckham Putra maupun Mauro Zijlstra, Media Belanda Sebut Ole Romeny Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Media Belanda, de Gelderlander nilai pemain Timnas Indonesia yang menjadi kunci di FIFA Series 2026 bukan Beckham Putra hingga Mauro Zijlstra, tapi Ole Romeny.
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Tak Tutup-tutupi Lagi, Arya Saloka Bicara Jujur Trauma Pernikahan usai Pisah dari Putri Anne: Tolong Dirukiah

Aktris Arya Saloka harus mengakui dirinya mengalami trauma pernikahan. Itu terjadi akibat rumah tangganya dengan Putri Anne hancur setelah bercerai pada 2025.
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Erick Thohir Nilai Kemenangan Timnas Indonesia: Perjuangan Belum Selesai

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT