News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apakah Bunuh Diri Bisa Diampuni Allah? Ini Jawaban Buya Yahya

Buya Yahya menjelaskan pandangan Islam mengenai orang yang meninggal karena bunuh diri, termasuk statusnya sebagai dosa besar dan kemungkinan mendapat ampunan?
Selasa, 8 September 2026 - 12:00 WIB
Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

tvOnenews.com - Jika seseorang mengakhiri hidupnya karena merasa tidak lagi sanggup menanggung penderitaan, bagaimana nasibnya di akhirat? Pertanyaan tersebut kerap muncul di tengah pembahasan mengenai hukum bunuh diri dalam Islam.

Dalam ajaran Islam, bunuh diri termasuk perbuatan yang diharamkan dan tergolong dosa besar. Namun, persoalan mengenai nasib seseorang di akhirat tetap berada dalam ketetapan dan kehendak Allah SWT. Sebab, Allah Maha Mengetahui kondisi, penderitaan, serta keadaan batin setiap hamba-Nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trigger Warning: Artikel ini membahas bunuh diri, kematian, dan pandangan keagamaan mengenai nasib seseorang setelah meninggal karena bunuh diri. Pembahasan mungkin terasa sensitif atau memicu bagi sebagian pembaca.

Ilustrasi bunuh diri
Ilustrasi bunuh diri
Sumber :
  • ANTARA

Dilansir dari kanal YouTube Buya Yahya, pendakwah asal Blitar tersebut menjelaskan bahwa bunuh diri merupakan salah satu dosa besar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelakunya tidak serta-merta dapat dipastikan tidak akan memperoleh ampunan Allah SWT.

"Bahkan sebagian mengatakan, 'orang bunuh diri sudah tidak punya iman, su'ul khatimah (akhir hidup yang buruk), sebagian mengatakan tidak ada surga,'" ungkap Buya Yahya.

" Tapi yang benar bunuh diri termasuk dosa besar yang bisa jadi diampuni oleh Allah, tapi ini dosa yang luar biasa, bunuh diri," ucapnya.

Buya Yahya kemudian mengingatkan adanya ancaman siksa bagi orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara tertentu. Ia menyebutkan sebuah hadis yang menggambarkan bahwa seseorang yang melakukan bunuh diri dapat memperoleh siksa dengan cara yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukannya.

"Barangsiapa yang bunuh dirinya sendiri di dunia, dengan apa pun, misalnya pisau. Maka akan disiksa di akhirat dengan hal demikian yang digunakan."

Menurut Buya Yahya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kondisi keimanan seseorang yang meninggal karena bunuh diri. Perbedaan tersebut berkaitan dengan apakah tindakan tersebut menunjukkan hilangnya iman atau tetap menyisakan keimanan dalam diri pelakunya.

"Bisa jadi karena waktu itu tidak ada iman sama sekali, makanya kenapa ikhtilaf (perbedaan pendapat) para ulama di sini, ada yang mengatakan bunuh diri tidak akan disholati, tidak boleh ini itu."

Namun, ia kemudian menjelaskan pandangan Imam Syafii yang mengajarkan agar seorang Muslim tetap berhusnuzan terhadap orang yang meninggal karena bunuh diri.

"Tapi menurut Imam Syafii, agar husnudzon, barangkali masih ada sisa iman di dalam hati, tapi yang lain para ulama mengatakan 'nggak ada iman sama sekali, wong dia nggak percaya Allah akan mencarikan solusi kok, buktinya dia bunuh diri.'"

"Maka mati adalah mati yang nggak ada iman, selamanya di neraka," lanjutnya, merujuk pada salah satu pendapat ulama yang dibahasnya.

Meski terdapat perbedaan pandangan tersebut, Buya Yahya kembali menekankan bahwa bunuh diri bukanlah tindakan yang boleh dianggap sebagai jalan keluar dari persoalan hidup. Ia mengingatkan agar pemahaman mengenai larangan tersebut ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.

"Makanya ini yang kita harus tanamkan di hati anak-anak kita, termasuk minal kabair (dosa besar), dan sampai kapan pun itu akan disiksa."

Buya Yahya juga menjelaskan adanya pandangan ulama yang mengaitkan tindakan bunuh diri dengan kondisi keimanan seseorang pada saat itu. Menurut pandangan tersebut, seseorang yang masih memiliki iman seharusnya meyakini bahwa Allah SWT tetap memberikan jalan keluar atas persoalan yang dihadapinya.

"Apalagi jika benar-benar waktu bunuh diri, tercabutnya iman, karena mungkin, karena analisa para ulama bahwasanya bunuh diri tidak ada iman, kalau ada iman tidak akan bunuh diri, karena dia percaya Allah yang akan menyelesaikan masalahnya, dia seolah-olah tidak punya tuhan lagi, seolah-olah tidak ada yang mampu menyelesaikan masalahnya, makanya sebagian mengatakan batinnya sudah kafir, tidak ada iman dia."

Lebih lanjut, Buya Yahya membedakan antara kondisi seseorang secara lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah, orang yang meninggal karena bunuh diri tetap dapat dipandang sebagai seorang Muslim apabila tidak melakukan perbuatan syirik.

Buya Yahya
Buya Yahya
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Buya Yahya

" Tapi secara thohir (lahiriah), ia dianggap tidak menyekutukan Allah SWT, makanya ia dianggap sebagai mukmin muslim."

Ia kemudian kembali mengingatkan bahwa persoalan keimanan seseorang pada saat meninggal merupakan perkara yang tidak boleh dianggap remeh.

"Tapi secara batin, sudah tidak ada iman dia, makanya luar biasa nauduzbillah, namanya bunuh diri hati-hati, jangan main-main dengan bunuh, maka wahai para orang tua, ajarkan ilmu ini penting, supaya anak-anak kita tidak mengambil hal itu sebagai solusi," tutupnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Curhatan Korban Dugaan Pelecehan Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan, Ceritakan Detik-detik Aksi Pelaku di Ruang Gelap

Curhatan Korban Dugaan Pelecehan Oknum Guru SMAN 1 Pamanukan, Ceritakan Detik-detik Aksi Pelaku di Ruang Gelap

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru di SMAN 1 Pamanukan terus menjadi perhatian dan viral di media sosial. Begini curhatan korban.
Polisi Tangkap Wanita Pencuri Tiga Rumah Kosong di Jaktim, Beraksi Saat Korban Salat dan Rumah Tak Dikunci

Polisi Tangkap Wanita Pencuri Tiga Rumah Kosong di Jaktim, Beraksi Saat Korban Salat dan Rumah Tak Dikunci

Tim Anggota Unit 5 Subdit 3 Tahbang/Resmob meringkus wanita berinisial SAP alias Caca (20) yang melakukan pencurian di sejumlah rumah kosong, wilayah Jakarta Timur
Namnya Terseret Skandal Pelecehan Seksual, Ko Hee-jin Disebut Sampai Kena Mental Sebelum Mundur dari Red Sparks

Namnya Terseret Skandal Pelecehan Seksual, Ko Hee-jin Disebut Sampai Kena Mental Sebelum Mundur dari Red Sparks

Tim asal Daejeon, Red Sparks, secara resmi mengumumkan jika Ko Hee-jin telah memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih menjelang musim baru Liga Voli Korea.
Puan Dukung Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, Ingatkan Harus Bermanfaat

Puan Dukung Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, Ingatkan Harus Bermanfaat

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah pemerintah menambah alokasi anggaran untuk mitigasi bencana. Dia pun mengingatkan anggaran itu harus bermanfaat
Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Bukan Hoaks, Kapolsek Metro Tanah Abang Konfirmasi soal Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengonfirmasi pihaknya memang telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP terhadap kematian Fajar Sahrudin.
Pansus DPRD DKI temukan pengelolaan lokasi parkir belum kantongi izin

Pansus DPRD DKI temukan pengelolaan lokasi parkir belum kantongi izin

Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta menemukan pengelolaan parkir diduga belum mengantongi izin di sejumlah kawasan ramai, termasuk area pertokoan dan kompleks ruko

Trending

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Barang Bukti Ini yang Ditemukan Polisi saat Menemukan Fajar Sahrudin Meninggal Dunia di GBK

Berdasarkan hasil oleh TKP Polsek Tanah Abang bersama Polres Jakarta Pusat kalau penemuan jasad dari Fajar Sahrudin ditemukan di GBK. Kini cuitannya jadi viral
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT