GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Megawati Hangestri Pernah Jadi Pemain yang Paling Ditakuti di Korea? Dua Musim Jadi MVP, Ini Rekor Gila dan Poin Tertingginya Bersama Red Sparks

Dalam dua musim beruntun di Red Sparks, Megawati Hangestri tak hanya menjadi tulang punggung serangan, tetapi juga meraih predikat Most Valuable Player (MVP)
Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:11 WIB
Megawati Hangestri Pernah Jadi Pemain yang Paling Ditakuti di Korea? Dua Musim Jadi MVP, Ini Rekor Gila dan Poin Tertingginya Bersama Red Sparks
Sumber :
  • instagram megawatihangestrip

tvOnenews.com - Apa yang membuat Megawati Hangestri Pertiwi begitu ditakuti di Korea Selatan? Jawabannya bukan sekadar kekuatan pukulan. 

Di kompetisi sekelas V-League, ia menjelma menjadi penyerang komplet: cerdas membaca blok, piawai memanfaatkan ruang, dan konsisten dalam tekanan tinggi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombinasi teknik dan taktik itulah yang membuat namanya cepat melambung bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Dalam dua musim beruntun, Megawati tak hanya menjadi tulang punggung serangan, tetapi juga meraih predikat Most Valuable Player (MVP) versi putaran reguler dan pilihan penggemar. 

Data resmi KOVO (Korea Volleyball Federation) mencatat kontribusinya menempatkan Red Sparks bersaing di papan atas, sekaligus mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu opposite paling produktif di liga Voli Korea Selatan. 

Pada musim debutnya 2023–2024, ia menembus 700+ poin sepanjang musim reguler dan beberapa kali mencatatkan laga 30+ poin. 

Bahkan, salah satu performa tertingginya menyentuh 38 poin dalam satu pertandingan, angka yang menegaskan statusnya sebagai mesin angka Red Sparks (sumber: KOVO match report & statistik resmi klub).

Variasi Serangan yang Membuat Blok Lawan Salah Baca

Di lapangan, setiap reli adalah duel kecerdikan. Bersama Red Sparks, Megawati menunjukkan bahwa variasi serangan adalah kunci. 

Quick attack, back attack, hingga tip terukur membuat pertahanan lawan kerap terkecoh. Tak jarang ia melakukan spike tanpa satu pun blok di depannya karena pergerakan umpan yang terencana memancing middle blocker meninggalkan pos.

Megawati Hangestri di Red Sparks
Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Salah satu momen paling menonjol terjadi saat menghadapi Hyundai Hillstate. Skema dimulai dari receive sempurna yang memberi setter kebebasan membaca situasi. 

Pergerakan pemain depan dibuat agresif untuk memancing blok. Ketika middle blocker terpancing quick attack, bola justru diarahkan ke Megawati yang sudah mengambil ancang-ancang dari belakang. 

Spike keras tanpa blok pun tak terhindarkan. Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, terlihat bertepuk tangan sambil memberi pujian dari tepi lapangan.

Efektivitas ini bukan kebetulan. Menurut statistik KOVO, rasio keberhasilan serangan (attack success rate) Megawati konsisten berada di papan atas untuk posisi opposite. 

Ia bukan hanya finisher, tetapi juga pembaca permainan yang tahu kapan harus memukul keras dan kapan menempatkan bola.

Reporter Korea Histeris, Back Attack Jadi Senjata Pamungkas

Aksi Megawati kembali menyita perhatian saat Red Sparks berjumpa AI Peppers. Servis presisi memaksa receive lawan tak sempurna.

Pola cepat kembali dimainkan untuk mengalihkan fokus blok. Ketika umpan akhirnya mengarah ke Megawati, hanya satu blocker yang tersisa. 

Perbedaan timing dan power membuat duel berakhir mutlak. Spike tajamnya memancing teriakan kagum reporter di arena.

Julukan “ratu back attack” melekat karena konsistensinya menyerang dari lini belakang. Dalam banyak laga tandang, lawan terlalu fokus pada open spike di depan. 

Saat tiga blocker terkunci pada pergerakan quick, bola tiba-tiba diarahkan ke Megawati di belakang. Hasilnya hampir selalu poin.

Pada 7 Februari 2025, saat Hyundai Hillstate kembali bertandang ke markas Red Sparks, pola serupa terulang. 

Gerak tipu pemain depan sukses memancing blok, memberi ruang bebas bagi Megawati. Ketika lawan menyadari arah umpan, semuanya sudah terlambat bola lebih dulu menghantam lantai.

Megawati Hangestri di Red Sparks
Megawati Hangestri di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Dua Musim MVP dan Rekor Poin Tertinggi

Prestasi individualnya menguatkan narasi tersebut. Dalam dua musim, Megawati meraih penghargaan MVP putaran reguler dan masuk jajaran top scorer liga (data: KOVO season awards & statistik resmi 2023–2025). 

Total poin musimannya menembus 700+ pada musim pertama dan kembali berada di kisaran tertinggi pada musim berikutnya. Catatan laga 30–38 poin menjadi bukti kapasitasnya menggendong tim di pertandingan besar.

Lebih dari sekadar angka, dampaknya terasa pada performa kolektif Red Sparks. Kombinasi Megawati dengan setter yang cerdik membaca blok membuat tim sulit ditebak. Ketika tiga penyerang berada dalam performa puncak, celah sekecil apa pun berujung fatal bagi lawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Megawati Hangestri Pertiwi bukan hanya ikon Indonesia di Korea Selatan, tetapi simbol evolusi opposite modern: kuat, adaptif, dan taktis. 

Setiap loncatannya adalah hasil strategi matang. Tak heran jika dalam dua musim, ia berubah dari debutan asing menjadi pemain yang ditakuti dan dibicarakan di V-League. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Pekerja Bangunan di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Tewas di Atap Rumah, Diduga Tersengat Listrik

Seorang pekerja bangunan ditemukan tewas di atap rumah warga di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki atap rumah warga, Selasa (17/2).
Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Hilal Masih Mustahil Terlihat, Kemenag: Ramadan 1447 H Diperkirakan Mulai 19 Februari 2026

Berdasarkan perhitungan hisab, Kemenag memperkirakan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara astronomis berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.
BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

BREAKING NEWS Resmi 1 Ramadhan 1447 Hijriah Jatuh Pada 19 Februari 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi umumkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo Komentari Gaya Balap Marc Marquez Jelang MotoGP 2026, Sebut The Baby Alien Kini Mirip dengan....

Jorge Lorenzo menyoroti perubahan besar gaya balap Marc Marquez jelang MotoGP 2026. Legenda asal Spanyol itu menilai gaya balap The Baby Alien kini lebih halus.
Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Terungkap! Jurgen Klopp Tolak MU, Agen Malah Buka Peluang Latih Timnas Inggris

Agen Jurgen Klopp ungkap kliennya menolak tawaran Manchester United (MU) dan Chelsea. Peluang latih Timnas Inggris sempat terbuka sebelum ia gabung Red Bull.
Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Polres Bojonegoro Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa dan 60 Perkara PPA Sepanjang 2024–2025

Satuan Reserse Kriminal Polres Bojonegoro mencatatkan pengungkapan sejumlah perkara menonjol dalam periode kepemimpinan AKP Bayu Adjie Sudarmono sebagai Kasat Reskrim.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Bersinar di Red Sparks, Megawati Hangestri Sudah Diperkenalkan sebagai Pemain Asing Sejak Awal di Jakarta Pertamina Enduro

Megawati Hangestri membuktikan kualitasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di Proliga 2026. Sejak awal musim sudah “diperkenalkan” sebagai pemain asing
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT