- REUTERS Carlos Barria
Ketika Kaki Kiri Messi Mencetak Revolusi: Sejarah, Filsafat, Seni dan Agama
Tulisan ini juga bukan sekadar pembahasan mengenai statistik, jumlah gol, atau koleksi trofi. Tapi yang hendak dibicarakan di sini adalah sesuatu yang lebih mendasar: bagaimana Lionel Messi menjelma menjadi sebuah peristiwa sejarah yang mengubah wajah sepak bola modern.
Cruyff-Guardiola-Messi dan Hegel-Marx-Che Guevara
Sebagai pemain yang masih aktif sampai saat ini, prestasi Messi baik pribadi, level klub hingga timnas sudah sangat luar biasa. Terbilang mustahil untuk dikejar oleh satu pemain sepanjang karier. Apalagi mengingat sepak bola modern yang makin ketat dan sulit. Di luar statistik pribadi yang amat banyak dan panjang, yang tidak mungkin dapat ditulis hanya dengan sederhana, pemain yang lahir di kota Rosario ini, telah menjadi simbol revolusi sepak bola modern.
Pemain yang khas dengan nomor punggung 10 ini, telah mempengaruhi dunia sepak bola dengan luar biasa. Bayangkan dengan skill individual yang dahsyat ia mampu memecahkan hampir semua rekor. Koleksi gol, assist, tendangan bebas, dan trofi sekaligus. Di mana pada era sebelumnya rekor-rekor tersebut harus “dibagikan” ke banyak pemain hebat dari klub dan negara seluruh dunia.
Messi dengan julukan dari ESPN “the most decorated player in the history of the world's most popular sport”, adalah manusia perbatasan dalam dunia sepak bola. Di samping skill individual, Messi ditangan pelatih Pep Guardiola (saat melatih Barcelona 2008-2012), juga merevolusi sepak bola. Ideologi, mazhab, dan strategi sepak bola yang dulunya hampir setiap negara besar sepak bola (seperti Inggris, Belanda, Italia, dan Jerman), memiliki gaya khas yang unik.
Terinspirasi dari Cruyff, di tangan Pep dan di kaki Messi (pada saat di Barcelona 2008-2012), sepak bola mengalami kemajuan pesat. Terutama pada visi “pengetahuannya”. Sepak bola selangkah lebih dekat dengan sains. Dengan sesuatu yang harus bisa dijelaskan dari teori dan statistik.
Lewat Tiki-Taka, setiap pemain harus mampu ‘bekerja sama’ dengan utuh, rapi dan dalam satu ritme atau harmoni. Tidak ada satupun pemain yang berleha-leha meski sedang tidak memegang bola.