- Tangkapan layar instagram
WOW! NVIDIA Pamer Robot Bebek AI Seharga Rp6 Jutaan, Bisa Duduk, Tidur, hingga Bangkit Sendiri
Pemrosesan lokal dapat membantu menjalankan fungsi seperti visi komputer tanpa harus selalu mengirimkan seluruh data sensor ke layanan cloud. Namun, tidak semua pekerjaan AI dapat ditangani oleh chip tersebut. Pelatihan model yang lebih berat tetap dapat membutuhkan perangkat komputasi eksternal.
Kombinasi perangkat terjangkau dan perangkat lunak terbuka membuat MicroDuck relevan untuk eksperimen robotika, pembelajaran mesin, serta pengembangan perilaku robot. Bagi pelajar, peneliti, dan pengembang independen, perangkat seperti ini berpotensi menjadi sarana memahami bagaimana model AI diterjemahkan menjadi gerakan fisik.
Perkembangan ini juga berlangsung setelah NVIDIA mengumumkan kesepakatan akuisisi Hugging Face senilai sekitar US$12,93 miliar pada September 2026. NVIDIA menyatakan Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka bagi ekosistem AI.
Pada akhirnya, MicroDuck bukan hanya robot bebek yang mampu melakukan gerakan menghibur. Daya tarik utamanya terletak pada upaya menggabungkan AI, simulasi, perangkat keras yang relatif terjangkau, dan teknologi open-source agar semakin banyak orang dapat bereksperimen dengan robot cerdas.
Demonstrasi NVIDIA di Berlin memperlihatkan salah satu arah perkembangan physical AI: bukan hanya membuat mesin bergerak, tetapi membuka kesempatan bagi pengembang untuk mengajarkan kemampuan baru kepada mesin tersebut. (udn)