Teks Ceramah Ramadhan 1447 H Singkat: Sunnah-Sunnah yang Mulai Ditinggalkan di Bulan Suci Ramadhan
- Ilustrasi AI
Pertama: Memperbanyak Khatam Al-Quran
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Karena itu, generasi sahabat dan para ulama setelah mereka sangat memperbanyak tilawah di bulan ini. Mereka mampu mengkhatamkan Al-Quran berulang kali. Bahkan Imam asy-Syafi’i rahimahullah dikisahkan mampu khatam dua kali dalam sehari semalam.
Jika manusia mampu begitu sering memegang ponsel dalam berbagai keadaan, seharusnya lebih mampu lagi meluangkan waktu bersama Al-Quran.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi no. 2915)
Kedua: Memperpanjang Berdiri dalam Shalat Tarawih
Pada masa Nabi SAW, beliau melaksanakan shalat malam dengan rakaat yang tidak banyak namun dengan bacaan yang panjang. Di masa berikutnya, ketika jumlah kaum muslimin semakin banyak dan kemampuan mereka berbeda-beda, rakaat ditambah namun bacaan diperpendek agar tetap lama dalam ibadah.
Namun di zaman kita, sering kali bacaan singkat dan rakaat pun sedikit, sehingga durasi ibadah menjadi jauh lebih ringkas.
عن جابر رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ
Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat yang paling utama adalah yang panjang al-qunut.” (HR. Muslim)
Ketiga: Mengakhirkan Shalat Malam
Walaupun tarawih biasa dilaksanakan setelah Isya, sesekali shalatlah di sepertiga malam terakhir bersama keluarga. Waktu tersebut adalah waktu yang sangat utama.
Load more