GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naskah Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Jangan Rampas Hak Korban Bencana, Hukuman untuk Orang Zalim

Berikut rekomendasi naskah khutbah Jumat terbaru untuk shalat Jumat, 19 Desember 2025, dengan judul "Jangan Rampas Hak Korban Bencana, Hukuman untuk Orang Zalim".
Kamis, 18 Desember 2025 - 01:38 WIB
Ilustrasi sedekah berupa beras
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Polemik mengambil uang donasi untuk bantuan yang menjadi hak para korban bencana alam di Sumatera menyita perhatian publik. Banyak pihak memanfaatkan untuk merampas bantuan dari masyarakat Indonesia.

Sebagian contoh yang beberapa kali viral di media sosial, banyak pemerintah setempat maupun pusat hingga oknum dari masyarakat itu sendiri menawarkan penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir melalui pihaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mendengar informasi burung, bahwa 80 ton bantuan dari masyarakat Indonesia hilang. Hal ini menjadi peringatan agar tidak masuk golongan orang zalim.

Melalui naskah khutbah Jumat singkat ini, peringatan jangan merampas hak para korban bencana alam menjadi refleksi diri di tengah aktivitas menjalankan pelaksanaan shalat Jumat pada 19 Desember 2025.

Naskah Khutbah Jumat: Jangan Rampas Hak Korban Bencana, Hukuman untuk Orang Zalim

Ilustrasi jemaah mendengar naskah khutbah Jumat disampaikan khatib shalat Jumat
Ilustrasi jemaah mendengar naskah khutbah Jumat disampaikan khatib shalat Jumat
Sumber :
  • ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Hadirin jemaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita memanjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tak lupa, marilah sholawat dan slamat semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita semua ke arah jalan yang benar.

Saudaraku sidang Jumat yang berbahagia,

Saya di sini sebagai khatib mewasiatkan kepada diri saya dan jamaah sekalian. Sebaiknya kita senantiasa meningkatkan takwa dan menjalankan perintah-Nya hingga menjauhi segala larangan-Nya.

Pada kesempatan khutbah Jumat hari ini, marilah kita merenungi sebuah persoalan yang tidak bisa dianggap enteng, yakni kezaliman di tengah-tengah air mata para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Banyak yang mengambil kesembatan untuk melakukan penyalahgunaan uang donasi untuk korban bencana. Aksi perampasan hak mereka sebagai dosa besar yang mengundang murka dari Allah SWT.

Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah,

Salah satu amanah dari umat adalah uang donasi korban bencana. Ribuan hingga jutaan bantuan untuk korban bencana berasal dari harta yang dikeluarkan dibalut dengan keikhlasan, bahkan tak sedikit orang-orang sederhana rela melakukan pengorbanan untuk saudaranya terdampak musibah.

Agama Islam telah memberikan penegasan terkait amanah. Hal ini adalah wajib untuk disampaikan dan diterima kepada orang-orang yang berhak mendapatkan bantuan.

Orang-orang yang menyalahgunakan dana bantuan, berarti memakan harta haram dan mengkhianati kepercayaan dari umat hingga masyarakat Indonesia.

Dalam Surat An-Nisa Ayat 58, Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa, 4:58).

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Secara umum, perbuatan zalim berusaha menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Artinya, perbuatan ini adalah aniaya, kejam, sewenang-wenang, dan melakukan tidak adil.

Oknum-oknum yang coba merampas hak para korban bencana merupakan perbuatan kezaliman yang nyata. Merampas hak korban bencana adalah kezaliman yang nyata.

Dalam hadis riwayat dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda:

"Bertakwalah kalian kepada Allah dan jauhilah kezaliman, karena sesungguhnya kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat." (HR. Bukhari & Muslim).

Melalui hadis riwayat ini, peringatan agar jangan pernah meremehkan dan menodai air mata yang tercucur dari orang-orang terzalimi.

Jemaah shalat Jumat yang dikaruniai Allah,

Allah SWT memberikan ancaman nyata bagi orang-orang zalim. Ancaman ini akan berbuah menjadi azab yang pedih. Sebab mereka memperoleh harta secara batil dan sulit mendapatkan ketenangan.

Orang zalim siap-siap akan menjadi makanan api neraka di akhirat kelak. Hal ini telah diterangkan dalam dalil Al-Quran melalui Surat Hud Ayat 18, Allah SWT berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۗ اُولٰۤىِٕكَ يُعْرَضُوْنَ عَلٰى رَبِّهِمْ وَيَقُوْلُ الْاَشْهَادُ هٰٓؤُلَاۤءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلٰى رَبِّهِمْۚ اَلَا لَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ ۙ

Artinya: "Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada tuhan mereka dan para saksi akan berkata, "Orang-orang inilah yang telah berbohong terhadap tuhan mereka." Ketahuilah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang zalim." (QS. Hud, 11:18).

Melalui tafsir ayat ini, sejarah bagi orang melakukan kezaliman akan mengalami kehancuran. Marilah, jangan sampai kita menjadi golongan orang yang menukar amanah berubah sebagai siksaan dari Allah SWT.

Khutbah Kedua

Kaum muslimin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah pertama yang singkat disampaikan pada hari ini. Ingatlah, bagi siapa pun yang pernah melakukan perbuatan zalim, maka Allah SWT masih memberikan kemudahan dengan membuka pintu taubat nasuha.

Untuk siapa pun yang pernah berbuat zalim, segeralah mengambil sikap untuk bertaubat dan mengembalikan hak yang seharusnya diterima oleh para korban bencana alam.

Tak lupa, khatib mengajak marilah kita semua senantiasa menjadi orang yang baik, dengan cara menjaga amanah, mengutamakan kejujuran, serta mengawasi agar proses penyaluran donasi diterima oleh mereka yang sedang diterpa ujian berat dari Allah SWT.

Marilah kita juga senantiasa mendoakan kepada saudara kita terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Kita berharap kebahagiaan mereka bisa kembali dan beraktivitas dengan normal. Amiin ya Rabbal 'alamin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Antara, MUI, laman Kemenag RI, hadits.id, Rumaysho.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbongkar Tawaran Gaji Bojan Hodak Setinggi Langit, Ini Alasan Pelatih Tunda Perpanjangan Kontrak Persib

Terbongkar Tawaran Gaji Bojan Hodak Setinggi Langit, Ini Alasan Pelatih Tunda Perpanjangan Kontrak Persib

Bojan Hodak terus menunda kata sepakat atas penawaran perpanjangan kontrak yang disodorkan Persib.
ISKI Jatim Dilantik, Soroti Etika Komunikasi Gen Z di Era Digital

ISKI Jatim Dilantik, Soroti Etika Komunikasi Gen Z di Era Digital

Pengurus baru Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur, yang diketuai Dr Suko Widodo secara resmi dilantik.
KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Gedung Terpadu Ponorogo

KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Gedung Terpadu Ponorogo

Penyidik KPK kembali melakukan penggeledahan di Ponorogo, kali ini kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo yang berada di Gedung Terpadu lantai dua, Jalan Basuki Rahmat
KPAID Yogyakarta Tegaskan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Termasuk Kategori Hak Anak Berat

KPAID Yogyakarta Tegaskan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Termasuk Kategori Hak Anak Berat

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Yogyakarta menyatakan bahwa dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha masuk dalam kategori pelanggaran hak anak berat. 
Kata-kata Berkelas Nova Arianto usai Muncul Wacana Penghapusan Regulasi U-23 di Super League Musim Depan

Kata-kata Berkelas Nova Arianto usai Muncul Wacana Penghapusan Regulasi U-23 di Super League Musim Depan

Nova Arianto buka suara soal wacana penghapusan aturan pemain U-23 di Super League. Ia berharap pemain muda tetap bersaing dan punya kompetisi khusus usia muda.
Trending Topic: Penjelasan BRIN soal Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Kabar Bahagia dari Sherly Tjoanda

Trending Topic: Penjelasan BRIN soal Mahkota Binokasih, Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Kabar Bahagia dari Sherly Tjoanda

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari sorotan pada sosok Dedi Mulyadi hingga Gubernur Sherly Tjoanda.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT