- Rais Sahabu
Terungkap, Temuan 7 Janin di Makassar Adalah Hasil Aborsi Sendiri Bersama Pasangannya
Makassar, Sulawesi Selatan - Pasca penemuan Tujuh janin di rumah kos di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hingga Rabu malam tadi (8/6/2022), polisi menyatakan bahwa ketujuh janin itu adalah korban praktik aborsi ilegal. Polisi juga telah menangkap sepasang kekasih, satu diantaranya masih dalam perjalanan ke Kota Makassar. Sementara itu, ketujuh janin itu juga telah disemayamkan untuk dikebumikan di pemakaman umum di Kota Makassar.
"Pada hari ini tadi, kita sudah menangkap orang yang melakukan aborsi tersebut, dan tak lama kemudian kita tangkap orang yang berbeda juga di daerah Kalimantan, sementara rangkaian penyelidikan ini masih berlangsung, namun kita sudah berani menetapkan Dua orang ini sebagai tersangka. untuk lebih jelasnya karena tesangka masih dalam perjalan ya kami mohon bersabar, mungkin kamis sebentar bisa kita buka secara gamblang." ucap Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Budhi Haryanto.
Sebelumnya, usai dilakukan pemeriksaan serta pengambilan sample D-N-A oleh Tim Forensik dan Kesehatan Biddokkes Polda SulSel, ketujuh janin yang telah diperiksa langsung dimasukkan kedalam peti kayu untuk selanjutnya dikebumikan dipemakaman umum, yang berada di Jalan Pemuda Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu malam tadi (8/6/2022).
Oleh kapolrestabes, Kota Makassar, sulawesi selatan, Kombes Pol Budhi Haryanto, pihaknya membenarkan penemuan Box berisi 7 janin bayi di sebuah rumah Kos. Dari keterangan sementara oleh terduga pelaku. motif dari pada pelaku melakukan aborsi adalah karena malu yang bersangkutan melakukan hubungan gelap dan hamil, akhirnya anak tersebut digugurkan.
Satu orang tersangka telah berhasil ditangkap, bernama J N M [26 tahun]. Satu tersangka lainnya masih dalam perjalanan ke Kota Makassar, setelah ditangkap di Kalimantan Selatan. JNM, bekerja sebagai tenaga Kesehatan di salah satu rumah sakit.
Ketujuh janin bayi di dalam box tersebut merupakan hasil aborsi kedua pasangan kekasih itu sejak tahun 2012 sampai tahun 2022.Hal itu dilakukan di beberapa tempat berbeda oleh kedua pasangan kekasih tersebut saat melakukan aborsi, pasangan kekasih itu hanya berduaan, dan lebih awal mengkonsumsi obat-obatan.