Sergio Perez Kenang Masa-masa Penuh Tekanan di Red Bull, Sebut Segala yang Ia Lakukan Selalu Menjadi Masalah
- Facebook/schecoperez
tvOnenews.com - Sergio Perez akhirnya bicara terbuka soal pengalamannya selama membela Red Bull di F1 yang menurutnya penuh tekanan dan dinamika internal.
Mantan pembalap Red Bull itu mengakui hampir semua yang ia lakukan di tim selalu dianggap sebagai masalah.
Termasuk saat dirinya tampil kompetitif melawan Max Verstappen saat balapan.
- Instagram/Red Bull Racing
Perez bergabung dengan Red Bull pada musim 2021 setelah masa depan kariernya sempat diragukan meski meraih kemenangan perdana di Bahrain.
Pada musim debutnya, Perez memang kesulitan menandingi Verstappen, tetapi tetap mempersembahkan kemenangan dan finis keempat klasemen akhir.
Performa Perez membaik pada 2022 dengan dua kemenangan dan posisi ketiga klasemen dunia, sebelum menjadi runner-up pada musim 2023.
Namun, performa yang menurun pada 2024, dengan hanya empat podium, membuat Perez akhirnya kehilangan kursinya di Red Bull.
Dalam wawancara bersama podcast Cracked, Perez mengungkapkan tekanan besar yang ia rasakan di internal tim Red Bull saat itu.
“Semuanya, hampir semuanya,” kata Perez.
“Di Red Bull, semuanya menjadi masalah. Jika saya sangat cepat, itu tetap menjadi masalah," lanjutnya.
Perez menilai situasi tersebut menciptakan atmosfer tegang, baik saat ia lebih cepat maupun lebih lambat dari Verstappen.
- Facebook/schecoperez
“Jika saya lebih cepat dari Max, itu menjadi masalah. Jika saya lebih lambat dari Max, itu juga menjadi masalah,” ujarnya.
Ia mengaku banyak belajar dari kondisi tersebut dan memilih memaksimalkan peluang tanpa terus mengeluh.
Perez juga menilai publik kerap lupa betapa sulitnya menjadi rekan setim Verstappen di Red Bull.
“Karena menjadi rekan satu tim Max di Red Bull adalah pekerjaan terbaik dan terburuk di F1,” ungkap Perez.
Setelah meninggalkan Red Bull, Perez dijadwalkan kembali ke Formula 1 bersama Cadillac pada musim F1 2026.
(akg)
Load more