- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & TikTok/@Kimochil
Sikap Tegas Dedi Mulyadi soal Warga Keluhkan Pungli di Pantai Sayang Heulang Garut Viral: Masa Gubernur yang Turun!
Garut, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyikapi sebuah video viral seorang warga geram terhadap aksi pungutan liar (pungli) di Pantai Sayang Heulang, Garut.
Dalam keluhan itu, Dedi Mulyadi menyoroti pungli. Aksi ini tentu menyebabkan harga tiket masuk kawasan wisata Pantai Sayang Heulang dinilai mahal.
Dedi Mulyadi tidak kaget mendengar keluhan tersebut. Namun KDM sapaan akrabnya, menyikapi tegas permasalahan pungli yang semakin marak di kawasan tempat wisata di Jabar terutama di Garut.
"Ini yang saya maksud tadi pagi. Masuk pantai, jangan terlalu banyak pungutan," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Dedi Mulyadi Nilai Pungli Buat Pengunjung Wisata Pantai Sayang Heulang Emosi
- YouTube
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyayangkan banyak pungli yang memanfaatkan suasana libur Lebaran 2026. Di momen ini, mereka mencari keuntungan secara liar di kawasan wisata.
Ia memahami betul warga setempat bisa mendapat keuntungan lebih. Hal ini sebagaimana untuk memenuhi dan mempertahankan ekonomi mereka.
Akan tetapi, aksi pungli justru membuat pengunjung tidak nyaman. KDM mencontohkan salah satu permasalahan ini terjadi dalam video viral tersebut.
Dalam video itu, menurut KDM, aksi pungli di Pantai Sayang Heulang memancing emosi wisatawan. Padahal mereka hanya ingin liburan menikmati suasana pantai di momen Lebaran 2026.
"Akibatnya orang-orang marah-marah, sehingga keluarlah kata-kata yang tidak pantas. Marahnya memang tidak pantas, tetapi penyebab kemarahannya pun perkara yang tidak pantas," jelasnya.
KDM Desak Pemerintah Kabupaten Garut Tangani Pungli
Menyikapi hal ini, mantan Bupati Purwakarta tersebut mendesak pemerintah setempat, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.
Gubernur Jabar itu mengimbau seluruh jajaran Pemkab Garut menuntaskan aksi pungli. Bagi dia, kehadiran mereka hanya membawa keresahan para pengunjung wisata pantai.
Menurutnya, pungli sebagai permasalahan serius di Jabar. Tidak hanya di pantai, tetapi juga terjadi di berbagai tempat yang mengundang keramaian selama libur Lebaran.
"Pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh jajarannya segera menangani masalah ini. Kejadian ini jangan terulang terus," tegas KDM.
Wisata Pantai Jadi Pemantik Utama Pendapatan di Garut
- Antara/Candra Yanuarsyah
Ia menganggap banyak wisata berbasis pantai sebagai salah satu memikat pendapatan di Kabupaten Garut. Tidak hanya mempengaruhi ekonomi warga, tetapi juga berdampak pada pendapatan pemerintah.
Ia mencontohkan daya tarik Pantai Santolo selain Pantai Sayang Heulang. Keunggulan pantai ini terkenal dengan pasir putihnya.
Pantai ini juga menawarkan suasana alami yang memanjakan pikiran. Daya tarik lain persona wisata ini memiliki perairan dangkal dan aman dijadikan kawasan berenang bagi wisatawan.
Maka dari itu, KDM meminta Pemkab Garut serius menangani keluhan tersebut. Menurutnya, permasalahan ini tidak pantas langsung ditangani oleh Gubernur.
"Kan nggak bagus ditangani oleh Gubernur. Karena sudah ada Camat, Kepala Desa, Bupati, Wakil Bupati. Bahkan wakil bupatinya itu mantu saya sendiri," imbau dia.
Ia menginginkan Provinsi Jabar aman dari pungli. Kawasan wisata mampu menjadi salah satu sektor untuk membantu pendapatan daerah.
Selain itu, kawasan wisata yang aman dan bersih mampu menjaga citra baik Jabar. Hal ini bertujuan agar warga hingga wisatawan nyaman saat mendatangi wisata di Jabar.
"Tolong jangan malu-maluin Jawa Barat!," ucapnya dengan tegas.
Sebelumnya, sebuah video viral menunjukkan seorang warga merasa keberatan terhadap aksi pungli di kawasan Pantai Sayang Heulang. Sebab, tarif tiket masuk kawasan wisata pantai itu mahal.
"Sayang Heulang ingin viral," kesal seorang warga dengan menggunakan bahasa Sunda dibalut kata kasar.
Warga menunjukkan harga tiket masuk dan parkir mencapai Rp45.000 per motor. Saat itu ia bertujuan menikmati suasana Pantai Sayang Heulang di momentum libur Lebaran.
Alih-alih mewujudkan keinginannya, tujuan menikmati pesona pantai harus dirusak oleh aksi pungli di Pantai Sayang Heulang.
Ia menganggap jumlah tersebut tidak selaras dengan tarif sebelumnya. Seharusnya biaya tiket parkir yang berlaku hanya Rp15.000 untuk per motor.
Sementara, tarif tiket masuk untuk satu penumpang yang berlaku sebelumnya sebesar Rp5.000. Namun situasi saat ini berbeda, ia harus membayar Rp45.000.
"Di sini Rp15.000 untuk motor, Rp5.000 untuk penumpang. Tapi, sekarang diminta Rp45.000," terang wisatawan tersebut sambil marah-marah.
Ia tidak hanya menyoroti soal biaya mahal. Ia memperlihatkan kondisi tempat parkir hingga suasana pantai yang tidak selaras dengan harga tiket masuk dibayar oleh pengunjung.
Bagi dia, kondisi pantai dan tempat parkir di sekitar area kawasan itu sangat kotor. Banyak sampah berserakan dan dibiarkan seolah pengelola dan oknum pungli tidak bertanggung jawab atas tugasnya.
"Kalau dibikin estetik. Ini banyak sampah. Kalau bersih? Ini malah kotor," sentil dia.
Menyikapi keluhan itu, seorang warga dalam video viral menggegerkan publik. Ia menyentil wisatawan yang mengeluhkan tarif tiket masuk dan parkir mahal namun tetap ingin menikmati suasana pantai.
Ia pun memberikan saran terhadap warga maupun pengunjung wisata. Bagi yang merasa keberatan, tentu jangan memaksakan piknik ke pantai.
"Jangan mau piknik kalau sekiranya malas mengeluarkan uang, mending diam di rumah saja. Cuma masuk tiket Rp45 ribu per motor kok repot," respons seorang warga.
Ia menjelaskan alasan tarif tiket masuk melonjak drastis. Ini menyangkut pada persoalan biaya operasional di tempat wisata.
Ia mencontohkan harga tersebut untuk kebutuhan biaya yang tinggi terhadap akses fasilitas seperti toilet dan sebagainya. Menurutnya, jumlah tarif itu masih dalam batas wajar.
(hap)