News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dari Meksiko ke Indonesia, Padel vs Tenis: Olahraga Mirip Tapi Beda Jauh, Mana yang Lebih Seru? Simak 8 Faktanya!

Serba-serbi olahraga Padel: Olahraga kekinian yang mirip tenis tapi punya ciri unik sendiri. Tak heran jika komunitas urban kini melirik padel sebagai alternatif gaya hidup sehat
Rabu, 5 November 2025 - 09:22 WIB
Wulan Guritno Bermain Padel
Sumber :
  • instagram

tvOnenews.com - Lagi digandrungi banyak orang, tapi olahraga padel dan tenis apakah sama? Tapi kok bola dan raket yang dipakai berbeda? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Dunia olahraga kini tengah diramaikan dengan kemunculan berbagai jenis permainan baru yang memadukan keseruan, strategi, dan interaksi sosial. Salah satunya adalah padel, olahraga raket yang sedang naik daun di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekilas mirip dengan tenis, padel sebenarnya menawarkan pengalaman bermain yang sangat berbeda, lebih cepat, lebih taktis, dan tentu saja lebih seru untuk dimainkan bersama teman.

Padel menjadi tren karena sifatnya yang inklusif dan mudah dipelajari. Berbeda dari tenis yang cenderung menuntut teknik tinggi, padel bisa dimainkan oleh siapa pun, dari anak muda hingga orang dewasa, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali memegang raket. 

Tak heran jika banyak komunitas urban kini mulai melirik padel sebagai alternatif gaya hidup sehat yang juga menyenangkan. Lalu, apa saja hal menarik seputar olahraga padel dan apa bedanya dengan tenis? 

Wulan Guritno
Wulan Guritno
Sumber :
  • instagram

 

Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkap soal Padel Vs Tenis:

1. Asal Usul dan Popularitas Padel

Padel pertama kali ditemukan di Meksiko pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera. Ia memodifikasi lapangan squash di rumahnya dengan menambahkan elemen tenis lapangan. Tak disangka, ide sederhana itu menjadi cikal bakal olahraga padel modern. 

Beberapa tahun kemudian, padel menyebar ke Spanyol dan Argentina, lalu berkembang pesat hingga menjadi olahraga favorit di Eropa.

Kini, Spanyol disebut sebagai “tanah air padel” karena memiliki ribuan lapangan aktif dan pemain profesional. Popularitasnya pun merambah ke Asia, termasuk Indonesia, dengan semakin banyaknya klub dan fasilitas padel baru di kota-kota besar.

2. Lapangan: Lebih Kecil, Tapi Penuh Strategi

Kalau tenis dimainkan di lapangan terbuka, padel justru dimainkan di lapangan berdinding kaca atau logam dengan ukuran 20 x 10 meter, lebih kecil dari lapangan tenis yang panjangnya mencapai 23,77 meter. 

Dinding ini bukan sekadar pembatas, tapi bagian dari strategi permainan karena bola boleh memantul ke dinding sebelum dikembalikan.

Permainan ini menuntut refleks cepat dan kemampuan membaca arah pantulan bola, sehingga terasa seperti perpaduan antara tenis dan squash. Hasilnya, padel menjadi olahraga yang intens namun tetap seru dan dinamis.

3. Raket: Lebih Ringkas dan Mudah Dikendalikan

Raket padel memiliki bentuk padat tanpa senar, berbeda dengan raket tenis yang menggunakan jaring senar lentur. Permukaannya dipenuhi lubang-lubang kecil agar tetap ringan dan memberikan efek kontrol yang baik.

Desain ini membuat raket padel lebih mudah dikendalikan, terutama bagi pemain pemula yang belum terbiasa dengan teknik pukulan kuat seperti dalam tenis. Jadi, jika kamu mencari olahraga raket yang tidak terlalu sulit secara teknis, padel bisa jadi pilihan ideal.

4. Bola dan Servis: Mirip Tapi Tak Sama

Sekilas bola padel terlihat identik dengan bola tenis, namun ternyata berbeda dari segi tekanan udara. Bola padel memiliki tekanan lebih rendah sehingga pantulannya lebih lembut dan tidak terlalu tinggi.

Selain itu, servis dalam padel dilakukan dari bawah pinggang (underhand), bukan dari atas kepala seperti tenis. Hal ini membuat permainan terasa lebih mudah diikuti oleh semua usia, termasuk bagi pemula yang belum menguasai servis kuat ala pemain tenis profesional.

5. Aturan Main: Kombinasi Tenis dan Squash

Padel selalu dimainkan secara ganda, dua lawan dua. Skor yang digunakan sama seperti tenis, yakni 15–30–40–game. Namun, perbedaan utamanya terletak pada penggunaan dinding. 

Bola boleh memantul ke dinding belakang atau samping sebelum dikembalikan ke lawan, mirip dengan permainan squash.

Sistem pantulan ini membuat strategi dan komunikasi antar-pemain sangat penting. Tak jarang, kemenangan dalam padel ditentukan bukan oleh kekuatan, tapi kecerdikan dalam memanfaatkan pantulan bola.

6. Tingkat Kesulitan dan Durasi Permainan

Padel cenderung lebih mudah dipelajari dibanding tenis. Tidak diperlukan kekuatan besar, tetapi lebih pada kecepatan reaksi dan kerja sama tim. Karena lapangannya lebih kecil, permainan pun berlangsung lebih cepat dan efisien.

Jika tenis bisa berlangsung hingga dua jam, padel biasanya hanya memakan waktu 45–60 menit per sesi. Format ini cocok bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa harus menghabiskan waktu lama di lapangan.

7. Manfaat Kesehatan Bermain Padel

Selain menyenangkan, padel juga memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh dan mental.
Melatih jantung dan stamina. Gerakan cepat dan berpindah arah melatih sistem kardiovaskular serta daya tahan tubuh.
Membakar kalori. Dalam satu jam permainan, pemain bisa membakar sekitar 400–600 kalori, cukup efektif untuk menjaga berat badan ideal.
Melatih keseimbangan dan koordinasi. Karena padel mengandalkan refleks dan pergerakan cepat, otot inti dan keseimbangan tubuh akan semakin terlatih.
Meningkatkan mood. Padel merangsang pelepasan hormon endorfin dan menjadi sarana bersosialisasi yang positif, membantu mengurangi stres dan kelelahan mental.

8. Tren Padel di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, padel mulai dikenal di Indonesia melalui klub olahraga dan hotel-hotel premium yang menyediakan lapangan khusus. Komunitas pemain padel pun tumbuh cepat, terutama di Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Dengan konsep permainan yang ringan namun kompetitif, padel digadang-gadang sebagai olahraga gaya hidup baru yang cocok untuk masyarakat urban yang sibuk tapi tetap ingin aktif dan bersosialisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padel dan tenis memang memiliki akar yang sama, namun keduanya menawarkan pengalaman bermain yang berbeda. Tenis menonjolkan kekuatan dan teknik, sementara padel lebih menekankan strategi, refleks, dan kerja sama tim.

Bagi kamu yang ingin mencoba sesuatu yang baru, seru, dan tetap menyehatkan, padel bisa jadi pilihan olahraga modern yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. (udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tok! AFC Resmi Tolak Sepenuhnya Banding Persib Atas Sanksi Akibat Ulah Bobotoh, Bayar Denda Rp3,57 Miliar Hingga Laga Tanpa Suporter di Kompetisi Asia

Tok! AFC Resmi Tolak Sepenuhnya Banding Persib Atas Sanksi Akibat Ulah Bobotoh, Bayar Denda Rp3,57 Miliar Hingga Laga Tanpa Suporter di Kompetisi Asia

Keputusan Komite Banding AFC yang diumumkan Kamis (13/8/2026) ini pun memastikan Persib Bandung tak bisa menggelar pertandingan dengan penonton, sanksi denda hingga pantauan ketat AFC sepanjang kompetisi Asia. 
Andi Gani Ngaku Kantongi Nama Partai Politik yang Tidak Berpihak ke Buruh

Andi Gani Ngaku Kantongi Nama Partai Politik yang Tidak Berpihak ke Buruh

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku mengantongi nama partai politik (parpol) yang tidak memikir keberpihakan kepada buruh.
Nasib Keuangan Weton Jumat Kliwon Tanggal 14 Agustus 2026, Siap-siap Hujan Rezeki sambil Awasi Potensi Apesnya

Nasib Keuangan Weton Jumat Kliwon Tanggal 14 Agustus 2026, Siap-siap Hujan Rezeki sambil Awasi Potensi Apesnya

Di satu sisi, celah rezeki nomplok terbuka lebar. Namun, di sisi lain ada potensi ancaman pengeluaran tak terduga juga mengintai pemilik weton Jumat Kliwon.
10 Tradisi Unik di Indonesia untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ada Grebeg Maulud hingga Bale Saji

10 Tradisi Unik di Indonesia untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ada Grebeg Maulud hingga Bale Saji

Berikut sepuluh tradisi perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dari berbagai daerah di Indonesia yang tak hanya unik, tapi syarat akan kebudayaan dan kebersamaan.
Prabowo Bakal Ubah Buku Pelajaran Sekolah, DPR Minta Pakar Pendidikan Dilibatkan hingga Uji Publik

Prabowo Bakal Ubah Buku Pelajaran Sekolah, DPR Minta Pakar Pendidikan Dilibatkan hingga Uji Publik

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai tidak masalah dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengubah buku pelajaran sekolah.
BSKDN Perkuat Tata Kelola Inovasi Lewat Pelindungan Kekayaan Intelektual, SINTESIS Salah Satu Contohnya

BSKDN Perkuat Tata Kelola Inovasi Lewat Pelindungan Kekayaan Intelektual, SINTESIS Salah Satu Contohnya

Inovasi tata kelola pemerintahan perlu dijalankan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai gagasan maupun hasil kerja semata. Salah satunya melalui pelindungan kekayaan intelektual.

Trending

Siapa Nadhea Devi? Wanita yang Viral Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Siapa Nadhea Devi? Wanita yang Viral Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Sosok perempuan bernama Nadhea Devi dituding netizen sebagai sosok gadis baju putih yang tawarkan challenge hafalan surat Ad-Dhuha dengan sebotol miras Newport.
Hellyana ke MK: Hukum Pidana Harus Ada Asas Geen Straf Zonder Schuld, Ijazah Palsu Wajib Diketahui

Hellyana ke MK: Hukum Pidana Harus Ada Asas Geen Straf Zonder Schuld, Ijazah Palsu Wajib Diketahui

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, melalui Tim Kuasa Hukum dari Law Firm MZA & Partners, secara resmi mengajukan permohonan pengujian materiil
Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan berpeluang menjalani debut UFC dalam waktu dekat setelah baru saja mendapatkan kontrak dari organisasi MMA terbesar di dunia tersebut.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Agustus 2026: Ada yang Dipercaya Atasan hingga Dapat Peluang Baru

5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Agustus 2026: Ada yang Dipercaya Atasan hingga Dapat Peluang Baru

Ramalan karier besok 14 Agustus 2026 mengungkap 5 zodiak paling beruntung di dunia kerja. Ada yang berpeluang mendapat kepercayaan atasan hingga proyek baru.
Besok Presiden Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan, DPR Harap Gaji dan Tunjangan Guru Naik

Besok Presiden Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan, DPR Harap Gaji dan Tunjangan Guru Naik

Presiden RI, Prabowo Subianto akan memberikan pidato nota keuangan dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2026 besok.
Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT