Pelatih Conor McGregor Prediksi Hasil Duel Khamzat Chimaev vs Strickland: Perang Mental Jadi Penentu
- ANTARA/HO-MMA Fighting/am.
tvOnenews.com - Pertarungan antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland di ajang UFC 328 semakin memanas, terutama karena intensitas perang mental yang terjadi menjelang laga.
Ketegangan ini terlihat jelas sejak konferensi pers hingga sesi face off, di mana keduanya terus saling memancing emosi.
Perseteruan yang berkembang bahkan disebut telah berlangsung lama, membangun narasi rivalitas sebelum pertarungan perebutan sabuk juara kelas menengah UFC ini benar-benar digelar.
- Youtube MMAWeekly.com
Situasi tersebut menunjukkan bahwa duel ini bukan sekadar adu teknik, tetapi juga pertarungan psikologis.
Petarung Gilbert Burns sebelumnya mengakui bahwa Chimaev sempat memengaruhi kondisi mentalnya sebelum mereka bertemu di Octagon, terutama karena tingkat kepercayaan diri tinggi yang dimiliki petarung tak terkalahkan tersebut.
Meski berusaha tetap tenang selama persiapan, Chimaev mengungkapkan bahwa komentar Strickland cukup memancing emosinya, hingga ia sempat menendang lawannya saat sesi tatap muka sebelum diamankan oleh petugas.
Situasi ini mendapat sorotan dari John Kavanagh, pelatih dari Conor McGregor, yang dikenal memahami betul dampak permainan psikologis dalam pertarungan.
Ia mempertanyakan apakah Strickland sengaja mencoba mengganggu fokus Chimaev agar bertarung secara emosional.
Kavanagh mengaitkan situasi ini dengan momen bersejarah saat Conor McGregor mengalahkan José Aldo dalam waktu 13 detik pada 2015—sebuah kemenangan yang kerap dikaitkan dengan emosi Aldo yang terpancing sebelum laga.
Menurutnya, agresivitas Khamzat Chimaev serta ketidaksukaannya terhadap lawan justru bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik, terutama dalam pertarungan berdurasi panjang.
“Mungkin ini hanya ulah Sean yang memang seperti itu, tapi mungkin ini langkah untuk membuat KC (Chimaev) melupakan apa yang telah dia pelajari tentang manajemen energi,” tulis Kavanagh di X.
“Jika dia menyerang dengan sangat agresif dan tidak menyelesaikan pertarungan di dua ronde pertama, Sean akan mengalahkannya di ronde-ronde akhir. Jika dia mengendalikan emosinya, bertarung dengan tenang, maka kemenangan ala DDP (Dricus du Plessis) di ronde kelima.”
Sementara itu, Stephen Thompson menilai bahwa Strickland memiliki peluang untuk memanfaatkan gaya agresif Chimaev sejak ronde awal, misalnya dengan serangan lutut terbang saat lawannya maju menekan.
Seperti diketahui, julukan ‘Borz’ yang melekat pada Chimaev mencerminkan gaya bertarungnya yang cenderung langsung menekan sejak awal laga. Namun, pendekatan tersebut juga berisiko jika emosi mengambil alih strategi.
Di sisi lain, upaya provokasi juga tampak dilakukan oleh Strickland, yang terlihat terpancing emosi setelah insiden tendangan dari Chimaev sebelum keduanya dipisahkan oleh petugas keamanan.
Load more