- Miftakhul Erfan/tvOnenews
Kontroversi Wali Kota Madiun Maidi Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Larang Hajatan Prasmanan
Jakarta, tvOnenews.com - Inilah kontroversi Wali Kota Madiun Maidi sebelum terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026).
Salah satunya, yakni Maidi melarang hajatan yang menyajikan makanannya dengan cara prasmanan.
Bukan tanpa alasan Maidi menegakkan aturan itu. Pasalnya, dia ingin mengurangi sampah di Madiun mengingat TPA di Kelurahan Winongo sudah menggunung dengan ketinggian mencapai 20 meter beberapa waktu lalu.
Menurut dia, seharusnya warga tidak perlu mementingkan gengsi saat menggelar acara. Salah satunya acara pernikahan.
Maidi berpendapat, budaya pernikahan besar-besaran dengan konsep prasmanan ini harus diubah.
"Hari ini banyak yang gengsi. Mau pernikahan besar-besaran. Akhirnya yang sisa (makanan) banyak. Kondisi budaya seperti ini harus diubah. Hajatan boleh di gedung, tetapi jangan prasmanan. Pakai kardus saja," ujarnya sekitar tahun 2023 lalu.
Menurut Maidi, konsep prasmanan di tempat itu boros karena bersisa lain halnya dengan kardus atau boks.
Maidi menilai apabila kardus dibawa ke rumah, maka tidak menyisakan makanan.
“Di Madiun kalau orang mantu saya minta untuk tidak prasmanan. Harus pakai boks. Kenapa pakai kotak makan? Agar bisa dibawa pulang untuk dimakan serumah. Jadi hemat. Sehingga beras yang sudah jadi nasi dan lauk tidak dibuang,” ujarnya.
Kontroversi lainnya adalah Maidi melarang ASN di lingkungan Pemerintah Kota Madiun dan keluarganya menggunakan elpiji subsidi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Dia menerapkan hal ini agar penggunaan bahan bakar gas itu tepat sasaran.
"Saya larang ASN Kota Madiun pakai elpiji subsidi. Malu ASN pakai elpiji subsidi. Itu untuk warga kurang mampu," kata Maidi di tahun 2023 lalu.
Teranyar, Maidi terjaring OTT KPK yang dilakukan sejak Senin (19/1/2026) pagi.
“Untuk Madiun, penangkapan dilakukan sejak tadi pagi hari ini. Lokasi di Madiun,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Ketika ditanya mengenai detail lokasi penangkapan tersebut, dia mengatakan KPK akan menyampaikannya pada kesempatan berikutnya. (nsi)