GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PTM 100 Persen Siswa dan Guru Wajib Check In PeduliLindungi

Pemkab Semarang mengizinkan semua sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Guru dan siswa wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.
Selasa, 4 Januari 2022 - 15:43 WIB
Siswa Memindai Aplikasi PeduliLindungi Sebelum Masuk Kelas
Sumber :
  • Tim tvOne - Aditya Bayu

Semarang, Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga, mengizinkan semua sekolah baik SD maupun SMP untuk menggelar sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Bagi sekolah yang melaksanakan sekolah tatap muka 100 persen, maka tidak ada pembelajaran secara daring.Namun, baik guru maupun siswa wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PTM 100 persen dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah dikeluarkan melalui SKB 4 Menteri. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam PTM 100 persen, pihak sekolah memperketat protokol kesehatan yaitu wajib mengenakan masker dan sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebelum masuk kelas bagi semua siswa maupun guru.

 

Kepala SMP Negeri 2 Ungaran, Lilik Nurcholis, mengatakan saat ini sekolahnya telah melakukan pembelajaran tatap muka 100 persen.

 

“Sejak dimulainya semester dua, Tahun Ajaran 2021/2022 SMP N 2 Ungaran telah melakukan 100 persen pembelajaran tatap muka. Kita keluarkan kebijakan para siswa untuk bisa mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah dan tidak ada lagi pembelajaran secara daring,” ujar Lilik saat dijumpai di sekolah, Selasa (4/1/2022).

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo, mengatakan saat ini hampir semua sekolah di Kabupaten Semarang telah 100 persen melaksanakan PTM.

 

“Khusus sekolah dasar, saat ini sudah hampir semua mengadakan 100 persen PTM, sedangkan SMP memang baru beberapa yang sudah 100 persen. Dengan, penerapan 100 persen tatap muka mengurangi siswa yang mengikuti pembajaran secara daring,” jelasnya.

 

Pembelajaran secara daring yang digelar di Kabupaten Semarang selama pandemi Covid-19 memiliki sejumlah kendala, seperti sinyal internet dan kemampuan ekonomi keluarga para siswa, sehingga tidak semua siswa memiliki handphone atau laptop sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh atau daring.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

“Kemarin ketika sekolah daring atau online kendalanya banyak sekali, terutama bagi sekolah di pedesaan. Kasihan anak-anak yang terkendala internet dan kemampuan ekonomi keluarga para siswa yang tidak semua bisa menunjang sekolah online. Dengan 100 persen pembelajaran tatap muka, saya berharap semuanya aman dan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik bisa terpenuhi,” ujar Sukaton saat dijumpai di SMP N 2 Ungaran. (Aditya Bayu/dan)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Mulai Apa-apa, Media Vietnam Sudah Takut Segrup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Mulai Apa-apa, Media Vietnam Sudah Takut Segrup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam khawatir segrup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Skuad Garuda disebut bisa jadi batu sandungan dan ancaman berbahaya di fase grup.
Netizen sampai Kaget, kok Bisa-bisanya Gubernur Sherly Tjoanda Tiba-tiba Kunjungi Suku Togutil: Itu Jauh Banget Loh

Netizen sampai Kaget, kok Bisa-bisanya Gubernur Sherly Tjoanda Tiba-tiba Kunjungi Suku Togutil: Itu Jauh Banget Loh

Netizen terkaget-kaget melihat gebrakan Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, yang tiba-tiba kunjungi suku Togutil, sebuah suku pedalaman di Maluku Utara Apa katanya?
Bung Ropan Mulai Curiga Usai Pelatih Irak Sebut Timnas Indonesia Dirugikan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia

Bung Ropan Mulai Curiga Usai Pelatih Irak Sebut Timnas Indonesia Dirugikan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia

Bung Ropan mulai curiga dengan jalannya round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang diikuti Timnas Indonesia. Sebut Garuda dapat perlakuan tak adil.
16 Kantung Korban Kecelakaan di Muratara Sulit Dikenali, DVI Polda Sumsel Lakukan Tes DNA

16 Kantung Korban Kecelakaan di Muratara Sulit Dikenali, DVI Polda Sumsel Lakukan Tes DNA

Kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara antara bus ALS dan mobil tangki BBM milik PT Seleraya yang mengakibatkan 16 korban meninggal dunia, polisi melakuk
Sinergi untuk Negeri, Polres Trenggalek bersama Warga Bangun Jembatan Merah Putih Presisi

Sinergi untuk Negeri, Polres Trenggalek bersama Warga Bangun Jembatan Merah Putih Presisi

Polres Trenggalek Polda Jatim bersama masyarakat membangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.
Marc Klok Akhirnya Buka Suara Soal Kontroversi Ajakan Away Bobotoh ke Samarinda untuk Laga Persija Vs Persib, Akui Cuma Bercanda

Marc Klok Akhirnya Buka Suara Soal Kontroversi Ajakan Away Bobotoh ke Samarinda untuk Laga Persija Vs Persib, Akui Cuma Bercanda

Marc Klok akhirnya buka suara soal kontroversi ajakan away Bobotoh ke Samarinda. Kapten Persib minta maaf dan ungkap fakta sebenarnya!

Trending

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

Sejumlah video pejabat daerah kembali ramai diperbincangkan publik di media sosial. Mulai dari Gubernur Malut Sherly Tjoanda hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Banjir yang melanda kawasan dataran tinggi seperti Puncak dan Cipanas, Kabupaten Cianjur, memicu keprihatinan serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos geleng-geleng kepala anak-anak terdiam saat dikasih pertanyaan perhitungan dasar matematika viral di medsos.
KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

KDM Tolak Keras Ajakan Bupati Bogor Bertemu Para Pengusaha Tambang, KDM Tegas Hindari Konflik Kepentingan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soroti aksi unjuk rasa ribuan eks pekerja tambang di Kantor Pemkab Bogor, Cibinong, pada Senin (4/5/2026) lalu. Sebut kalau...
Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat jujur, celetukan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat cicipi buah kenari Desa Sebelei langsung viral di medsos dan sukses bikin warganet tertawa.
Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menemui Altaf, bocah asal Ternate yang dicemooh teman-temannya efek kerap bicara bahasa Inggris dengan turis.
Selengkapnya

Viral