news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi kisah perjuangan Kopassus TNI AD yang dulunya seorang preman terminal..
Sumber :
  • kopassus.mil.id

Pernyataan Kopassus soal Letda Jihad Ahmad Tewas Tertembak di Gudang Senjata, Tegaskan Faktor Pistol Meledak

Kepala Penerangan Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Kolonel Indra Mardianto membantah Letda Jihad Ahmad Al Rasyid meninggal ditembak temannya.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan terkait meninggalnya Letda Jihad Ahmad Al Rasyid akibat luka tembak.

Kopassus menyampaikan pernyataan terkait peristiwa Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, seiring adanya pemberitaan viral kematian korban diduga akibat luka tembak di Gedung Senjata Peralatan Grup 2 Kopassus, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto menyampaikan bahwa, peristiwa meninggalnya Letda Inf Jihad Ahmad bukan disebabkan tertembak oleh rekan sesama anggota TNI.

Indra menegaskan, Letda Jihad Ahmad tewas karena insiden yang terjadi di gudang senjata. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang sebelumnya beredar di media sosial mengenai penyebab kematian perwira tersebut.

"Itu kejadiannya di gudang senjata karena pistol meledak. Murni Unsur kelalaian dan ketidaksengajaan," ujar Indra, Selasa (27/10/2026).

Rekaman CCTV Jadi Bukti Penyebab Kematian Letda Jihad Ahmad

Jenazah anggota Kopassus yang tewas di gudang senjata Surakarta, Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid akan dimakamkan
Sumber :
  • Instagram/@srikandi_indonesiaid

Indra menjelaskan, insiden yang merenggut nyawa Letda Jihad Ahmad itu berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10/2026). Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi. Rekaman video itu menjadi salah satu bukti yang akan diserahkan kepada Polisi Militer (Pom).

"Kami serahkan rekaman sehingga nantinya bisa terang benderang. Adapun proses hukum dilimpahkan agar diperjelas oleh penyidik Pom terkait kelanjutan kasusnya. Rencana akan diserahkan sekitar besok," terangnya.

Indra menambahkan, penyerahan rekaman CCTV dan bukti-bukti lainnya diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap secara lebih jelas kronologi insiden tersebut.

Dengan demikian, penyebab kejadian dapat dipastikan melalui proses pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

Dipantau tvOnenews.com, sebelumnya terdapat kabar yang menyebut Letda Jihad Ahmad tewas ditembak oleh sesama anggota TNI. Insiden ini disebut terjadi saat bertugas di Solo, Jawa Tengah.

Narasi Letda Jihad Ahmad tewas ditembak pertama kali diunggah melalui akun Instagram @srikandi_indonesiaid, Senin (26/10/2026). Hal ini membuat kabar kematian korban viral hingga menghebohkan publik.

Di sisi lain, jenazah Letda Jihad Ahmad yang bertugas sebagai Perwira di Batalyon 26 (Pa Yon 26) Grup Kopassus telah tiba di Sorong, Papua Barat pada Minggu (25/10/2026).

Kemudian, jenazah Letda Jihad disemayamkan di rumah duka di Jalan Kanal Victory dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia Sorong.

Dalam hal ini, klarifikasi Kopassus menegaskan bahwa informasi mengenai penyebab kematian korban perlu merujuk pada keterangan resmi dan hasil penyelidikan, bukan sekadar kabar yang beredar di media sosial.

(ant/hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral