- REUTERS Carlos Barria
Ketika Kaki Kiri Messi Mencetak Revolusi: Sejarah, Filsafat, Seni dan Agama
Sebagaimana revolusi besar dalam sejarah manusia, pengaruhnya tidak berhenti ketika pelakunya meninggalkan panggung. Ia justru terus hidup melalui cara orang lain memandang dunia setelahnya. Demikian pula Lionel Andres Messi Cuccittini.
Ketika kelak ia benar-benar menggantung sepatunya, dunia mungkin kehilangan seorang pemain sepak bola. Akan tetapi, sejarah tidak kehilangan sebuah gagasan. Sebab, di kaki kiri lelaki kecil dari Rosario itu, sepak bola pernah menemukan bentuknya yang paling utuh: sebagai ilmu yang dikerjakan dengan disiplin, seni yang dipentaskan dengan keindahan, filsafat yang mengajarkan cara berpikir, dan kebudayaan yang menyatukan manusia melampaui batas bangsa, bahasa, maupun agama.
Mungkin karena itulah, Messi tidak pernah benar-benar menjadi milik Barcelona, Argentina, Paris Saint-German (PSG) atau Inter Miami semata.
La Pulga telah menjadi milik sejarah. Dan sebagaimana setiap peristiwa besar dalam peradaban manusia, sejarah hanya mempertemukan kita sekali dengan sosok seperti dirinya.
Penutup, dengan alasan dan deskripsi yang telah diuraikan semua tidak berlebihan memang kiranya membaptis Messi sebagai Greatest of All Time (GOAT). Sebagai pemain sepak bola dan sebagai atlet olahraga.