Teks Khutbah Jumat 27 Februari 2026 Singkat: Bukan Berarti Tidak Ada Maksiat di Bulan Ramadhan
- Pexels/Mohamad Tamer
tvOnenews.com - Ramadhan sering disebut sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan.
Di bulan ini, suasana ibadah terasa lebih hidup, masjid-masjid ramai, dan semangat berbuat kebaikan meningkat tajam.
Banyak orang berharap, dengan dibelenggunya setan dan dibukanya pintu-pintu surga, kemaksiatan akan lenyap sepenuhnya dari kehidupan kaum Muslimin.
Namun realitasnya, godaan dan pelanggaran tetap saja ada.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapinya agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi benar-benar membuahkan ketakwaan?
Berikut ini adalah teks khutbah Jumat yang mengangkat tema penting tersebut, sebagaimana dilansir dari Rumaysho.com, tentang hakikat Ramadhan dan pentingnya kesabaran dalam meninggalkan maksiat.

- Pexels/Furkan Furkan_Uslu57
Teks Khutbah Jumat: Bukan Berarti Tidak Ada Maksiat di Bulan Ramadhan
Khutbah Pertama
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ القَوِيْمِ وَدَعَا إِلَى الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Amma ba’du…
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah…
Segala puji hanya milik Allah Ta’ala yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, nikmat terbesar yang wajib senantiasa kita syukuri. Dengan iman itulah hidup menjadi terarah dan keselamatan di akhirat dapat diraih.
Allah Ta’ala berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
هَذِهِ أَكْبَرُ نِعَمِ اللَّهِ، عَزَّ وَجَلَّ، عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ : حَيْثُ أَكْمَلَ تَعَالَى لَهُمْ دِينَهُمْ، فَلَا يَحْتَاجُونَ إِلَى دِينِ غَيْرِهِ، وَلَا إِلَى نَبِيٍّ غَيْرِ نَبِيِّهِمْ،
“Ini adalah nikmat Allah yang terbesar pada umat ini, di mana Allah telah menyempurnakan agama Islam bagi mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan agama lain dan tidak membutuhkan nabi selain nabi mereka.” (Tafsir Al-Quran Al-‘Azhim, 3:314)
Sebagai bentuk syukur atas nikmat tersebut, Allah memerintahkan kita untuk bertakwa kepada-Nya. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah…
Saat Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Kondisi ini membuat kaum muslimin semakin bersemangat beribadah dan kemaksiatan pun berkurang.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079)
Dalam riwayat lain disebutkan:
إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
“Jika masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079)
Al-Qadhi ‘Iyadh menerangkan bahwa makna hadis tersebut adalah makna hakiki. Terbukanya surga, tertutupnya neraka, dan terikatnya setan adalah tanda kemuliaan Ramadhan. Pada bulan ini, rahmat dan ampunan Allah melimpah, serta gangguan setan terhadap orang beriman berkurang drastis (Fath Al-Bari, 4:114; Syarh Shahih Muslim, 7:167).
Namun demikian, mengapa kemaksiatan masih saja terjadi di bulan Ramadhan?
Abul ‘Abbas Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa setan dibelenggu bagi orang yang menjalankan puasa dengan benar, memperhatikan syarat dan adabnya. Adapun yang tidak menjaga puasanya dengan baik, maka setan tidak sepenuhnya terhalang darinya.
Selain itu, kemaksiatan bisa terjadi karena dorongan hawa nafsu, kebiasaan buruk, dan godaan dari setan manusia. Bisa pula yang dibelenggu adalah sebagian besar setan atau pemimpinnya saja, bukan seluruhnya. Intinya, keburukan tetap ada namun jumlahnya jauh berkurang dibanding bulan lainnya. (Al-Mufhim lima Asykala min Takhlis Kitab Muslim, 3:136; dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 221162).
Karena itu, jika maksiat masih mungkin terjadi di bulan Ramadhan, maka kita dituntut untuk lebih bersabar. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa sabar meninggalkan maksiat lebih berat dibanding sabar dalam menjalankan ketaatan maupun menghadapi musibah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa kesabaran meninggalkan maksiat lahir dari berbagai sebab, di antaranya:
- Mengetahui keburukan dan kehinaan maksiat.
- Rasa malu kepada Allah.
- Menjaga nikmat Allah, terutama nikmat iman, karena dosa dapat mencabutnya.
- Takut kepada murka Allah, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّمَا يَخْشَى اللهُ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama (orang yang berilmu).” (QS. Fathir: 28)
- Cinta kepada Allah.
- Menjaga kehormatan dan kemuliaan diri.
- Mengetahui dampak buruk dosa terhadap hati dan kehidupan.
- Mengingat dekatnya kematian.
- Tidak berlebihan dalam makan, minum, pakaian, tidur, dan pergaulan.
- Kuatnya iman yang tertanam dalam hati, karena semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula kesabarannya.
Semoga Allah menjaga kita dari berbagai bentuk maksiat di bulan Ramadhan dan menjadikan kita istiqamah dalam ketaatan.
Khutbah Kedua
Wahai kaum muslimin, bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Jauhilah segala bentuk perbuatan keji, baik yang tampak maupun tersembunyi. Jagalah ketaatan, shalat Jumat dan jamaah.
Ketahuilah bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Maka bershalawatlah dan ucapkan salam kepadanya.
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى
اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Semoga khutbah ini bermanfaat dan menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat iman, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. (gwn)
Load more