- Ist
Daftar 9 Kasus Bom Terbesar di Indonesia dalam Dua Dekade Terakhir, Dari Bom Bali hingga Bom Katedral Makassar
- Ist
3. Bom JW Marriott Jakarta (2003)
Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan menjadi sasaran bom mobil pada 5 Agustus 2003.
Fakta penting:
* 14 orang meninggal dunia.
* 156 orang mengalami luka.
* Pelaku berasal dari jaringan Jamaah Islamiyah.
4. Bom Kedutaan Australia (2004)
Mobil berisi bahan peledak diledakkan di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
Fakta penting:
* Menewaskan 10 orang.
* Ratusan orang mengalami luka.
* Didalangi jaringan Noordin M. Top.
5. Bom Bali II (2005)
Teror kembali mengguncang Bali pada 1 Oktober 2005 melalui tiga bom bunuh diri.
Fakta penting:
* Menewaskan 23 orang termasuk pelaku.
* Ratusan korban luka.
* Menyerang kawasan Jimbaran dan Kuta.
6. Bom JW Marriott dan Ritz-Carlton (2009)
Dua hotel berbintang di Jakarta kembali menjadi target teror.
Fakta penting:
* Terjadi 17 Juli 2009.
* Sembilan orang meninggal dunia.
* Puluhan korban luka.
* Noordin M. Top menjadi dalang aksi tersebut sebelum akhirnya tewas dalam operasi Densus 88.
7. Bom Sarinah Thamrin (2016)
Serangan bom dan baku tembak di kawasan Sarinah menjadi aksi teror ISIS pertama yang dilakukan secara terbuka di Indonesia.
Fakta penting:
* Delapan orang meninggal dunia.
* Puluhan korban luka.
* Didalangi Aman Abdurrahman bersama jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Bom Bunuh Diri dan Serangan Terbaru
8. Bom Gereja Surabaya (2018)
Indonesia kembali diguncang aksi bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga.
Fakta penting:
* Menyerang tiga gereja.
* Lebih dari 10 orang meninggal dunia.
* Puluhan korban mengalami luka.
* Pelaku terafiliasi ISIS melalui JAD.
9. Bom Katedral Makassar (2021)
Ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar usai misa Minggu Palma.
Fakta penting:
* Dua pelaku meninggal dunia.
* Sekitar 20 orang mengalami luka.
* Pelaku berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah.
Ledakan MAN 3 Padang Jadi Sorotan Baru
Kasus terbaru terjadi di MAN 3 Kota Padang. Berbeda dengan sejumlah aksi teror sebelumnya yang melibatkan jaringan terorganisasi, polisi menduga pelaku bertindak secara mandiri.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan petugas pertama kali menerima laporan setelah petugas keamanan sekolah menemukan benda mencurigakan.
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," jelas Kombes Pol. Mayndra.