GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kotoran Cicak Jatuh ke Badan Najis atau Tidak? Ini Penjelasan Buya Yahya

Pertanyaan tentang najis atau tidaknya kotoran cicak sering muncul dalam keseharian umat Muslim. Ini wajar mengingat cicak adalah hewan liar yang sangat umum ..
Rabu, 16 Juli 2025 - 20:56 WIB
Cicak di Rumah
Sumber :
  • dok.ilustrasi shutterstock

Jakarta, tvOnenews.com – Pertanyaan tentang najis atau tidaknya kotoran cicak sering muncul dalam keseharian umat Muslim. Ini wajar mengingat cicak adalah hewan liar yang sangat umum ditemukan, termasuk di rumah, mushola, atau bahkan masjid.

Dalam konteks ibadah, terutama salat, kebersihan tempat dan pakaian menjadi sangat penting. Karena itu, keberadaan kotoran cicak menimbulkan kekhawatiran, Apakah ibadah tetap sah jika ada kotoran cicak di sajadah, karpet, atau pakaian salat?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjawab hal ini, Buya Yahya pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, memberikan penjelasan bijak yang mempertimbangkan kondisi pribadi tiap Muslim, termasuk mereka yang rentan terhadap was-was (keraguan berlebihan).

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • YouTube

 

Menurut Buya Yahya, hukum kotoran cicak bisa berbeda tergantung kondisi batin seseorang. Jika seseorang dikenal was-was atau mudah merasa ragu akan kesucian, maka lebih baik mengikuti mazhab yang memberikan keringanan.

“Kalau Anda termasuk orang yang was-was, maka ikutlah mazhab yang meringankan demi menjaga kesehatan hati Anda. Jangan sampai niat menjaga kesucian malah melukai perasaan orang lain,” tegas Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Buyayahyaofficial, Sabtu (12/7/2025).

Dalam dunia fikih Islam, ulama berbeda pendapat soal najis tidaknya kotoran cicak. Perbedaan ini merujuk pada kriteria hewan yang memiliki darah mengalir atau tidak.

Mazhab Hanbali (Ibnu Qudamah dalam al-Mughni) menyatakan bahwa hewan yang tidak memiliki darah mengalir seperti serangga, termasuk cicak, tidak dianggap najis, baik bangkainya maupun kotorannya.

Mazhab Syafi’i melalui ulama seperti ar-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj menyebut bahwa bangkai binatang yang tidak punya darah mengalir dikecualikan dari najis, sehingga cicak pun tidak najis menurut sebagian pandangan.

Namun, ada pula ulama yang menilai bahwa karena cicak memiliki darah merah dan bukan hewan yang halal dimakan, maka kotorannya dihukumi najis.

Najis Ma’fu: Dimaafkan Bila Sulit Dihindari

Banyak pula ulama menyatakan bahwa najis ringan yang sulit dihindari seperti kotoran cicak di tempat terbuka, termasuk mushola dan rumah, termasuk najis ma’fu (najis yang dimaafkan).

Artinya, selama tidak disengaja dan jumlahnya sangat kecil atau tidak tampak jelas, ibadah tetap sah dan tidak perlu diulang.

Buya Yahya menekankan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari agama, tetapi tidak boleh sampai menimbulkan tekanan batin atau merusak ketenangan hati.

“Kalau tempat salat Anda terlihat kotor karena debu atau kotoran cicak, ya dibersihkan saja. Itu lebih baik. Tapi jangan sampai jadi was-was,” ujarnya.

Beliau mengingatkan bahwa Islam adalah agama yang dibangun di atas kemudahan, bukan kesulitan. Berlebihan dalam menyikapi hal-hal kecil, apalagi yang sulit dihindari, justru bisa mengganggu khusyuk dalam ibadah.

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW menyebut cicak sebagai hewan fasik dan memerintahkan untuk membunuhnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka baginya seratus kebaikan.” (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa cicak dianggap sebagai hewan yang mengganggu, meskipun tidak otomatis berarti bahwa seluruh bagian tubuh atau kotorannya dihukumi najis secara mutlak oleh semua mazhab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Inti dari semua itu,” kata Buya Yahya, “adalah niat menjaga kesucian sambil tetap memperhatikan kelapangan hati dan akal sehat.”

Islam menganjurkan kebersihan, tapi juga melarang sikap ekstrem, terutama dalam perkara furu’ (cabang) yang bisa menimbulkan beban mental dan ketegangan sosial.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Tak Mau Tutupi Lagi, KDM Blak-blakan Soal Nama Asli Pemberian Sang Ayah: Dedi Mulyadi Hartono

Gubernur Jawa Barat, KDM menceritakan bagaimana dirinya dulu sempat malu bahkan menangis gara-gara nama lengkap yang diberikan sang ayah. Dedi Mulyadi kecil kala itu
Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Viral Dugaan Child Grooming Kepala Sekolah ke Siswi di Tangsel, Langsung Dinonaktifkan Yayasan

Dugaan child grooming oleh kepala sekolah SMK swasta di Pamulang viral di media sosial. Yayasan langsung menonaktifkan kepala sekolah tersebut.
Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Narkotika, Aipda JEB Oknum Polisi di Tapteng Ditangkap Polisi

Aipda JEB oknum Polisi yang bertugas di Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) ditangkap dalam kasus dugaan keterlibatan penyalahgunaan narkotika. Kapolres Tapteng AK
Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dulu Jadi Bahan Olokan Teman Sekolah, Dedi Mulyadi Kini Jadi Orang Nomor Satu di Jawa Barat: Kisah Dedi 'Maling Hayam'

Dedi Mulyadi pernah menangis kepada sang ayah hanya karena tak tahan diejek teman-temannya di sekolah. Nama lengkap yang sempat diberikan sang ayah sebenarnya adalah
Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026: Takluk dari Unggulan Pertama asa Jepang, Langkah Hira/Jani Terhenti di perempat Final

Hasil Thailand Open 2026, sektor ganda putri yang mempertemukan pasangan Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine vs Rin Iwanaga/Kie Nakanishi.
Hasil Super League: Persebaya Pesta Gol di Markas Semen Padang, Bajul Ijo Tembus 4 Besar

Hasil Super League: Persebaya Pesta Gol di Markas Semen Padang, Bajul Ijo Tembus 4 Besar

Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang di Super League 2025/2026. Bruno Paraiba mencetak hattrick dan membawa Bajul Ijo naik ke posisi empat.

Trending

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT