News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Papua Masih Pimpin Klasemen Perolehan medali Peparnas XVI

Kontingen tuan rumah Papua masih pimpin klasemen perolehan medali hingga hari kelima Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI.
Rabu, 10 November 2021 - 03:34 WIB
Atlet lempar cakram Papua Ni Gusti Ayu
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOne

Kontingen tuan rumah Papua rupanya masih kokoh memimpin klasemen perolehan medali hingga hari kelima Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Selasa, Papua terhitung sudah mengumpulkan 108 medali dengan rincian 47 emas, 29 perak dan 32 perunggu.

Sementara peringkat kedua dihuni oleh kontingen Jawa Barat dengan total 86 medali yang terdiri dari 31 emas, 32 perak dan 23 perunggu.

Kemudian Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan 79 medali yang terbagi atas 28 emas, 23 perak dan 28 perunggu.

Selama lima hari berturut-turut, Papua belum bergeser dari posisi puncak. Kondisi ini membuat para atlet semakin termotivasi membuktikan diri dengan meraup medali emas sebanyak-banyaknya guna mengharumkan nama Bumi Cendrawasih.

Sebagai tuan rumah, Papua pun pasti tidak hanya ingin meraih sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi. Itulah mengapa atlet-atletnya begitu bersemangat saat bertanding.

Bahkan medali emas pertama diraih oleh atlet para atletik Papua Abraham Elopere yang finis terdepan pada nomor pertandingan 1.500 meter putra T20 dengan catatan waktu 4 menit 22,63 detik, Sabtu pekan lalu.

Semangat itu nampaknya masih terus membara hingga hari kelima penyelenggaraan Peparnas. Terbukti, pada beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan hari ini, atlet-atlet Papua kerap mendominasi.

Salah satunya pada cabang para menembak yang baru dimulai hari ini di Arena Menembak Indoor, Kampung Harapan, Sentani, Jayapura. Papua meraih dua medali emas dan satu medali perak.

Medali emas itu diraih oleh Juned dari nomor 10 meter air rifle men standing SH1 dan Juned/Wiji Lestari dari nomor 10 meter air rifle standing mixed team. Sedangkan medali perak diraih oleh Wiji Lestari di nomor 100 meter air rifle women standing SH2.

Riau berada pada posisi kedua dengan perolehan satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. Kemudian disusul Jawa Barat dengan dua medali perunggu pada urutan ketiga.

Dari cabang para renang, kekuatan Papua juga masih belum terbendung. Pada hari kedua lomba di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, mendulang 12 medali dengan rincian tujuh emas, dua perak dan tiga perunggu.

Empat emas di antaranya diraih dari nomor 50 meter gaya punggung, masing-masing melalui De Jhon Waromi (S12 putra), Temu Maulati (S12 putri), Isak Mimitauw (S14 putra) dan M. Dandi Sukmana (S15 putra).

Kemudian tiga emas sisanya diraih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu dari Petrus Wis Brif (S7 putra), Silpa Monalisa (S8 putri) dan Karolina Wanggai (S10).

“Hari ini, atlet Papua kembali tampil baik setelah kemarin juga meraih enam emas. Sebenarnya raihan medali bisa lebih banyak, namun ada beberapa klasifikasi digabung. Kami yakin target juara umum bisa tercapai,” kata Ketua NPC Provinsi Papua Jayakusuma.

Tidak berhenti sampai di situ, Papua juga unggul dalam perolehan medali cabang olahraga judo tunanetra hingga hari kedua pertandingan cabang ini di Stadion Trikora Universitas Cendrawasih, Jayapura.

Hingga Selasa, Papua sudah menyabet tiga medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu. Medali emas Papua hari ini disumbangkan oleh Novia Larassati dalam kategori putri kelas 48kg.

Namun pada posisi kedua, Jawa Barat menempel ketat dengan jumlah medali emas yang sama, ditambah satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Pada peringkat ketiga, Kalimantan Selatan mengumpulkan satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu.

Pertandingan Peparnas cabang olahraga judo tunanetra masih akan digelar Sabtu pekan ini dan saat ini menyisakan 12 nomor untuk dipertandingkan.

Selain ketiga cabang tersebut, kontingen Papua hari ini juga menambah medali emas dari cabang para angkat berat lewat Dewi Asih dari kelas 55kg putri.

Dewi Asih berhak atas medali emas setelah mencatatkan total 79 poin dari tiga kali kesempatan mengangkat beban. Pada kesempatan pertama, dia mengangkat beban seberat 73kg, lalu di kesempatan kedua seberat 75kg dan pada kesempatan ketiga mengangkat beban seberat 79kg.

Kemudian dari cabang para tenis meja, Papua mengumpulkan tiga medali emas melalui Tatang di kelas 8 putra, Dimas pada kelas 11 putra dan Bray/Ida dalam kelas ganda campuran 8-10.

Setelah lebih dulu melewati babak penyisihan, sejumlah pertandingan final para tenis meja berlangsung hari ini di Istora Papua Bangkit, Kabupaten Jayapura.

Terakhir, dari cabang para bulu tangkis, atlet Papua Yunia Widya Irianti menyabet medali emas setelah mengalahkan Kustanti Namaliya dari Jawa Tengah dalam laga final nomor SS6 di Kota Jayapura.


Debutan penuh kejutan

Hari kelima penyelenggaraan Peparnas tak hanya menjadi kesempatan bagi atlet-atlet Papua untuk unjuk gigi dan mengumpulkan medali.

Atlet-atlet dari daerah lain pun turut membuktikan diri, terutama mereka yang baru pertama kali mengikuti ajang olahraga bagi penyandang disabilitas terbesar di Tanah Air tersebut.

Meski baru pertama kali, namun mereka rupanya memiliki semangat juang tinggi dan mampu mencetak prestasi membanggakan.

Salah satunya, atlet debutan asal Sumatera Utara Nina Gusmita yang meraih medali emas dan memecahkan rekor nasional cabang para atletik nomor 100 meter T54 putri atau balap kursi roda.

Dia mencatatkan waktu tercepat 18,52 detik, mengalahkan rekor yang sebelumnya dicetak oleh Dina Rulina pada Peparnas 2016 di Jawa Barat dengan waktu 21,92 detik.

Selain Nina, pelari Rifki Ahmad Sholeh dari Jawa Tengah bahkan menyabet sekaligus dua medali emas cabang para atletik pada debutnya dalam Peparnas Papua.

Kedua medali itu dia raih dari nomor 5000 meter T45-46 putra dengan catatan waktu 19 menit 02,83 detik dan nomor 1500 meter T46 putra dengan waktu 4 menit 44,00 detik, yang juga melampaui rekor atlet Maluku Erens Sabandar pada Peparnas 2016 di Jawa Barat dengan torehan 4 menit 50,85 detik.

Kemudian, ada pula Usman, sprinter asal Sulawesi Selatan. Selain menyabet medali emas, dia juga memecahkan rekor nasional para atletik nomor 100 meter T43.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Selasa, Usman mencatatkan waktu tercepat 13,30 detik.

Catatan waktu itu melampaui rekor yang dicetak Arnol Wilil dari Papua pada Peparnas XV di Jawa Barat 2016 lalu dengan waktu 13,97 detik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Senang, bersyukur, sangat bahagia dapat medali. Baru pertama kali ini ikut Peparnas dan dapat emas. Kuncinya banyak berdoa, berlatih keras dan berjuang. Medali ini untuk orang tua di kampung,” kata Usman.

Dengan demikian, terbukti pada Peparnas Papua semua atlet bisa menjadi juara, bahkan atlet baru sekalipun, asalkan memiliki tekad kuat dan semangat pantang menyerah.(umm/ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Inilah Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Inilah Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Komisaris Independen PT KAI, Endang Tirtana, menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, kompetensi, empati, dan kemanusiaan di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Tim PUBG Mobile Indonesia Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Blunder Jadi Biang Kerok

Tim PUBG Mobile Indonesia Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Blunder Jadi Biang Kerok

Tim PUBG Mobile Indonesia buka suara usai harus mengubur asa meraih medali Asian Games 2026 setelah gagal mempertahankan posisi tiga besar hingga pertandingan berakhir. Skuad Garuda finis keempat dengan koleksi 95 poin.
Reaksi Tak Terduga Juventus usai Francisco Conceicao Alami Cedera saat Portugal Kalahkan Norwegia

Reaksi Tak Terduga Juventus usai Francisco Conceicao Alami Cedera saat Portugal Kalahkan Norwegia

Juventus dilaporkan tidak mencemaskan kondisi Francisco Conceicao yang menderita cedera saat membela Portugal. Itu terjadi saat Selecao das Quinas mengalahkan Norwegia dengan skor 2-1.
Tinju Dunia: Daniel Dubois vs Fabio Wardley 2, Sang Juara Janji Akhiri Duel Lebih Cepat

Tinju Dunia: Daniel Dubois vs Fabio Wardley 2, Sang Juara Janji Akhiri Duel Lebih Cepat

Daniel Dubois berjanji akan mengalahkan Fabio Wardley lebih cepat saat keduanya kembali berhadapan di pertarungan ulang, yang juga memperebutkan gelar juara kelas berat WBO.
WTA Umumkan Janice Tjen akan Berpasangan dengan Legenda Tenis Dunia di Ajang Guangzhou Open 2026

WTA Umumkan Janice Tjen akan Berpasangan dengan Legenda Tenis Dunia di Ajang Guangzhou Open 2026

Petenis kebanggan Indonesia, Janice Tjen, akan berpasangan dengan legenda tenis dunia, Venus Williams pada gelaran Guangzhou Open 2026.
Perluas Akses Permodalan, UMKM di Kalsel Didorong Lebih Produktif

Perluas Akses Permodalan, UMKM di Kalsel Didorong Lebih Produktif

Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan diperkuat melalui kerja sama penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Penilaian Jujur, Panggilan Khusus Lee Min-young, hingga Maknae Hyundai Hillstate Terpukau dengan Megatron

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar penilaian jujur pevoli senior hingga pesan untuk Megawati Hangestri.
Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Buku Ini Hadirkan Memoar Anak Buruh Tani Versi Inggris

Buku Ini Hadirkan Memoar Anak Buruh Tani Versi Inggris

Memoar perjalanan anak buruh tani asal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, hingga membangun kehidupan di Amerika Serikat diterbitkan dalam edisi bahasa Inggris.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT