GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Blak-blakan! Pengamat Ekonomi Nasional Bicara Perbedaan Mendasar Judi Kalangan Bawah dan Kasino

Pengamat ekonomi nasional Benny Batara atau Bennix ungkap pandangan strategis terkait pentingnya legalisasi kasino di Indonesia. Simak informasi selengkapnya.
Rabu, 11 Juni 2025 - 20:27 WIB
Ilustrasi kasino.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat ekonomi nasional Benny Batara atau Bennix mengungkapkan pandangan strategis terkait pentingnya legalisasi kasino di Indonesia sebagai langkah konkret untuk menghadapi krisis fiskal, pengangguran, dan kebocoran devisa ke luar negeri. 

Bennix menegaskan, kasino legal bukan hanya soal hiburan, tetapi solusi ekonomi nyata yang selama ini diabaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, kasino dinilai sangat jauh berbeda dengan judi kalangan bawah yang harus diberantas.

“Negara ini mengalami defisit anggaran, defisit lapangan kerja, dan kekurangan devisa. Sementara uang rakyat Indonesia mengalir ratusan triliun ke luar negeri hanya untuk berjudi, baik di Singapura, Makau, maupun Malaysia,” ujar Bennix dalam diskusi publik yang digelar Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) bertajuk "Legalisasi Kasino di Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Tantangan Sosial, dan Peluang Ekonomi" di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

tvonenews

Menurut Bennix, bila pemerintah mampu mengelola industri kasino dengan sistematis dan legal, maka potensi pendapatan yang bisa masuk ke kas negara bisa mencapai Rp200 triliun per tahun.

Angka ini dinilai sebagai solusi instan yang jauh lebih realistis dibanding terus-menerus mengandalkan utang luar negeri atau mencetak uang baru.

“Bayangkan, daerah seperti Bangka Belitung hanya punya APBD Rp3 triliun. Tapi kalau mereka punya kasino resmi, pendapatan mereka bisa melonjak hingga Rp200 triliun. Itu artinya 200 kali lipat dari anggaran mereka saat ini,” ungkap Bennix.

Legalitas kasino juga dinilai tidak bertentangan dengan hukum, selama diselenggarakan dengan izin dari otoritas yang sah.

Menurut Bennix, yang dibutuhkan hanyalah nyali politik dari kepala daerah dan keberanian mengambil keputusan strategis.

“Judi itu tidak dikriminalisasi secara mutlak di Indonesia. Yang ilegal adalah bila dilakukan tanpa izin. Kalau kepala daerah punya nyali dan visi, mereka bisa realisasikan ini dengan cepat, bahkan tanpa investasi besar. Satu kasino bisa dibuka hanya dengan merenovasi hotel lama,” jelasnya.

Sementara, berbeda dengan sektor pertambangan yang merusak lingkungan, kasino dipandang sebagai sektor jasa yang tidak membutuhkan eksploitasi sumber daya alam, namun tetap menyerap tenaga kerja besar, terutama dari lulusan SD dan SMP yang tidak terserap industri formal.

“Banyak kabupaten sudah melakukan survei, dan masyarakat di daerah-daerah miskin, yang tak punya tambang atau hasil bumi, sangat mendukung adanya kasino di wilayahnya. Mereka sadar ini satu-satunya peluang riil untuk menambah PAD tanpa merusak lingkungan,” tegas Bennix.

Dia mencontohkan negara-negara seperti Singapura dan bahkan Mesir yang notabene berpenduduk mayoritas Muslim, namun mampu mengelola kasino secara legal untuk mendorong sektor pariwisata dan jasa.

“Genting Malaysia, perusahaan kasino besar itu, dapat ratusan triliun dari orang Medan. Lalu uang itu mereka pakai buka cabang di Mesir. Negara kita malah tetap kirim duit ke sana. Ini kan ironis,” tegasnya.

Bennix juga menepis anggapan bahwa kasino adalah penyebab utama kerusakan moral.

Dia membedakan secara jelas antara kasino fisik untuk kalangan atas, dengan judi maupun judol ilegal yang menyasar masyarakat bawah.

“Kasino adalah hiburan kalangan menengah ke atas. Mereka datang dengan sadar dan siap rugi miliaran, sebagai bentuk rekreasi. Bukan judi online yang menjebak tukang ojek dan tukang sayur demi mimpi jadi kaya,” jelas Bennix.

Bennix juga menyentil adanya kemungkinan tekanan asing dalam menggagalkan potensi kasino di Indonesia.

Dia menyebut negara-negara seperti Singapura dan Malaysia sangat mungkin “berinvestasi” dalam bentuk kampanye anti-kasino di Indonesia melalui jalur LSM atau isu agama demi melindungi kepentingan ekonomi mereka.

“Saya tahu betul ada banyak LSM di Indonesia yang didanai asing untuk menggagalkan kebijakan yang bisa ganggu bisnis mereka. Termasuk bila Indonesia bangun kasino. Realitanya, mungkin ada pejabat kita yang terima suap agar tetap biarkan uang rakyat Indonesia mengalir ke luar,” bebernya.

Bennix menuturkan, negara tidak boleh terus berwacana tanpa aksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika sektor formal gagal menyerap jutaan pengangguran, dan kas negara terus terkuras, solusi seperti legalisasi kasino harus mulai dibahas secara terbuka, realistis, dan berbasis data.

“Ini bukan soal halal atau haram. Ini soal kebutuhan negara bertahan. Negara udah berdarah-darah. Kalau gak berani ambil langkah cepat, kita akan terus jadi ATM buat Singapura, Malaysia, dan Makau. Kita ini punya budaya lomba burung, sabung ayam, karapan sapi—semua itu bentuk hiburan rakyat. Sekarang saatnya negara juga punya hiburan untuk kalangan atas yang bisa hasilkan ratusan triliun,” pungkasnya.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri Lomba Cerdas Cermat: Itu Kendala Teknis Sound

MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri Lomba Cerdas Cermat: Itu Kendala Teknis Sound

Sekjen MPR RI menyebut persoalan yang terjadi dalam final lomba lebih disebabkan kendala teknis, termasuk masalah suara atau sound saat perlombaan berlangsung.
Update Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026: Al Hilal Menguntit Al Nassr yang Bertengger di Puncak

Update Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026: Al Hilal Menguntit Al Nassr yang Bertengger di Puncak

Hingga update terakhir pada Rabu (13/5/2026) pukul 18.35 WIB, tensi di papan atas klasemen semakin memanas menyusul hasil imbang antara Al Nassr vs Al Ahli.
Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa Bacakan Tuntutan Korupsi Chromebook Setebal 1.597 Halaman

Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa Bacakan Tuntutan Korupsi Chromebook Setebal 1.597 Halaman

Jaksa membacakan tuntutan setebal 1.597 halaman terhadap Nadiem Makarim dalam kasus korupsi Chromebook dan CDM di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Prediksi Line Up Hyundai Hillstate: Megawati Hangestri Pertiwi Dapat Dukungan Pemain Senior Timnas Korea Selatan

Prediksi Line Up Hyundai Hillstate: Megawati Hangestri Pertiwi Dapat Dukungan Pemain Senior Timnas Korea Selatan

Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi diprediksi akan menjadi tumpuan lini serang Hyundai Hillstate, dengan dukungan pemain berpengalaman Timnas Korea Selatan.
I.League Angkat Bicara soal Desain Trofi Juara Super League Musim Ini, Baru atau Tetap Pakai yang Lama?

I.League Angkat Bicara soal Desain Trofi Juara Super League Musim Ini, Baru atau Tetap Pakai yang Lama?

I.League membuka peluang menghadirkan kejutan pada desain piala Super League 2025/2026 saat Persib Bandung dan Borneo FC bersaing ketat menuju gelar juara.
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak, Ini Rencana I.League untuk Penyerahan Piala

Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak, Ini Rencana I.League untuk Penyerahan Piala

I.League siapkan dua piala di dua lokasi jika Persib dan Borneo FC bersaing sampai pekan terakhir Super League. Skenario dramatis 2018 bisa jadi terulang lagi.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral