- Antara
Hilirisasi Nikel Mulai Berdampak Terhadap Peningkatan Ekonomi Daerah
Jakarta, tvOnenews.com - Hilirisasi diproyeksi akan mendorong optimalisasi ekonomi dalam negeri melalui peningkatan nilai tambah komoditas dan menggeliatnya ekonomi daerah.
Diantaranya proyek hilirisasi nikel menjadi material hingga komponen baterai yang tengah dikembangkan perusahaan di bawah holding pertambangan MIND ID.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengatakan tingkat hilirisasi nikel di Indonesia pada awal 2021-2022 masih tergolong sangat awal.
Menurutnya saat itu pengolahan nikel masih banyak berhenti pada produk seperti nickel pig iron (NPI) atau ferronickel.
"Tapi makin ke sini, sudah sampai baterai, ini sesuatu yang perlu saya pikir perlu sangat diapresiasi," kata Faisal dalam diskusi MediaMind Media Mind 2026: Hilirisasi Nikel dan Optimasi Nilai Tambah Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Perkembangan hilirisasi tersebut juga tercermin dari perubahan struktur ekonomi di sejumlah daerah penghasil nikel, khususnya Kabupaten Morowali dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Faisal mengatakan dalam kurun waktu sekitar 10 tahun, struktur ekonomi kedua daerah tersebut berubah drastis dari yang sebelumnya didominasi sektor primer seperti pertambangan dan pertanian menjadi lebih banyak ditopang sektor industri.
Ia mencontohkan, lebih dari 75 persen struktur ekonomi Morowali saat ini berasal dari sektor industri, sementara sebelumnya lebih dari separuh perekonomian daerah tersebut berasal dari sektor primer seperti pertambangan dan pertanian.
Adapun di Morowali Utara, sektor industri juga kini memiliki porsi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya, sehingga menunjukkan perubahan struktur ekonomi yang sangat signifikan seiring masuknya investasi.
Sementara itu, peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita di kedua daerah tersebut selama satu dekade jauh meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB per kapita Morowali tercatat naik 23,2 persen dari 2014 hingga 2024, sedangkan Morowali Utara meningkat 21,8 persen pada periode yang sama.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, perusahaan tambang nasional di bawah naungan holding pertambangan MIND ID terus mendorong pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia.
Salah satunya dilakukan PT Vale Indonesia Tbk melalui pengembangan sejumlah proyek high pressure acid leach (HPAL).