Teks Ceramah Ramadhan 1447 H Singkat: Sunnah-Sunnah yang Mulai Ditinggalkan di Bulan Suci Ramadhan
- Ilustrasi AI
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat: Bersungguh-sungguh dalam Sahur
Sebagian orang meninggalkan sahur karena merasa mampu berpuasa tanpa makan terlebih dahulu. Padahal sahur mengandung keberkahan yang besar.
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kelima: Bersiwak
Rasulullah SAW tetap bersiwak di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesegaran mulut saat beribadah.
Keenam: Menyegerakan Berbuka
Berbuka tepat waktu bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga bentuk ketaatan kepada sunnah Nabi.
وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Load more