News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebenarnya Hukum Kurban untuk Orang Meninggal Dunia Boleh atau Tidak dalam Islam? Kata Buya Yahya Sebaiknya...

Dalam suatu ceramah, Buya Yahya secara gamblang mengupas tuntas mengenai hukum membeli hewan kurban diperuntukkan orang meninggal dunia dari ajaran agama Islam.
Minggu, 4 Mei 2025 - 06:40 WIB
Pengasuh LPD Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Kurban merupakan salah satu ibadah yang dinantikan oleh umat IslamĀ berlangsung setiap Hari Raya Idul Adha.

Kebanyakan umat Muslim menjalankan ibadah kurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada juga yang berkurban sebagai pengganti tidak bisa menjalankan ibadah haji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, ada juga orang mukmin ingin mendapat pahala dari kurban untuk dirinya sendiri maupun diperuntukkan untuk keluarganya.

Tak sedikit dari mereka sampai rela membeli hewan kurban ditujukan untuk orang meninggal dunia yang di semasa hidupnya belum sempat berkurban.

Akan tetapi, banyak orang mukmin bertanya-tanya, apakah membeli hewan kurban untuk orang meninggal dunia masih mengandung pahala atas pemberian dari Allah SWT?

Terkait hal ini, Buya Yahya menjelaskan hukum berkurban atas nama orang tua sudah meninggal dunia dari pertanyaan seorang jemaahnya.

Hukum Beli Hewan Kurban untuk Orang Meninggal Dunia dalam Islam

Proses penyembelihan hewan kurban di Kulon Progo, DIY.
Proses penyembelihan hewan kurban di Kulon Progo, DIY.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Ā 

Dilansir tvOnenews.com melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (4/5/2025), Buya Yahya memahami banyak orang sudah meninggal dunia berniat kurban namun belum diberikan kesempatan.

Sebagai pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya mendapat pertanyaan dari jemaahnya ingin menjadi anak berbakti karena mau memenuhi niat orang tua telah meninggal dunia yang mauĀ berkurban.

"Apakah boleh berkurban untuk menunaikan janji orang tua yang telah wafat? Apakah hal itu termasuk sedekah jariyah atau justru bisa dianggap tidak sesuai tuntutan syariat?," tanya seorang jemaah kepada Buya Yahya.

Dengan jawabannya yang penuh bermakna, Buya Yahya lebih dulu menjelaskan esensi dan pengertian dari kurban meliputi beberapa hal.

"Yang kesatu, itu dianjurkan dan disunnahkan setiap tahun, bukan seumur hidup sekali. Setiap bulan haji tiba, disunnahkan kita untuk kurban," respons Buya Yahya sambil menjelaskan.

Buya Yahya mengatakan hukum kurban adalah sunnah muakkad dan dianjurkan untuk yang sudah mampu dari segi ekonomi, baik boleh sekali maupun setiap tahun pada bulan Dzulhijjah.

"Katanya kakekku, ayahku ingin kurban setiap tahun dan memang semua orang harus begitu dong, cuma ini kan sunnah. Di saat tahun ini mampu, tahun depan enggak mampu itu tak ada masalah," tegas dia.

Buya Yahya lebih menganjurkan jika ingin memperoleh pahala mengalir deras, maka harus berkurban setiap tahun, walaupun ia memahami masih ada yang belumĀ sempat berkurban.

Kemudian, Buya Yahya menyinggung soal anak yang ingin berkurban untuk orang tua meninggal dunia dengan mengambil penjelasan dari para ulama.

Menurut Buya Yahya, beberapa ulama menyebutkan kalau berkurban untuk orang meniggal dunia, baik yang belum berwasiat maupun sudah wasiat diperbolehkan dalam syariat agama Islam.

"Kalau dia berwasiat sudah jelas karena wasiatnya. Tapi, kita ambil yang paling mudah terkait boleh kita berkurban untuk orang tua telah meninggal dunia," jelas Buya Yahya.

"Memang pada dasarnya tidak perlu karena sudah meninggal dunia. Kalau makna sedekah bisa bermacam-macam cara, bisa saja kita bangun masjid diniatkan untuk orang tua kalau hanya ingin amal jariyah, bukan dengan kurban," terangnya.

Buya Yahya mengatakan, kalau berkurban tidak ditujukan kepada orang tua telah meninggal dunia sebenarnya juga tak masalah dan hukumnya tetap sah dalam agama Islam.

Lantas, bagaimana nasib hukum membeli hewan kurban tetapi tidak ada wasiat dari orang meninggal dunia? Buya Yahya memahami sebagian ulama lainnya menyebutkan tidak perlu.

"Yang kedua, boleh berkurban untuk orang tua biarpun tidak berwasiat. Boleh, dan dapat pahala. Akan tetapi, mana yang lebih utama?," papar dia.

Buya Yahya mempertanyakan seorang anak ingin berkurban untuk orang tua, tetapi apakah mereka sudah menjalankan ibadah tersebut ditujukan untuk diri sendiri.

Bagi Buya Yahya, jika sudah pernah berkurban untuk diri sendiri, maka diperbolehkan membeli hewan kurban kepada orang tua meski sudah meninggal dunia.

"Ada masalah pahala tinggal diniatkan 'Ya Allah, semoga pahala kurbanku dan untuk orang tua sampai'," imbuhnya.

"Jadi, kurban untuk Anda paling utama, kenapa? Sunnah kurban itu dibebankan oleh Allah untuk Anda dan dengan diri Anda sendiri, bukan saya kurban untuk orang," lanjutnya menjelaskan.

Pendakwah karismatik itu kembali bertanya-tanya mengapa ada orang yang belum menjalankan sunnah kurban untuk diri sendiri, tetapi mereka lebih mengutamakan untuk pihak keluarganya.

Walau demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa, langkah tersebut juga tetap mengandung pahala besar, baik pemberi maupun penerimanya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menyinggung soal amal jariyah hanya perkara membeli hewan kurban dengan atas nama orang lain.

"Adapun amal jariyah itu adalah bukan dalam bentuk kurban itu. Istilahnya, amal yang terus mengalir, misalnya membangun pesantren, masjid itu mengandung jariyah (pahala) tidak terputus," bebernya.

Buya Yahya menganggap jika membangun sesuatu yang bermanfaat diperuntukkan orang meninggal dunia, maka pahalanya terus mengalir.

Kurban hanya sebatas masuk dalam jenis amal qasirah di mana mengandung pahala dari ibadah qasirah. Maksudnya, keutamaan yang didapatkan hanya sebatas di kurban, tanpa mengalir terus-menerus.

"Tapi tidak perlu diremehkan! Umrah ya sudah umrah selesai, kalau haji ya sudah selesai, kalau shalat juga selesai, misalnya saya meninggal itu enggak ada ibadah shalatnya," imbuhnya lagi.

"Jadi, amal jariyah bukan bab kurban tapi kurban mendapatkan keutamaan pahala, apalagi mengurbankan untuk orang tua ada bakti di dalamnya, ada sedekah di dalamnya," tandasnya.

Dalam penutup ceramahnya, Buya Yahya hanya berpesan sebaiknya kurban untuk diri sendiri jauh lebih baik ketimbang untuk orang meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ada kambing lebih bolehlah setelah itu, Anda bisa berkurban untuk orang tua Anda," tutupnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

PT Pegadaian (Persero) kembali mencatatkan capaian gemilang di bidang keberlanjutan dengan meraih empat penghargaan sekaligus dalam Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026.
Ternyata Dua Narapidana Ini Berada di Fasilitas Mewah saat Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

Ternyata Dua Narapidana Ini Berada di Fasilitas Mewah saat Ombudsman Sidak Lapas Cibinong

Hasil sidak Ombudsman viral di media sosial. Hal ini menuai perhatian publik. Ternyata ada dua narapidana yang terciduk lagi di "fasilitas mewah" saat sidak.
Sifat Asli Megawati Hangestri Dibongkar Pemain Hyundai Hillstate: Dia Selalu Lakukan Hal ini Duluan

Sifat Asli Megawati Hangestri Dibongkar Pemain Hyundai Hillstate: Dia Selalu Lakukan Hal ini Duluan

Sifat asli Megawati Hangestri dibongkar Lee Han-bi. Megatron disebut ramah, selalu menyapa lebih dulu dan aktif berbicara bahasa Korea di Hyundai Hillstate.
Gila! Ibu Sambung Tewas Ditikam Anak Tiri Pakai Pisau di Bandung, 2 Hal Diduga Menjadi Motif Pembunuhan

Gila! Ibu Sambung Tewas Ditikam Anak Tiri Pakai Pisau di Bandung, 2 Hal Diduga Menjadi Motif Pembunuhan

Persoalan harta atau berebutan rumah hingga dikasih sedikit makan diduga menjadi penyebab anak tiri laki-laki inisial DH (32) menusuk ibu sambung di Bandung.
Keputusan Wasit asal Korea Selatan di Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia Disoroti Pengamat Senior: Itu Pengubah Keadaan

Keputusan Wasit asal Korea Selatan di Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia Disoroti Pengamat Senior: Itu Pengubah Keadaan

Pengamat sepak bola, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menilai kartu merah Thom Haye menjadi salah satu titik yang mengubah permainan Timnas Indonesia ketika menghadapi Malaysia.
5 Shio Untung Besar Oktober 2026: Ada Shio Naga dan Tikus

5 Shio Untung Besar Oktober 2026: Ada Shio Naga dan Tikus

Berikut 5 shio yang diprediksi bakal mendapatkan untung besar di bulan Oktober 2026, dua di antaranya Shio Naga dan Shio Tikus. Shiomu termasuk?

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT