News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Junaida Santi Tak Masuk Skuad Asian Games, Media Korea Soroti Masalah Gender Test

Junaida Santi absen dari Asian Games 2026. Media Korea turut menyoroti absennya bintang muda Indonesia tersebut, terutama terkait isu penolakan gender test.
Kamis, 10 September 2026 - 10:25 WIB
Junaida Santi saat Menghadapi Korea Selatan
Sumber :
  • FIVB

tvOnenews.com MVP Proliga 2025 sekaligus salah satu pemain andalan voli putri Indonesia, Junaida Santi, menjadi sorotan setelah namanya tidak masuk dalam skuad Indonesia yang dipersiapkan untuk tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebelumnya, Wakil Kepala Bidang Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, mengungkapkan bahwa Junaida Santi menolak menjalani gender test yang menjadi salah satu persyaratan dalam kejuaraan Asia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, Santi sempat menjadi salah satu talenta muda yang memberikan harapan baru bagi voli putri Indonesia. Pemain yang tampil impresif di level klub maupun tim nasional tersebut mulai mencuri perhatian berkat performanya di sejumlah kompetisi.

Junaida Santi saat Jadi MVP Proliga 2025
Junaida Santi saat Jadi MVP Proliga 2025
Sumber :
  • Instagram @jpevolley

Puncaknya terjadi ketika Santi berhasil meraih gelar MVP Proliga 2025. Ia juga mendapat kesempatan memperkuat tim nasional voli putri Indonesia pada FIVB Women's U-21 World Championship 2025.

Dalam turnamen tersebut, performa Santi cukup mencolok. Namanya berhasil masuk dalam jajaran 10 besar pencetak poin terbanyak. Ia juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.

Namun, setelah tampil di FIVB Women's U-21 World Championship 2025, kiprah Santi seolah terhenti. Ia harus menepi dalam waktu cukup lama, bahkan hampir setahun, akibat cedera lutut.

Kini, absennya Santi dari Asian Games 2026 kembali menjadi perhatian. Media Korea turut menyoroti kabar bahwa pemain muda tersebut tidak dapat memperkuat Indonesia setelah diduga menolak menjalani gender test.

"Dilaporkan bahwa Junaida Santi, pemain voli putri berbakat yang dinobatkan sebagai MVP Proliga Indonesia 2025, tidak dapat berpartisipasi dalam turnamen internasional karena masalah verifikasi gender," tulis Xports News Korea.

Santi merupakan outside hitter kelahiran 2007 yang berhasil menggebrak Proliga 2025 ketika memperkuat Jakarta Pertamina Enduro. Saat itu, usianya baru 17 tahun.

Dalam 12 pertandingan musim reguler, Santi mengoleksi 181 poin yang berasal dari 156 serangan, 18 blok, dan tujuh ace. Catatan tersebut membuatnya menjadi pemain domestik Indonesia dengan perolehan poin tertinggi.

Jika dihitung sepanjang musim, Santi bahkan mampu mengumpulkan total 298 poin.

Performa apik tersebut berlanjut hingga babak final. Santi mencetak 12 poin ketika menghadapi Jakarta Popsivo Polwan. Torehan tersebut menjadi yang tertinggi kedua di timnya setelah mantan pemain tim nasional Amerika Serikat, Jordan Thompson, yang mengoleksi 15 poin.

Jakarta Pertamina Enduro kemudian memastikan kemenangan 3-0 sekaligus merebut gelar juara untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Santi pun melengkapi musim impresifnya dengan dinobatkan sebagai MVP turnamen.

Meski demikian, hingga kini Santi belum pernah tampil dalam kompetisi internasional bersama tim nasional senior Indonesia.

Indonesia sendiri dijadwalkan tampil pada pembukaan turnamen voli putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada tanggal 19. Namun, nama Santi tidak tercantum dalam daftar 12 pemain tim nasional putri yang diumumkan PBVSI pada tanggal 2 untuk menjalani persiapan menghadapi ajang tersebut.

Di tengah absennya Santi, pernyataan Loudry Maspaitella kembali menjadi sorotan. Ia menjelaskan bahwa persoalan yang dihadapi Santi berkaitan dengan gender test.

"Santi hanya memiliki satu masalah: tes gender," ujar Loudry, yang mengisyaratkan bahwa meski Santi tidak disebut mendapat sanksi disipliner, keengganannya menjalani pemeriksaan tersebut membuatnya tidak dapat mengikuti kompetisi internasional.

Loudry juga tidak menampik bahwa Santi memang mengalami cedera. Namun, menurutnya, terdapat persoalan lain yang turut menjadi kendala, yakni dugaan penolakan terhadap gender test.

“Santi ini cuma satu, gender tes. Bukan untuk Santi saja lho ya, seluruh pemain putri yang tampil di AVC itu harus gender test,“ tegas Loudry Maspaitella kepada YouTube Voli TV.

“Banyak isu cedera ya memang mungkin dia cederanya iya. Kita panggil dia di SEA Games dia nggak datang dengan alasan macam-macam ya nggak apa-apa,“ bebernya.

“Masalahnya gender tes itu bukan khusus untuk Santi, sekarang internasional itu gender tes itu saja,“ ungkap Loudry Maspaitella.

PBVSI sebelumnya disebut telah berupaya membantu Santi agar bersedia menjalani pemeriksaan tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan federasi adalah melibatkan psikolog Ernita Pongky untuk melakukan pendekatan secara personal kepada sang pemain.

“Kita punya psikolog waktu itu Mbak Ernita Pongky salah satu pengurus kita sudah dalam pendekatan personal bawa ke Rumah Sakit Polri mau apa nggak?,“ ceritanya.

MVP Proliga 2025 Junaida Santi
MVP Proliga 2025 Junaida Santi
Sumber :
  • Instagram @jpevolley

“Nggak berani. Oh dari yang pemainnya nggak mau. Tapi setidaknya dari federasi sudah turun tangan banget,“ lanjutnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi yang secara tegas menyatakan bahwa persoalan gender test menjadi alasan langsung Santi tidak masuk dalam skuad Indonesia untuk Asian Games 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut masih menjadi perhatian karena konfirmasi resmi mengenai penolakan Santi terhadap gender test berpotensi menimbulkan kontroversi yang lebih besar.

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia tergabung di Grup A sektor voli putri bersama tuan rumah Jepang dan Nepal.
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Usul Pemerintah Tidak Matikan Fenomena Sound Horeg, tapi Diatur Supaya Tertib

DPR Usul Pemerintah Tidak Matikan Fenomena Sound Horeg, tapi Diatur Supaya Tertib

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq meminta pemerintah tidak mematikan fenomena Sound Horeg yang berkembang di tengah masyarakat.
Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kalsel Dinyatakan Nihil Hotspot Karhutla, Pengendalian Kalbar dan Kalteng Diperkuat

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang masih menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi.
Head to Head Persija vs Persib: Maung Bandung Unggul dalam 4 Musim Terakhir

Head to Head Persija vs Persib: Maung Bandung Unggul dalam 4 Musim Terakhir

Maung Bandung masih unggul dalam head to head pertandingan Persija vs Persib di kompetisi resmi dalam empat musim terakhir atau sejak Liga 1 2021/2022 silam.
Saat Masih di Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Punya 'Ritual' Unik Usai Pertandingan

Saat Masih di Red Sparks, Megawati Hangestri Ternyata Punya 'Ritual' Unik Usai Pertandingan

Saat masih membela Red Sparks, Megawati Hangestri ternyata punya 'ritual' unik usai pertandingan. Kebiasaan sederhana ini bikin chemistry tim makin erat.
Solar Panel di Makam Vidi Aldiano Hilang, Sang Ayah: Semoga Malingnya Dapat Hidayah

Solar Panel di Makam Vidi Aldiano Hilang, Sang Ayah: Semoga Malingnya Dapat Hidayah

Ayah mendiang Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkap solar panel yang digunakan untuk penerangan di makam sang putra hilang. Ia pun menyampaikan sindirannya.
I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027

I.League Resmi Adopsi Aturan FIFA di Piala Dunia 2026: Tutup Mulut Dikenai Kartu Merah di Super League 2026-2027

I.League selaku pengelola kasta tertinggi Liga Indonesia, Super League, resmi mengadopsi aturan FIFA di Piala Dunia 2026, yaitu larangan menutup mulut saat berkonfrontasi.

Trending

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Dua Sejoli Kubur Bayi di Rumah Roboh di Jakarta Barat, Alasan Habisi Nyawa Anaknya Sendiri Karena Takut Tetangga Dengar Tangisannya

Pasangan kekasih berinisial R (28) pria dan E (23) wanita tega menghabisi nyawa anaknya sendiri di Jakarta Barat. Mereka menguburkannya di sebuah rumah roboh terbengkalai.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT