Masih ingat kasus eksplotasi seksual anak yang dilakukan mantan Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaadmaja? Kini dia divonis 19 tahun penjara.
Pria berinisial AG (45), warga Bontomarannu, Gowa diamankan polisi setelah diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak kandungnya berusia 17 tahun.
Warga Bekasi Utara digegerkan dengan kasus pencabulan yang bikin geram. Dua orang kakek yang ternyata saudara kembar mencabuli anak disabilitas berinisial N.
Tersangka Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja alias FWLS resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Kota Kupang NTT selama 20 hari kedepan.
Kapolsek Ciputat Timur, mengatakan, kekerasan seksual terjadi di kawasan Perumahan Bukit Indah, Serua, Ciputat Timur, dengan tiga korban anak di bawah umur.
Fakta-fakta terbaru kasus kekerasan seksual terhadap Anak di bawah umur oleh mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Lukman Widyadharma Sumaatmaja berhasil terungkap.
Kapolda NTT masih tunggu kepastian penanganan hukum Kasus kekerasan seksual terhadap anak oleh mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar diserahkan ke Polda atau mabes
Komnas PA Provinsi Banten mengecam putusan bebas yang dijatuhkan oleh PN Serang terhadap terdakwa MS (46 tahun), yang diduga melakukan kekerasan seksual
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur.
Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?