Wanita Haid Tetap Bisa Raih Lailatul Qadar, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan
- Freepik
tvOnenews.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadhan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen bagi banyak orang untuk memperbanyak ibadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena keutamaannya yang begitu besar, umat Islam berlomba-lomba menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan berbagai amalan, seperti shalat malam, i’tikaf, membaca Al-Quran, hingga memperbanyak dzikir.
Namun, tidak sedikit perempuan yang merasa khawatir tidak bisa mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar ketika sedang haid.
Lantas, apakah perempuan yang sedang haid tetap bisa meraih malam Lailatul Qadar? Buya Yahya memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus memotivasi agar para perempuan tetap semangat beribadah.

- Pexels/RDNE Stock project
Lailatul Qadar untuk Siapa Saja yang Mengingat Allah
Menurut Buya Yahya, malam Lailatul Qadar bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang sedang dalam keadaan suci.
Siapa pun yang menghidupkan malam tersebut dengan mengingat Allah SWT dan tidak terjerumus dalam maksiat berpeluang mendapatkannya.
“Lailatul Qadar adalah bagi siapa pun dari hamba Allah yang di malam itu ingat Allah. Tidak dalam lubang maksiat,” ujar Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al-Bahjah TV.
Karena itulah, para ulama dan orang-orang saleh memiliki kebiasaan menyambut malam-malam Ramadhan dengan ibadah.
Mereka berusaha agar tidak melewatkan malam yang penuh keberkahan tersebut.
“Budaya para kekasih Allah menghadang malam Lailatul Qadar. Dengan apa? Menghadang Lailatul Qadar dengan ibadah. Sehingga berlomba-lomba, ada i’tikaf, dan sebagainya. Karena biar tidak kelewatan,” kata Buya Yahya.

- iStockPhoto
Mengapa Lailatul Qadar Disembunyikan?
Buya Yahya menjelaskan bahwa Allah SWT sengaja merahasiakan waktu pasti datangnya malam Lailatul Qadar.
Hal ini agar umat Islam terdorong untuk terus memperbanyak amal kebaikan.
“Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah agar orang berlomba-lomba dan agar hidup menjadi benar,” jelasnya.
Ia pun menambahkan bahwa yang terpenting adalah kecerdasan seorang hamba dalam menyambut malam tersebut dengan ibadah.
“Allah sembunyikan, tinggal cerdas Anda menghadang Lailatul Qadar, dengan ibadah,” tambah Buya Yahya.
Wanita Haid Tetap Bisa Mendapatkan Lailatul Qadar
Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa perempuan haid tidak bisa mendapatkan Lailatul Qadar.
Buya Yahya menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.
“Nggak ada malam Lailatul Qadar hanya untuk orang-orang yang suci dari haid. Nggak ada,” tegasnya.
Menurutnya, perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan yang sama selama mereka tetap menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah yang diperbolehkan.
“Orang haid juga boleh dapat Lailatul Qadar, maka hidupkan malam-malam Ramadhan biar pun Anda haid, tetap seperti biasa,” lanjut Buya Yahya.

- Pexels/Thirdman
Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Saat Haid
Meskipun tidak bisa melaksanakan shalat, perempuan yang sedang haid tetap dapat melakukan banyak amalan untuk menghidupkan malam Ramadhan.
Buya Yahya menyarankan agar tetap bangun di tengah malam seperti kebiasaan sebelumnya.
Misalnya, jika biasanya terbiasa shalat tahajud, maka tetap bangun meskipun tidak shalat.
Saat bangun malam tersebut, perempuan bisa melakukan berbagai amalan seperti berdzikir, bershalawat, atau membaca kalimat tauhid sebanyak-banyaknya.
“Libur shalat, adapun bangun malamnya tetap bangun, menyiapkan kopi suami yang lagi shalat, Anda baca dzikir, shalawat, Laila haillallah sebanyak-banyaknya,” ujar Buya Yahya.
Selain itu, membantu suami atau keluarga yang sedang beribadah juga termasuk bentuk kebaikan yang bernilai pahala.
Jangan Memutus Kebiasaan Baik
Buya Yahya juga mengingatkan agar perempuan tidak menjadikan haid sebagai alasan untuk berhenti dari kebiasaan ibadah yang baik.
Menurutnya, kebiasaan baik yang terputus sering kali sulit untuk dimulai kembali.
“Jadi ibadah yang boleh Anda lakukan, termasuk bukan hanya Ramadhan saja. Karena kebiasaan baik itu kalau diputus, apalagi haid Anda haid yang panjang 13 hari, itu dijamin kebiasaan baiknya berubah,” jelasnya.
Ia mencontohkan seseorang yang biasanya bangun malam untuk tahajud bisa saja menjadi malas jika kebiasaan tersebut berhenti terlalu lama.
“Bangun jam 3, biar pun haid, ibadah di tengah malam tidak hanya untuk orang suci. Ibadah dengan dzikir dan sebagainya,” kata Buya Yahya.
Perbanyak Ibadah dan Jauhi Maksiat
Di akhir penjelasannya, Buya Yahya mengingatkan bahwa yang paling penting dalam meraih Lailatul Qadar adalah memperbanyak ibadah, memperbanyak taubat, dan menjauhi perbuatan maksiat.
Sebab, malam yang penuh kemuliaan tersebut diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan demikian, perempuan yang sedang haid tidak perlu berkecil hati.
Selama tetap menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan dzikir, shalawat, doa, dan berbagai kebaikan lainnya, peluang untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar tetap terbuka lebar. (gwn)
Load more