- Tangkapan Layar Instagram Waskita
Progres LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Tembus 92 Persen, Waskita Ungkap Tantangan Berat di Tengah Padatnya Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Pembangunan proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan perkembangan signifikan. PT Waskita Karya mencatat progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 92,76 persen hingga Mei 2026.
Proyek transportasi massal yang menjadi salah satu andalan mobilitas ibu kota itu ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan pihaknya terus mempercepat proses pembangunan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan kerja.
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” kata Paulus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Waskita dan Jakpro Mulai Tahap Pengujian Sistem
Waskita bersama Jakarta Propertindo atau Jakpro kini telah memasuki tahap penting pembangunan, yakni Testing and Commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sistem dan jalur dapat berfungsi optimal sebelum operasional komersial dimulai.
Salah satu pengujian yang telah dilakukan adalah tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.
Menurut Paulus, hasil pengujian menunjukkan kereta mampu berjalan lancar menggunakan tenaga listrik penuh tanpa hambatan berarti.
“Kerja sama yang baik dengan Jakpro sebagai owner membuat hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan,” ujarnya.
Tantangan Besar: Jakarta Padat dan Ruang Kerja Terbatas
Di balik tingginya progres pembangunan, proyek LRT Jakarta Fase 1B ternyata menghadapi tantangan besar di lapangan.
Paulus mengungkapkan kondisi lalu lintas Jakarta yang sangat padat serta keterbatasan ruang kerja menjadi hambatan utama selama proses konstruksi berlangsung.
Untuk mengatasi hal tersebut, Waskita mengoptimalkan pekerjaan konstruksi pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan.
“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama yang kami hadapi di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas,” kata Paulus.
Ia menegaskan hambatan tersebut bukan untuk dihindari, melainkan harus dikelola dengan inovasi dan sistem keamanan yang ketat.
Gunakan Metode Balance Cantilever di Tol Wiyoto Wiyono
Salah satu titik paling krusial dalam proyek ini berada di area perlintasan Jalur Aktif Tol Wiyoto Wiyono pada kilometer 1+700 hingga 2+100.
Untuk menjaga arus lalu lintas tol tetap berjalan normal selama pembangunan, Waskita menggunakan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.
Metode tersebut memungkinkan pembangunan jalur layang dilakukan tanpa mengganggu aktivitas kendaraan di bawahnya.
Selain itu, tim konstruksi juga melakukan:
-
Survei monitoring harian
-
Pemeriksaan chamber secara berkala
-
Pemasangan jaring pengaman di sekeliling girder balance
Berkat langkah tersebut, proses pembangunan berhasil mencatatkan zero accident atau nol kecelakaan kerja selama konstruksi balance cantilever berlangsung.
“Perlintasan Wiyoto-Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu,” ujar Paulus.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di area tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi konstruksi Indonesia dalam mengintegrasikan transportasi umum dengan jalur aktif di tengah kepadatan kota Jakarta.
Jakpro Pastikan Seluruh Sistem Diuji Ketat
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan tahapan Testing and Commissioning dilakukan secara sistematis terhadap seluruh komponen operasional LRT.
Pengujian meliputi berbagai aspek penting seperti:
-
Jalur rel
-
Sistem persinyalan
-
Kelistrikan
-
Komunikasi
-
Integrasi operasional
Menurut Iwan, seluruh tahapan pengujian harus dilakukan secara matang karena LRT Jakarta nantinya akan melayani mobilitas ribuan warga setiap hari.
“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya,” kata Iwan.
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B sendiri telah dimulai sejak Oktober 2023 dengan nilai investasi mencapai Rp4,1 triliun.
Jika rampung sesuai target pada Agustus 2026, jalur Velodrome-Manggarai diharapkan mampu meningkatkan konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta. (ant/nsp_