GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Masih bingung, sebenarnya boleh atau tidak ya pakai lahan pemerintah untuk bercocok tanam dari perspektif Islam?.
Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:33 WIB
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

Jakarta, tvOnenews.com- Pendakwah Indonesia, Buya Yahya pernah menjelaskan, bagaimana hukum Islam pakai lahan Pemerintah untuk bercocok tanam?. Simak penjelasannya di bawah ini.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Al Bahjah TV

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan tersebut datang dari salah satu jemaahnya, ingin mengelola lahan di pinggiran sungai atau lahan kosong milik pemerintah untuk menanam sayuran. 

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjawab tegas bahwa menggunakan lahan Pemerintah yang kosong atau tidak digunakan sebenarnya boleh. Asalkan sudah mendapatkan izin.

Menurut Buya Yahya menjelaskan lahan Pemerintah sama saja bukan hak milik perorangan atau milik pribadi. Izin penggunaan lahan tersebut harus jelas.

"Segala sesuatu yang dimiliki pemerintah, itu milik bersama fasilitas milik kita bersama. Kita bisa memanfaatkannya tentunya dengan catatan," katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah tv, Sabtu (7/2).

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tofan Bram Kumara

"Diizinkan, bisa tanya apakah diwakili kepala desa atau sebagainya. Izin ini yang menjadikannya semua menjadi halal jika tidak, maka akan terjadi pertikaian dan permusuhan," tegas Buya Yahya.

Sebagaimana mengingatkan dalam kitab Shahih-nya meriwayatkan sebuah hadits. Menegaskan larangan mengambil tanah orang lain secara zalim:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ، أَنَّهُ خَاصَمَتْهُ أَرْوَى فِي حَقٍّ زَعَمَتْ أَنَّهُ انْتَقَصَهُ لَهَا إِلَى مَرْوَانَ، فَقَالَ سَعِيدٌ: أَنَا أَنْتَقِصُ مِنْ حَقِّهَا شَيْئًا أَشْهَدُ لَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ أَخَذَ ‌شِبْرًا مِنَ الأَرْضِ ظُلْمًا، فَإِنَّهُ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ 

Artinya, “Diriwayatkan dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail, bahwa Arwa telah menggugatnya dalam suatu hak yang ia klaim telah dikuranginya, lalu ia mengadukan hal itu kepada Marwan. Maka Said berkata, ‘Apakah aku mengurangi haknya sedikit pun? Aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Rasulullah bersabda: 

“Siapa saja yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka pada hari kiamat akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi”.’” (HR Al-Bukhari, Shahihul Bukhari, [Mesir: Mathba’ah al-Kubra al-Amiriyah, 1422 H], jilid IV, hlm. 107, nomor 3198)

Walaupun seringkali kita melihat ada lahan kosong di setiap wilayah atau area pemukiman. Seperti bantaran atau pinggir sungai, area stasiun dan sebagainya. 

Dengan demikian, Buya Yahya mengingatkan masyarakat bila nekat melakukan atau mengelola lahan Pemerintah yang "dianggap kosong" atau tidak digunakan harus juga siap menerima risikonya. 

"Jadi fasilitas umum itu bisa menggunakannya atas izin pemerintah bukan atas izin perorangan," kata Buya menyambung penjelasannya.

"Tidak boleh takutnya mengganggu maka tidak boleh. Apabila diizinkan maka perhatikan harus ada kepastian hak atau izin yang tertulis dan jelas," pesan pemimpin Ponpes Al Bahjah itu. 

Dengan begitu, ia mengatakan bukti izin itu penting untuk melindungi diri juga. Jika ada orang menanam tanpa izin, maka tidak ada perlindungan di bawahnya. 

"kalau ada izinnya enak bisa menghadap jelaskan begitu (jika ada masalah). Jika anda melakukannya suka-suka anda atau sukarela, maka anda harus juga siap sukarela siapapun bisa menikmatinya," jelas Buya.(klw)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

wallahualam 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bantah Ada Kendaraan Dinas Pelat B Dipakai saat Mudik Lebaran, Pemprov DKI Jakarta: Itu Milik Instansi Lain

Bantah Ada Kendaraan Dinas Pelat B Dipakai saat Mudik Lebaran, Pemprov DKI Jakarta: Itu Milik Instansi Lain

Terkait viralnya informasi yang beredar di media sosial akhir-akhir ini, Pemprov DKI Jakarta membantah kendaraan dinas berpelat B itu dipakai saat mudik Lebaran. 
Daftar Kartu Pertarungan Ronda Rousey vs Gina Carano: Kembalinya Para Mantan Jagoan UFC, Ada Francis Ngannou Hingga Nate Diaz

Daftar Kartu Pertarungan Ronda Rousey vs Gina Carano: Kembalinya Para Mantan Jagoan UFC, Ada Francis Ngannou Hingga Nate Diaz

Daftar kartu pertarungan antara Ronda Rousey vs Gina Carano, yang juga akan dihiasi oleh para mantan jagoan UFC seperti Francis Ngannou hingga Nate Diaz.
Kakorlantas Polri: 42 Persen Pemudik Belum Masuk ke Jakarta

Kakorlantas Polri: 42 Persen Pemudik Belum Masuk ke Jakarta

Polri terus berfokus pada pengamanan arus lalu lintas masa mudik Lebaran 2026 melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) menyusul masih adanya 42 persen pemudik belum masuk ke Jakarta.
John Herdman Tegaskan Identitas Baru Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

John Herdman Tegaskan Identitas Baru Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

John Herdman tegaskan identitas baru Timnas Indonesia jelang laga FIFA Series 2026.
Usai Puncak Arus Balik Mudik, Korlantas Polri Masih Siapkan One Way Sepenggal-Nasional

Usai Puncak Arus Balik Mudik, Korlantas Polri Masih Siapkan One Way Sepenggal-Nasional

Korlantas Polri masih menyiapkan skema rekayasa lalu lintas One Way Sepenggal dan Nasional, usai terjadinya puncak arus balik mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026.
KPK: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan

KPK: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan

Artinya, masih ada lebih dari 96.000 dari total 431.468 pejabat yang belum menyampaikan laporan harta kekayaan.

Trending

Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Dean James dikonfirmasi batal memperkuat Timnas Indonesia untuk melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Media Belanda ini pun bongkar alasannya.
Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Media Korea menyoroti draft pemain asing V-League terbaru setelah Megawati Hangestri dipastikan absen, meninggalkan kekosongan di posisi penyerang utama tim.
Pelatih Bulgaria Heran Disebut Pernah Bela Persipura, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia itu Tegaskan Perkuat Persija

Pelatih Bulgaria Heran Disebut Pernah Bela Persipura, Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia itu Tegaskan Perkuat Persija

Pelatih Bulgaria, Alexsandar Dimitrov meluruskan rekam jejaknya sebelum berlaga di FIFA Series 2026. Eks asisten pelatih Timnas Indonesia itu bilang pernah bela Persija Jakarta (2002), bukan Persipura Jayapura.
Media Belanda Semakin Curiga Dean James Tiba-tiba Absen dari Timnas Indonesia usai Skandal Paspor

Media Belanda Semakin Curiga Dean James Tiba-tiba Absen dari Timnas Indonesia usai Skandal Paspor

Kabar mengejutkan datang dari Dean James yang mendadak batal bergabung dengan Timnas Indonesia jelang agenda FIFA Series. Media Belanda curiga dengan hal ini.
Rizky Ridho Tak Tutup-tutupi Lagi, Bongkar Karakter Asli John Herdman di Latihan Perdana Timnas Indonesia

Rizky Ridho Tak Tutup-tutupi Lagi, Bongkar Karakter Asli John Herdman di Latihan Perdana Timnas Indonesia

Rizky Ridho tak tutup-tutupi lagi, bongkar karakter asli John Herdman di latihan perdana Timnas Indonesia jelang FIFA Series.
Inilah Nasihat Penting Jordi Amat kepada Elkan Baggott Saat Awal Gabung Timnas Indonesia, Terbukti Ampuh?

Inilah Nasihat Penting Jordi Amat kepada Elkan Baggott Saat Awal Gabung Timnas Indonesia, Terbukti Ampuh?

Jordi Amat pernah memberikan nasihat penting kepada Elkan Baggott saat awal bergabung di Timnas Indonesia, menekankan pentingnya menit bermain di sebuah klub.
Terungkap! Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Punya 'Gentlemen Agreement' untuk Tetap Berkarier di Luar Negeri

Terungkap! Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Punya 'Gentlemen Agreement' untuk Tetap Berkarier di Luar Negeri

Beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia ternyata memiliki perjanjian awal untuk tetap berkarier di luar negeri, meski mendapat tawaran dari klub Liga 1.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT