Teks Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Hari Buruh dalam Islam, Saatnya Angkat Martabat Para Pekerja
- tim tvone - syamsul huda
Dalam tafsir Surat At-Taubah Ayat 105, Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-Nya untuk bekerja dan berkaya. Bahkan, dalam hadis riwayat shahih sekalipun termasuk dari Imam Bukhari menyebutkan, seseorang bekerja menggunakan tangan sendiri lebih mulia ketimbang meminta-minta.
Fenomena seperti ini menunjukkan tingginya etos kerja Islam dan penghargaan terhadap jerih payah pekerja.
Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Agama Islam sangat tegas. Islam juga mengatur tentang hak buruh, mulai dari kewajiban membayar upah untuk pekerja secara adil. Dalam hadis riwayat yang mahsyur, Rasulullah SAW bersabda:
"Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering." (HR. Ibnu Majah)
Hadis ini juga dihimpun dalam Bulughul Maram. Hal tersebut memberikan penegasan betapa pentingnya etika dilakukan oleh majikan terhadap pekerja secara manusiawi.
Hadis ini juga menunjukkan bagaimana majikan maupun atasan menghindari kezaliman. Tujuannya untuk tetap menjaga atau menghindari kerenggangan dalam hubungan kerja.
Terkait momentum tanggal 1 Mei, Hari Buruh sebagai waktu terbaik untuk muhasabah Hari Buruh. Maksudnya, kita harus mengintrospeksi apakah kita sudah berlaku adil, baik terhadap atasan maupun pekerja.
Perintah ini telah tercatat dalam dalil Al-Quran melalui Surat An-Nahl, Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat." (QS. An-Nahl, 16:90)
Sayangnya tafsir ini tidak berjalan secara optimal. Kita bisa melihat realitas seperti eksploitasi tenaga kerja hingga ketimpangan upah masih kian terjadi.
Load more