- Istimewa
Bahas Kopdes Merah Putih, AMKI Pertemukan Agrinas hingga Celios untuk Kupas Penyempurnaan Program
Menurutnya, skema pembiayaan melalui perbankan, termasuk bank-bank Himbara, harus disertai mitigasi risiko yang memadai sehingga tidak menimbulkan persoalan baru apabila koperasi belum mampu mencapai target kinerja usaha.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan koperasi membangun model bisnis yang sehat, profesional, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum AMKI Frans Meroga menilai peluang keberhasilan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih cukup besar karena memiliki basis pasar yang jelas, yakni masyarakat desa sebagai anggota sekaligus penerima manfaat.
Ia mengatakan, berbagai program pemerintah dapat membentuk ekosistem ekonomi yang memperkuat koperasi, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pupuk bersubsidi, hingga keterlibatan koperasi dalam rantai pasok berbagai program strategis pemerintah.
"Koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat desa. Ketika anggota menjadi pemilik sekaligus pengguna layanan koperasi, maka manfaat ekonomi akan kembali kepada masyarakat itu sendiri," katanya.
Dari aspek tata kelola, peneliti ICW Seira Tamara menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, seluruh proses pengadaan, pengelolaan, hingga pengawasan harus dilakukan secara terbuka agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Diskusi ditutup oleh Sekretaris Umum AMKI Bayu E. Winarko. Ia menjelaskan forum tersebut diselenggarakan sebagai ruang bertukar gagasan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tujuan, manfaat, serta tantangan dalam implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"AMKI meyakini bahwa kebijakan publik yang berdampak luas perlu terus dikawal melalui dialog yang terbuka. Dengan menghadirkan pandangan yang beragam, kami berharap lahir masukan konstruktif bagi penyempurnaan program sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun gerakan koperasi Indonesia," ujar Bayu. (rpi)