Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ustaz Khalid Basalamah Bilang Rutinkan Amalan Ini
- YouTube/khalidbasalamah
tvOnenews.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadhan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an dan penuh dengan keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi, termasuk pada Ramadhan 2026.
Namun dalam berbagai penjelasan ulama, tidak ada tanggal pasti yang secara mutlak disebut sebagai malam tersebut.
Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa cara terbaik untuk meraih Lailatul Qadar bukanlah dengan menebak tanggal tertentu, melainkan dengan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Menurutnya, Rasulullah SAW mencontohkan kesungguhan dalam mencari malam yang sangat mulia tersebut dengan fokus beribadah selama sepuluh hari terakhir.
“Nabi sallallahu alaihi wasallam fokus mengejar Lailatul Qadar dengan cara mengikat diri selama 10 hari berturut-turut tidak terkecuali itu dengan ibadah,” ujar Ustaz Khalid Basalamah.
Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bahkan melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari malam Lailatul Qadar.
“Mengikat diri di masjid dengan i’tikaf demi untuk mengejar Lailatul Qadar. Karena dengan kita fokus ke 10 hari itu, maka dipastikan mau genap, mau ganjil kita akan coba fokus beribadah,” jelasnya.
Dengan cara tersebut, peluang untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar menjadi lebih besar dibandingkan hanya menebak-nebak kapan malam tersebut datang.
Selain menjelaskan cara mencarinya, Ustaz Khalid Basalamah juga memaparkan beberapa amalan utama yang dianjurkan dilakukan saat berharap bertemu malam Lailatul Qadar.
Amalan pertama yang paling ditekankan adalah melaksanakan shalat malam atau qiyamulail.
Shalat malam bisa berupa shalat tarawih maupun tahajud yang dilakukan setelah tidur.
Menurutnya, kedua ibadah tersebut sangat dianjurkan dan sebaiknya tidak ditinggalkan.
“Yang paling ditekankan sekali adalah Anda shalat malam. Apakah itu tarawih atau Anda kerjakan tahajudnya. Walaupun sama-sama qiyamulail, tapi dari dua ini Anda jangan keluput salah satunya,” ujarnya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, disebutkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Keutamaan tersebut bahkan lebih besar lagi jika ibadah dilakukan pada malam Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang bangun pada malam tersebut karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya akan diampuni.
Selain shalat malam, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah kepada istrinya, Aisyah.
Dalam sebuah riwayat, Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu malam Lailatul Qadar.
Rasulullah kemudian mengajarkan doa yang berbunyi:
“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.”
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai orang yang memohon maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa tersebut memiliki makna yang sangat dalam karena berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa.
Amalan lain yang juga dianjurkan adalah memperbanyak zikir dan istigfar, terutama pada sepertiga malam terakhir.
Waktu tersebut dianggap sebagai saat yang sangat baik untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.
“Kalau Anda mengejarnya di sepertiga malam terakhir, tiga atau empat jam sebelum subuh, fokus di situ. Maka insyaallah memperbanyak istigfar untuk mendapatkan keutamaan,” jelas Ustaz Khalid Basalamah.
Selain itu, i’tikaf juga menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW diketahui rutin melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam riwayat Sahih Bukhari.
I’tikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid dengan tujuan memperbanyak ibadah seperti shalat, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an.
Bagi perempuan, i’tikaf di masjid tetap diperbolehkan, namun banyak ulama yang menyarankan agar mereka lebih fokus beribadah di rumah demi menjaga kenyamanan dan keamanan.
Amalan lain yang tidak kalah penting adalah membaca Al-Qur'an. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan Al-Qur’an karena kitab suci tersebut pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca, memahami, bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan.
Sebagian ulama bahkan mencontohkan bagaimana para sahabat dan tabi’in mempersiapkan diri secara khusus untuk menyambut malam Lailatul Qadar.
Mereka mandi, memakai pakaian terbaik, serta menggunakan minyak wangi sebagai bentuk penghormatan terhadap malam yang sangat dimuliakan tersebut.
Hal itu menunjukkan betapa besar perhatian generasi awal Islam terhadap malam Lailatul Qadar yang dianggap sebagai kesempatan luar biasa untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. (adk)
Load more