news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gitaris Zendhy Kusuma dan Nabilah O'Brien, owner restoran Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Kolase Instagram/@zendhy.kusuma/@nabobrien

Tak Mau Diam Dicap Pencuri, Zendhy Kusuma Mengaku Sudah 2 Kali Bayar Pesanan Makanan di Bibi Kelinci Kemang

Dalam klarifikasinya, gitaris Zendhy Kusuma sebut sudah transfer bayaran pesanan makanan di restoran Bibi Kelinci Kemang, Jakarta Selatan milik Nabilah O'Brien.
Minggu, 8 Maret 2026 - 23:18 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gitaris Zendhy Kusuma menyampaikan klarifikasinya. Ia mengungkap fakta terbaru usai pemilik restoran Bibi Kelinci di Kemang, Jakarta Selatan, Nabilah O'Brien muncul ke ruang publik.

Dalam unggahan klarifikasi melalui media sosial pribadinya, Zendhy Kusuma meluruskan beberapa pernyataan dilontarkan oleh selebgram Nabilah O'Brien.

Zendhy Kusuma mengakui dirinya dan sang istri sempat tidak membayar 14 pesanan makanan dan minuman di restoran Bibi Kelinci.

Zendhy Kusuma memastikan pembayaran pesanan makanan di restoran milik selebgram itu sudah dipenuhi olehnya.

"Pembayaran tetap dilakukan dan dapat dibuktikan," ungkap Zendhy Kusuma dikutip tvOnenews.com, Minggu (8/3/2026).

Zendhy Kusuma Tepis Tuduhan Pencuri

Gitaris Zendhy Kusuma dan istri klarifikasi kegaduhan di restoran Bibi Kelinci Kemang, Jakarta Selatan milik Nabilah O'Brien
Sumber :
  • Istimewa

Gitaris itu mengakui ada kekeliruan dilakukan oleh pihaknya. Sebab saat kejadian, ia dan keluarga tidak membayar 14 makanan dan minuman yang dipesan secara langsung.

Padahal saat itu seluruh pesanan makanan sudah disajikan. Karena terbawa emosi, Zendhy Kusuma dan istri bersitegang dengan pihak restoran.

Namun begitu, Zendhy memiliki itikad baik. Ia pun membayar seluruh pesanan makanan tersebut.

Ia menyayangkan telah dituduh atau dicap sebagai pencuri. Bagi dia, pelunasan makanan sebagai bentuk tanggung jawabnya.

"Menurut pandangan kami, tidak terdapat unsur pencurian sebagaimana yang berkembang dalam narasi publik saat ini," tegasnya.

Sesalkan CCTV Keributan di Restoran Bibi Kelinci Viral

Kemudian, ia menyoroti rekaman CCTV yang tersebar luas di media sosial. Ia menyayangkan video itu menimbulkan kegaduhan.

Ia bertanya-tanya video ketegangan antara dirinya dan pelayan restoran merebak ke ruang publik. Rekaman CCTV itu viral setelah disebar oleh owner restoran.

"Kami juga menyayangkan rekaman kejadian tersebut disebarluaskan di media sosial tanpa konteks yang utuh, sehingga menimbulkan persepsi publik yang tidak lengkap terhadap peristiwa sebenarnya," jelasnya.

Akibat rekaman CCTV itu, ia dan keluarga mengalami serangan cyber. Pasalnya, video yang viral hanya potongan atau tidak lengkap sehingga merugikan dirinya.

Ia mencontohkan, data pribadi dan keluarganya tersebar luas. Selain itu, ia dan keluarga mengalami perundungan atau cyberbullying setelah rekaman tersebut viral di jagat maya.

"Kami menerima berbagai respon dan komentar di media sosial yang cukup berdampak bagi kami, keluarga maupun lingkungan pekerjaan kami," tuturnya.

Maka dari itu, Zendhy Kusuma dan istri mengambil langkah hukum. Secara tegas, ia mematuhi proses jalannya hukum.

Ia menegaskan, dirinya dan keluarga tetap mengambil sikap kooperatif. Apabila pihak Kepolisian meminta lebih lanjut, ia akan memberikan keterangan secara lengkap.

"Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung," imbuhnya.

Kronologi Dugaan Pencurian di Restoran Milik Nabilah O'Brien Versi Zendhy Kusuma

Lebih lanjut, Zendhy menceritakan awal mula terjadinya kegaduhan di restoran Bibi Kelinci milik Nabilah O'Brien. Ia kala itu mendatangi restoran di Kemang tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Kata Zendhy, kondisi restoran yang dikunjungi bersama rekan-rekannya masih sepi. Ia pun melakukan pemesanan dengan rincian 14 makanan dan minuman.

Ia saat itu memposisikan sebagai pelanggan. Namun hal menjadi pemicu keributan berawal lantaran ia dan rekan-rekannya menunggu cukup lama.

Ia semakin resah pesanan makanan dan minuman tak kunjung diantar oleh pelayan. Bahkan sempat beberapa kali bertanya terkait kepastian pesanan tersebut.

"Pada awalnya kami diberitahu makanan akan selesai dalam waktu 15 menit. Kami menunggu sesuai waktu yang disebutkan," bebernya.

Setelah 15 menit berlalu, Zendhy merasa heran informasi yang diberitahu oleh pelayan selalu mengalami perubahan. Ada perbedaan informasi dari sejumlah pelayan.

"Kami kembali menunggu sesuai informasi yang disampaikan. Tapi, pesanan juga belum datang-datang dan kami tidak mendapat kejelasan terkait status pesanan kami seperti apa," paparnya.

Ia pun mengaku kondisi perut tidak bersahabat lantaran diambang rasa lapar. Ia memutuskan untuk bertanya setelah menunggu hampir dua jam.

"Saya masuk ke area dapur untuk memastikan apakah pesanan kami telah dibuat atau belum. Saat itu, saya tidak dihalangi untuk masuk ke area," ngakunya.

Emosi Zendhy Kusuma Memuncak

Zendhy terkejut setelah mendapat informasi terbaru terkait pesanannya. Mereka mengaku belum membuat makanan dan minumannya dan akan diproses secepatnya.

Ia mengaku emosinya tidak terbendung. Setelah pukul 23.54 WIB, ketegangan pun terjadi antara dirinya dan pihak restoran.

"Saya tidak menutup mata bahwa, pada malam itu emosi saya terpancing," ucapnya.

Ia kembali menunggu pesanan makanan tersebut. Namun setelah disajikan, pelayan tidak memberikan makanan secara lengkap karena terlihat terburu-buru.

Alasan Tidak Bayar Pesanan Makanan Tepat Waktu

Zendhy menjelaskan, ia sudah sangat kecewa terhadap pelayanan di restoran. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk meninggalkan restoran tanpa membayar makanan tersebut.

Setibanya di mobil, ia mengaku sempat dikejar oleh seorang pelayan. Pihak restoran membawa mesin EDC agar konsumennya melakukan pembayaran tepat waktu.

Zendhy mengaku ingin membayar seluruh makanan tersebut. Akan tetapi, ia ingin bertemu lebih dulu dengan penanggung jawab atau pemilik restoran.

"Kami berharap dapat bertemu dengan penanggung jawab restoran untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada malam itu," tegasnya.

Sudah Bayar 2 Kali Lewat Transfer

Lebih lanjut, Zendhy kembali menyinggung soal tanggung jawabnya untuk melakukan pembayaran. Ia memiliki niat untuk datang ke restoran tersebut pada 21 September 2025.

Di momen itu, ia tidak hanya ingin membayar makanan yang belum dipenuhi olehnya. Gitaris tersebut juga berniat untuk mengungkapkan permohonan maaf secara langsung.

Akan tetapi tujuan Zendhy berakhir gagal. Di sana, ia masih belum bisa menemui Nabilah selaku pemilik restoran dengan dalih sedang berada di lokasi atau pergi ke luar kota.

"Kami tidak dapat bertemu secara langsung," tambahnya.

Ia memutuskan untuk membayar pesanan tersebut seharga Rp550.000. Karena belum bertemu pemilik restoran, ia pilih transfer ke nomor rekening yang disediakan restoran.

Ia mengaku pembayaran tidak hanya sekali. Ia kembali membayar dengan jumlah yang sama pada 20 Oktober 2025. Alasannya lantaran pembayaran pertama dinilai belum masuk ke restoran.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral