- Kolase tim tvOnenews
Hot News: Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Kisah Cinta Sherly Tjoanda dan Benny Laos, hingga Mahkota Binokasih Dibedah BRIN
tvOnenews.com - Tiga berita terpopuler yang jadi hot news hari ini, mulai dari aksi tegas Dedi Mulyadi saat melakukan inspeksi kawasan reboisasi di Puncak Bogor, kisah cinta menyentuh Sherly Tjoanda dan mendiang Benny Laos, hingga penjelasan ilmiah mengenai Mahkota Binokasih yang baru saja dikirab di Jawa Barat.
Tiga berita tersebut menjadi viral karena menyentuh sisi yang berbeda di tengah masyarakat. Ada isu lingkungan dan penataan kawasan wisata yang berkaitan dengan kerusakan alam, ada pula kisah rumah tangga pejabat daerah yang mengundang simpati publik karena penuh loyalitas dan pengorbanan.
Sementara itu, perhatian lain tertuju pada warisan budaya Sunda yang selama ini sering dikaitkan dengan unsur mistis, namun kini mulai dibedah secara akademis dan ilmiah.
Rangkuman hot news hari ini juga memperlihatkan bagaimana figur kepala daerah kini tidak hanya disorot karena kebijakan politik, tetapi juga karena pendekatan personal, kepedulian sosial, hingga langkah mereka dalam menjaga sejarah dan lingkungan.
Berikut tiga berita paling ramai diperbincangkan.
1. Dedi Mulyadi Murka, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Tanaman Kopi
Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan usai melakukan inspeksi mendadak di kawasan eks Hibisc Fantasy, Puncak Bogor.
Kawasan tersebut sebelumnya dibongkar Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena dianggap melanggar alih fungsi lahan dan disebut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan serta banjir bandang.
Kini area tersebut tengah dipulihkan menjadi kawasan hijau melalui program reboisasi dan pembangunan daerah resapan air.
- Tangkapan layar Youtube Lembur Pakuan Channel
Saat melakukan touring di wilayah Cipanas, Cianjur, Dedi tiba-tiba menghentikan kendaraannya untuk memeriksa langsung proses penghijauan di lapangan.
Dalam dialog dengan para pekerja, ia mendapati lahan seluas 14 hektare hanya ditangani 10 orang tenaga kerja. Dedi pun meminta tambahan empat pekerja agar proses pemulihan lingkungan bisa berjalan lebih maksimal.
“Jadi satu orang satu hektar,” ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari kanal YouTube Lembur Pakuan Channel.
Namun situasi berubah ketika ia mengetahui sebagian pekerja justru dialihkan mengurus tanaman kopi, bukan fokus pada pembibitan pohon untuk reboisasi.
“Jangan keganggu sama pembibitan, fokus aja di sini, sama ini pohon ngurus pohon. Sama kehutanan dikasih tugas itu pembibitan,” tegasnya.
Dedi mengaku heran karena dari total pekerja yang ada, hanya tiga orang yang benar-benar menangani bibit pohon. Sisanya disebut membantu proyek kopi.
“Ya Allah Ya Robbi, ini gimana kepala Dinas Kehutanan. Macam-macam aja Kepala Dinas Kehutanan,” katanya.
Ia langsung memerintahkan agar enam pekerja yang sebelumnya dialihkan segera kembali fokus menangani penghijauan kawasan. Selain itu, Dedi juga menyoroti persoalan sampah di jalur wisata Puncak yang dinilai masih memprihatinkan.
2. Kisah Cinta Sherly Tjoanda dan Benny Laos Kembali Jadi Sorotan Publik
Di tengah aktivitasnya sebagai Gubernur Maluku Utara, kisah pribadi Sherly Tjoanda kembali ramai dibicarakan publik. Hubungannya dengan mendiang Benny Laos dinilai menjadi gambaran pasangan yang saling mendukung dalam perjalanan hidup maupun politik.
Dalam potongan video yang diunggah akun TikTok @aaa.yoursss, Sherly menceritakan sosok Benny Laos sebagai pria yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarga.
Ia mengungkapkan hampir seluruh aset milik Benny Laos justru menggunakan namanya sebagai bentuk cinta dan kepercayaan.
- YouTube Merry Riana/Instagram @s_tjo
“He is very good provider, percaya atau tidak semua aset dia itu atas nama saya,” ungkap Sherly.
Menurutnya, sang suami bukan tipe yang romantis lewat kata-kata. Namun Benny selalu menunjukkan kasih sayang melalui tindakan nyata dan perhatian sehari-hari.
“Dia tidak romantis, tapi semua yang saya butuhkan, saya belum minta pun dia sudah sediakan dan dia selalu memberikan yang terbaik buat saya,” lanjutnya.
Kisah pasangan ini semakin menyentuh publik setelah tragedi meledaknya speedboat Bella 72 di Pulau Taliabu pada Oktober 2024 lalu.
Dalam insiden tersebut, Benny Laos disebut lebih dulu berusaha menyelamatkan istrinya sebelum akhirnya menjadi korban.
Sherly bahkan dikabarkan sempat mencoba kembali masuk ke kapal yang terbakar demi menyelamatkan suaminya. Kisah pengorbanan itu membuat banyak masyarakat tersentuh dengan hubungan keduanya yang telah dibangun sejak menikah pada tahun 2005.
Kini, Sherly melanjutkan perjuangan politik almarhum suaminya dengan memimpin Maluku Utara dan meneruskan program pembangunan yang sebelumnya dicita-citakan Benny Laos.
3. Mahkota Binokasih Dibedah Secara Ilmiah, BRIN Jelaskan Filosofi Kepemimpinan Sunda Kuno
Kirab budaya Mahkota Binokasih di Jawa Barat juga menjadi salah satu topik paling ramai dibahas hari ini. Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah untuk memahami warisan budaya Sunda tersebut.
Dalam diskusi kebudayaan di Museum Pajajaran, Kota Bogor, Dedi menyampaikan bahwa Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis perlu dikaji secara akademis agar masyarakat tidak lagi memandangnya sebagai benda mistis semata.
“Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif,” ujar Dedi seperti dikutip dari laman Jabarprov.
- ANTARA
Menurutnya, kajian tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam membangun kebijakan tata ruang, pendidikan, hingga tata kelola budaya di Jawa Barat.
Ahli Epigrafi Titi Surti Nastiti menjelaskan Prasasti Batutulis dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk mengenang jasa Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi yang pernah memimpin Kerajaan Pakuan Pajajaran.
Sementara itu, Ahli Arkeometalurgi BRIN, Harry Octavianus Sofian, mengungkap Mahkota Binokasih mengandung konsep Kosmologi Tritangtu, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Ia menjelaskan mahkota tersebut terbagi menjadi tiga bagian simbolik. Bagian atas melambangkan pemimpin spiritual, bagian tengah menggambarkan kekuasaan eksekutif atau raja, sedangkan bagian bawah merepresentasikan kaum intelektual dan penasihat kerajaan.
Penjelasan ilmiah tersebut dinilai membuka perspektif baru bahwa peninggalan budaya Sunda tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung filosofi kepemimpinan dan tata kehidupan masyarakat masa lalu. (udn)