Hendra Basir Tegas Bantah Tuduhan Pelecehan dan Kekerasan Fisik Terhadap 8 Atlet Usai Dinonaktifkan Sebagai Pelatih Panjat Tebing Indonesia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com -Â Pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir dengan tegas membantah telah melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap delapan atlet.
Kabar mengejutkan ini mencuat setelah beredarnya Surat Keputusan (SK) oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), yang menyebutkan bahwa federasi secara resmi menonaktifkan sementara, Hendra Basir selaku pelatih pelatnas panjat tebing.Â
Dalam SK tersebut dijelaskan bahwa sebanyak delapan atlet melakukan pengaduan kepada Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid bahwa mereka mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa pelecehan seksual hingga kekerasan fisik.
Laporan delapan atlet yang didampingi oleh psikolog itu membuat FPTI mengeluarkan keputusan untuk menonaktifkan sementara Hendra Basir sebagai kepala pelatih tim panjat tebing Indonesia
Hal ini kemudian telah dibenarkan oleh Yenny Wahid selaku Ketum FPTI, dan meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari pihak FPTI.
"Ya betul. Nanti tunggu saja pengumuman resminya," kata Yenny saat dihubungi tvOnenews.com, Selasa (24/2/2026).
Tak lama kemudian, Hendra Basir memberikan pernyataan bahwa dirinya membantah telah melakukan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada delapan atlet panjat tebing Indonesia.
"Silakan ditanyakan kepada delapan atlet terkait, bagian yang mana saya melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik," kata Hendra Basir, dikutip dari Antara.
Selain itu Hendra juga mengatakan bahwa diriany belaum pernah sama sekali diimbau untuk mengklarifikasi terkait dugaan tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik yang dituduhkan kepadanya sejak SK dari FPTI terkait penonaktifan sebagai pelatih kepala diterbitkan.
Hendra Basir lebih lanjut mengatakan bahwa pola latihan yang keras dan disiplin memang sudah diterapkan kepada setiap atlet yang dilatihnya sejak 2012.
Hendra Basir lebih lanjut mengakui bahwa dirinya memang terkenal galak dalam melatih para atlet. Namun hal itu merupakan bagian dari proses untuk membentuk mental dan fisik yang prima, agar mampu bersaing pada level tertinggi, sehingga bukan untuk menyiksa atau menganiaya para atlet panjat tebing yang dilatihnya.
Sementara itu, Wahyu Pristiawan Buntoro selaku Sekretaris Umum PP FPTI mengungkapkan bahwa pihak federasi telah membentuk tim pencari fakta (TPF) terkait penonaktifan Hendra Basir selaku pelatih kepala yang diduga melakukan pelecehan maupun kekerasan fisik.
"Jadi sesuai surat keputusan (SK) organisasi, maka Hendra Basir diperhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata Wahyu pada Selasa (24/2/2026).
(ant/nad)
Load more