News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Seperti Megawati Hangestri, Pemain Kuota Asia Red Sparks Ini Dapat Gaji Fantastis Pada Musim Debutnya di Korea

Pemain kuota Asia Red Sparks yang baru, Zhong Hui, nampaknya memiliki nasib lebih baik dibandingkan Megawati Hangestri pada musim debutnya di Liga Voli Korea.
Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB
Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

tvOnenews.com - Pemain kuota Asia Red Sparks yang baru, Zhong Hui, nampaknya memiliki nasib lebih baik dibandingkan Megawati Hangestri pada musim debutnya di Liga Voli Korea.

Hal ini berkaitan dengan perbandingan besaran gaji yang diterima Zhong Hui dan Megawati Hangestri pada musim pertamanya berkarier di negeri ginseng.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Zhong Hui dipilih Red Sparks sebagai pemain kuota Asia setelah tampil impresif bersama Shanghai Bright di Liga Voli China 2025/2026.

Pemain Kuota Asia Red Sparks, Zhong Hui
Pemain Kuota Asia Red Sparks, Zhong Hui
Sumber :
  • Tangkapan Layar/instagram@red__sparks

Zhong Hui juga memiliki pengalaman membela Timnas Voli Putri China dalam sejumlah ajang internasional.

Rekam jejak tersebut diduga menjadi pertimbangan Ko Hee-jin yang saat itu masih menjabat sebagai pelatih Red Sparks memilihnya sebagai pemain kuota Asia.

Keputusan Red Sparks sempat mengejutkan karena klub sebelumnya ramai dikaitkan dengan rencana memulangkan Megawati.

Belakangan diketahui jika Zhong Hui ternyata mendapatkan kontrak yang cukup besar dari Red Sparks pada musim pertamanya di Liga Voli Korea.

Melansir Sports Khan, pemain asal China tersebut menerima bayaran 150.000 dolar AS atau sekitar Rp2,4 miliar setiap musim.

"Klub tersebut mengumumkan pada tanggal 24 bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan Zhong Hui dengan gaji tahunan sebesar $150.000," tulis Sports Khan.

Nominal itu sama dengan gaji Mega ketika menjalani musim keduanya bersama Red Sparks pada 2024/2025.

Perbedaannya, Zhong Hui memperoleh 150.000 dolar AS sejak debut. Sementara itu, Mega memulai kariernya dengan bayaran 100.000 dolar AS ata sekitar Rp1,6 miliar per musim.

Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

Pada musim berikutnya, nilai kontrak Megawati meningkat menjadi 150.000 dolar AS.

Perbedaan tersebut tidak lepas dari perubahan mekanisme Kuota Asia yang diterapkan KOVO pada Liga Voli Korea.

Sistem yang sebelumnya menggunakan draft kemudian berubah menjadi skema free agent, sehingga struktur kontrak pemain mengalami penyesuaian.

Dengan bayaran lebih tinggi dan pengalaman internasional, Zhong Hui menghadapi ekspektasi besar dari pendukung Red Sparks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penampilan Zhong Hui tentunya akan menjadi sorotan karena Red Sparks berharap kontribusinya bisa meningkatkan prforma tim musim ini.

(akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Kasus tragis menimpa balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua tersangka, yakni pria AR dan wanita J, yang merupakan ibu kandung korban.
Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Timnas Indonesia berpotensi memiliki opsi baru di lini depan. Nama Siegert Baartmans layak dilirik berkat produktivitasnya bersama FC Eindhoven di Liga Belanda.
Terketuk Kondisi Mak Een, Bupati Jeje Turun Tangan Bantu Wujudkan Rumah Layak di Bandung Barat

Terketuk Kondisi Mak Een, Bupati Jeje Turun Tangan Bantu Wujudkan Rumah Layak di Bandung Barat

Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail atau akrab disapa Jeje, sebelumnya turun langsung melihat kondisi tempat tinggal Mak Een. Dalam kunjungannya, Jeje mengaku
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Kapolda Jateng, Irjen Hardi Siahaan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma dilaporkan ke Divpropam Polri buntut penggeledahan di Pesantren Hamalatul Quran.
Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Dalam perhelatan bertema “USBR Mengabdi” ini, kampus menegaskan urgensi penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai modal utama lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang kian kompetitif.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT