Mau Shalat Dhuha tapi Belum Hafal Surat Adh-Dhuha, Bolehkah pakai Surat Lainnya?
- dok.ilustrasi iStock
Jakarta, tvOnenews.com- Secara umum umat muslim yang shalat Dhuha membaca Adh-Dhuha. Namun kadang kala ada yang belum menghafalnya secara baik.
Sekalipun shalat dhuha hanya shalat sunnah. Ibadah ini sangatlah dianjurkan dalam islam karena punya keistimewaan.
Sehubungan dengan Dhuha, mendiang Syekh Ali Jaber pernah menjelaskan kalau tidak harus membaca surat Adh-Dhuha dan surat Asy Syam .
- dok.ilustrasi iStock
Hal ini tentu memudahkan umat muslim yang belum menghafal surat tersebut. Dia menganjurkan agar tetap belajar.
"Dan tidak harus dibaca surat Asy Syam, banyak jemaah curhat kepada saya keluhannya ingin shalat dhuha tapi tidak hafal wasysyamsi wadhuhaha," jelas Syekh Ali Jaber.
Sebagai solusi, kata ulama Indonesia itu sebaiknya membaca surat pendek yang sudah dihafal. Seperti umumnya mudah dihafalkan yaitu Al Ikhlas.
Menurutnya, sekalipun diulang-ulang surah Al Ikhlas di rakaat berikutnya, tidak masalah.
"Walaupun tidak hafal, mohon maaf, hafal Qulhu baca qulhu, rakaat pertama qulhu, rakaat kedua enggak apa-apa qulhu lagi asalkan shalat dhuha terjaga," pesan Ulama Indonesia itu, dikutip dari YouTube Nashih TV, Senin (30/3/2026).
"Masa gara-gara tidak hafal Asy Syam tidak shalat dhuha," pesannya.
Selain untuk surat -surat yanh dibaca saat shalat Dhuha. Ternyata, dalam praktiknya ternyata mampu disesuaikan kemampuan masing-masing.
Katanya, shalat dhuha tidak harus dikerjakan sebanyak empat atau delapan rakaat, bisa hanya dengan dua rakaat. Meskipun bisa berapapun.
"Shalat dhuha kesempatan tidak harus delapan rakaat, tidak harus enam rakaat, tidak harus empat rakaat," kata Syekh Ali Jaber.
Hal yang perlu disampaikan soal keistimewaan shalat dhuha berupa, sarana zikir anggota badan sampai melancarkan rezeki, memberikan kebahagiaan dan ketenangan hati, membuka pintu rezeki.
Ternyata juga bisa mendatangkan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat, menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat hidup yang diberikan, dan menjaga kesehatan tubuh dan memperpanjang umur.
Namun, jumlah rakaat shalat dhuha yang afdhol dikatakan 4 rakaat. Sementara waktunya, dia tidak spesifikkan tapi bebas sesuai kebutuhan.
"Untuk waktu pelaksanaannya, sendiri pun bisa dibagi bisa habis subuh, atau jam 6.30 jelang kerja (pertengahan) sebentar lagi jam 9 atau 11. Yang paling afdol jumlah rakaatnya yaitu 4 rakaat," pesan Syekh Ali Jaber.(klw)
Waallahualam
Load more