Megawati Hangestri Pernah Jadi Pemain yang Paling Ditakuti di Korea? Dua Musim Jadi MVP, Ini Rekor Gila dan Poin Tertingginya Bersama Red Sparks
- instagram megawatihangestrip
tvOnenews.com - Apa yang membuat Megawati Hangestri Pertiwi begitu ditakuti di Korea Selatan? Jawabannya bukan sekadar kekuatan pukulan.
Di kompetisi sekelas V-League, ia menjelma menjadi penyerang komplet: cerdas membaca blok, piawai memanfaatkan ruang, dan konsisten dalam tekanan tinggi.
Kombinasi teknik dan taktik itulah yang membuat namanya cepat melambung bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Dalam dua musim beruntun, Megawati tak hanya menjadi tulang punggung serangan, tetapi juga meraih predikat Most Valuable Player (MVP) versi putaran reguler dan pilihan penggemar.
Data resmi KOVO (Korea Volleyball Federation) mencatat kontribusinya menempatkan Red Sparks bersaing di papan atas, sekaligus mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu opposite paling produktif di liga Voli Korea Selatan.
Pada musim debutnya 2023–2024, ia menembus 700+ poin sepanjang musim reguler dan beberapa kali mencatatkan laga 30+ poin.
Bahkan, salah satu performa tertingginya menyentuh 38 poin dalam satu pertandingan, angka yang menegaskan statusnya sebagai mesin angka Red Sparks (sumber: KOVO match report & statistik resmi klub).
Variasi Serangan yang Membuat Blok Lawan Salah Baca
Di lapangan, setiap reli adalah duel kecerdikan. Bersama Red Sparks, Megawati menunjukkan bahwa variasi serangan adalah kunci.
Quick attack, back attack, hingga tip terukur membuat pertahanan lawan kerap terkecoh. Tak jarang ia melakukan spike tanpa satu pun blok di depannya karena pergerakan umpan yang terencana memancing middle blocker meninggalkan pos.

- KOVO
Salah satu momen paling menonjol terjadi saat menghadapi Hyundai Hillstate. Skema dimulai dari receive sempurna yang memberi setter kebebasan membaca situasi.
Pergerakan pemain depan dibuat agresif untuk memancing blok. Ketika middle blocker terpancing quick attack, bola justru diarahkan ke Megawati yang sudah mengambil ancang-ancang dari belakang.
Spike keras tanpa blok pun tak terhindarkan. Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, terlihat bertepuk tangan sambil memberi pujian dari tepi lapangan.
Efektivitas ini bukan kebetulan. Menurut statistik KOVO, rasio keberhasilan serangan (attack success rate) Megawati konsisten berada di papan atas untuk posisi opposite.
Ia bukan hanya finisher, tetapi juga pembaca permainan yang tahu kapan harus memukul keras dan kapan menempatkan bola.
Reporter Korea Histeris, Back Attack Jadi Senjata Pamungkas
Aksi Megawati kembali menyita perhatian saat Red Sparks berjumpa AI Peppers. Servis presisi memaksa receive lawan tak sempurna.
Pola cepat kembali dimainkan untuk mengalihkan fokus blok. Ketika umpan akhirnya mengarah ke Megawati, hanya satu blocker yang tersisa.
Perbedaan timing dan power membuat duel berakhir mutlak. Spike tajamnya memancing teriakan kagum reporter di arena.
Julukan “ratu back attack” melekat karena konsistensinya menyerang dari lini belakang. Dalam banyak laga tandang, lawan terlalu fokus pada open spike di depan.
Saat tiga blocker terkunci pada pergerakan quick, bola tiba-tiba diarahkan ke Megawati di belakang. Hasilnya hampir selalu poin.
Pada 7 Februari 2025, saat Hyundai Hillstate kembali bertandang ke markas Red Sparks, pola serupa terulang.
Gerak tipu pemain depan sukses memancing blok, memberi ruang bebas bagi Megawati. Ketika lawan menyadari arah umpan, semuanya sudah terlambat bola lebih dulu menghantam lantai.

- KOVO
Dua Musim MVP dan Rekor Poin Tertinggi
Prestasi individualnya menguatkan narasi tersebut. Dalam dua musim, Megawati meraih penghargaan MVP putaran reguler dan masuk jajaran top scorer liga (data: KOVO season awards & statistik resmi 2023–2025).
Total poin musimannya menembus 700+ pada musim pertama dan kembali berada di kisaran tertinggi pada musim berikutnya. Catatan laga 30–38 poin menjadi bukti kapasitasnya menggendong tim di pertandingan besar.
Lebih dari sekadar angka, dampaknya terasa pada performa kolektif Red Sparks. Kombinasi Megawati dengan setter yang cerdik membaca blok membuat tim sulit ditebak. Ketika tiga penyerang berada dalam performa puncak, celah sekecil apa pun berujung fatal bagi lawan.
Megawati Hangestri Pertiwi bukan hanya ikon Indonesia di Korea Selatan, tetapi simbol evolusi opposite modern: kuat, adaptif, dan taktis.
Setiap loncatannya adalah hasil strategi matang. Tak heran jika dalam dua musim, ia berubah dari debutan asing menjadi pemain yang ditakuti dan dibicarakan di V-League. (udn)
Load more