- Gambar ilustrasi AI
7 Fakta-Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Polisi Temukan 4 Bom dan Dugaan Motif Perundungan
tvOnenews.com - Insiden ledakan berkekuatan rendah di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) itu tidak hanya memicu kepanikan di lingkungan sekolah, tetapi juga membuka fakta mengejutkan mengenai dugaan keterlibatan seorang pelajar yang diduga merakit sendiri bahan peledak setelah mempelajarinya melalui internet.
Polda Sumatera Barat bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kini terus mendalami kasus tersebut.
Penyelidikan tidak hanya difokuskan pada proses pembuatan bom rakitan, tetapi juga latar belakang psikologis pelaku, dugaan perundungan (bullying), hingga aktivitas digital yang menginspirasi aksi tersebut.
Polisi memastikan seluruh pengakuan pelaku masih diverifikasi melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan analisis forensik.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Meski demikian, aparat menilai kasus ini menjadi peringatan serius mengenai bahaya penyebaran tutorial pembuatan bahan peledak di internet, pentingnya deteksi dini terhadap perundungan di sekolah, serta perlunya pengawasan terhadap aktivitas digital remaja.
Fakta-Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang
Berdasarkan keterangan kepolisian dan hasil penyelidikan sementara, berikut sejumlah fakta yang berhasil diungkap:
1. Empat bom rakitan dibawa pelaku ke sekolah
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengungkapkan pelaku membawa empat bom rakitan di dalam tasnya. Satu bom meledak, sedangkan tiga bom lainnya berhasil diamankan Tim Gegana.
"Bom yang dibawanya empat buah yang diletak di dalam tasnya. Pas kejadian satu bom yang meledak dan tiga lagi sudah diamankan," ujar Susmelawati Rosya.
2. Ledakan tergolong low explosive
Polisi memastikan daya ledak bom tergolong rendah sehingga hanya menimbulkan kepulan asap tebal di ruang kelas dan tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka.
- Mediahub Polri
3. Pelaku merupakan seorang pelajar berinisial R (18)
Polisi telah mengamankan dan memeriksa R yang diduga merakit seluruh bom tersebut secara mandiri.
4. Belajar merakit bom dari internet
Kepada penyidik, pelaku mengaku mempelajari cara membuat bahan peledak secara otodidak melalui internet dan tayangan YouTube. Bahan-bahan seperti mesiu, kelereng, dan material petasan dibeli melalui aplikasi belanja daring.