Bicara Soal Prinsip, Reidel Toiran Hargai Keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk Pensiun dari Timnas Voli Indonesia
- Instagram/diamondfoodvc
Jakarta, tvonenews.com - Pelatih Timnas Voli Indonesia, Reidel Toiran menghargai keputusan Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk pensiun membela Merah Putih.
Sempat mendapatkan panggilan dari PBVSI sebelum AVC Men's Cup 2026, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar memutuskan untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia. Bahkan dia mundur sebelum kepemimpinan Skuad Garuda dipegang oleh Reidel Toiran.
Sebagai mantan rekan satu tim dan kini menjadi pelatihnya, Reidel Toiran mengaku terkejut ketika Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar tetap pada keteguhannya untuk mundur dari Timnas Voli Indonesia.
Padahal, Rivan Nurmulki menjadi salah satu kunci keberhasilan Timnas Indonesia, termasuk threepeat medali emas SEA Games dan gelar juara SEA V League yang kini berganti nama menjadi SEA V Cup.
Bahkan setelah beberapa bulan setelah mundur, pelatih asal Kuba ini tak menampik sempat ingin memasukkan nama Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar untuk daftar Asian Games 2026.
"Ya. Kami akan memanggil sekitar 20 sampai 22 pemain (untuk Asian Games 2026)," kata Reidel Toiran.
"Hanya saja untuk Nizar dan Rivan, saya tegaskan sekarang, mereka tidak akan dipanggil. Saya mendapat informasi dari federasi bahwa keduanya sudah mengirimkan surat pengunduran diri dari Timnas Voli Indonesia," katanya.
Pelatih yang pernah memimpin Jakarta Bhayangkara itu mengaku sempat menghubungi para pemain tersebut ketika masih berada di India.
Saat itu, ia ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi, bukan langsung memastikan tempat di tim utama.
"Kalau mereka memang mengundurkan diri, saya tidak bisa memaksa. Dulu saya sempat ingin memanggil mereka karena saya belum tahu ada surat itu. Tetapi ternyata sebelum saya menangani tim ini, mereka sudah lebih dulu mengirimkan surat pengunduran diri kepada federasi," katanya.
Reidel Toiran bahkan mengungkapkan bahwa dirinya telah menghubungi langsung Rivan dan Nizar secara langsung agar mengikuti seleksi. Namun setelah mengetahui status keduanya telah resmi mengundurkan diri dari tim nasional, ia memilih menghormati keputusan tersebut.
"Waktu kami masih di India saya sebenarnya sempat meminta mereka ikut seleksi lagi. Saya bahkan sudah menelepon Misa. Saya bilang ikut seleksi dulu, bukan langsung masuk tim," kata Reidel Toiran.
"Tetapi saya tidak tahu kalau ternyata mereka sudah mengirim surat pengunduran diri. Kalau sudah mengundurkan diri, situasinya berbeda. Harus ada prinsip," lanjutnya.
Menurut Reidel, persoalan kemungkinan kembalinya Rivan maupun Nizar kini sepenuhnya menjadi kewenangan federasi. Ia menilai harus ada aturan yang ditegakkan agar keputusan keluar dari tim nasional tidak menjadi sesuatu yang bisa dilakukan secara berulang.
"Nanti soal itu menjadi kewenangan federasi. Kalau memang aturan federasi seperti itu, ya harus dihormat," katanya.
Saat ditanya apakah masih ada peluang kedua pemain tersebut kembali memperkuat Timnas Indonesia apabila mengajukan surat baru, Reidel memberikan jawaban yang cukup tegas.
"Itu sulit. Harus ada prinsip. Tidak bisa bolak-balik seperti itu," katanya.
Meski demikian, pelatih yang sukses membawa Indonesia meraih prestasi di level Asia itu tidak menampik bahwa secara kualitas dirinya masih membutuhkan sosok Rivan. Namun, ia optimistis regenerasi tetap bisa berjalan dan Timnas Voli Indonesia mampu tampil kompetitif tanpa kehadiran pemain senior tersebut.
"Kalau dari saya pribadi, awalnya tentu saya masih ingin mereka ikut. Tetapi sekarang keputusan itu menjadi tanggung jawab federasi, bukan saya," katanya.
"Tentu masih (berharap bergabung Timnas Voli Indonesia). Tetapi saya yakin tim ini juga akan menjadi lebih baik," tegasnya.
Load more