news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Nikel.
Sumber :
  • Antara

Hilirisasi Nikel Mulai Berdampak Terhadap Peningkatan Ekonomi Daerah

Hilirisasi diproyeksi akan mendorong optimalisasi ekonomi dalam negeri melalui peningkatan nilai tambah komoditas dan menggeliatnya ekonomi daerah.
Selasa, 15 September 2026 - 18:38 WIB
Reporter:
Editor :

Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia Tbk, Mateus Sigit Harisulistya mengatakan pihaknya turut memperluas basis downstreaming melalui pengembangan HPAL di sejumlah wilayah. 

Proyek tersebut mencakup pengembangan Sorowako Limonite/HPAL di Sorowako, HPAL Sambalagi di Morowali, serta pengembangan HPAL Pomalaa di Pomalaa.

"Kita melihat bahwa ke depan HPAL ini masih berpotensi, terutama untuk mendukung industri baterai. Yang harus tetap dijaga itu adalah competitiveness, bagaimana menjaga bahwa HPAL ini itu akan tetap berkembang," ucap Sigit.

Sigit menjelaskan HPAL digunakan sebagai fasilitas pengolahan bijih limonit yang menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) sebagai produk antara dalam rantai downstreaming hingga menuju material baterai. 

Setelah MHP, terdapat tahapan refining atau downstreaming berupa precursor cathode active material (pCAM) dan cathode active material (CAM) sebelum masuk ke tahap material baterai.

Rantai hilirisasi tersebut kemudian dapat dilanjutkan hingga tahap perakitan komponen baterai. 

Indonesia sendiri telah memiliki perusahaan yang mengembangkan perakitan hingga recyling baterai yaitu Indonesia Battery Corporation (IBC). 

Direktur Utama IB, Aditya Farhan Arif mengatakan IBC mengembangkan rantai industri baterai dari material baterai hingga menjadi cell dan battery pack untuk kendaraan listrik serta battery energy storage system (BESS).

Aditya menjelaskan material baterai menjadi input yang kemudian diolah menjadi cell sebelum masuk ke fasilitas packing. 

Produk yang dihasilkan kemudian digunakan antara lain untuk kendaraan listrik dan BESS yang salah satunya dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan data center.

Menurut Aditya, perkembangan industri baterai juga dapat memicu hilirisasi komoditas lain di luar nikel, seperti aluminium dan tembaga

Pasalnya, di dalam baterai setidaknya dibutuhkan 23 persennya itu aluminium dan sekitar 18 persennya adalah tembaga.

“Jadi kalau kita punya industri baterai yang sovereign, yang maju, yang berdaulat, begitu sebetulnya kita juga punya kesempatan untuk mendapatkan dampak ekonomi yang lebih besar lagi dari komoditas-komoditas lainnya, tidak hanya nikel," tandas Aditya.(ant/raa)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
01:02
02:26
05:17
01:10
05:30

Viral