News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh, Link Video Syur 21 Detik Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral, Waspada Kebocoran Data Pribadi

Video CCTV 21 detik yang melibatkan kepala sekolah dan guru di Pekalongan viral. Jangan ikut menyebarkan atau mencari link karena ada risiko pelanggaran data
Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB
Heboh, Link Video Syur 21 Detik Kepala Sekolah dan Guru Pekalongan Viral, Waspada Kebocoran Data Pribadi
Sumber :
  • Tangkapan layar instagram

tvOnenews.com - Video CCTV berdurasi hanya 21 detik mendadak menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut disebut memperlihatkan dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang kepala sekolah dan guru SD di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan kemudian membenarkan identitas keduanya serta menyatakan telah mengambil tindakan kedinasan.

Di tengah pemberitaan mengenai kasus tersebut, muncul persoalan lain yang tak kalah penting. Sejumlah pengguna media sosial justru disebut sibuk mencari rekaman lengkap atau tautan video yang beredar di berbagai platform. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, semakin banyak orang mencari, mengunduh, dan membagikan ulang materi tersebut, semakin luas pula penyebaran rekaman yang berkaitan dengan kehidupan pribadi orang yang terekam.

Kasus ini akhirnya bukan hanya soal dugaan pelanggaran etika tenaga pendidik. Ada pula persoalan mengenai bagaimana sebuah rekaman CCTV bisa keluar dari konteks awal, menyebar ke ruang publik, kemudian menjadi konsumsi massal. 

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati agar rasa penasaran tidak berubah menjadi tindakan yang berpotensi merugikan pihak yang ada di dalam rekaman.

Rekaman CCTV Berawal dari Kecurigaan di Sekolah

Peristiwa yang menjadi sumber video tersebut disebut terjadi pada awal Agustus 2026 di salah satu sekolah dasar di wilayah Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan bahwa dua orang dalam rekaman tersebut merupakan kepala sekolah dan guru. Keduanya disebut telah memiliki rumah tangga masing-masing.

"Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus," ujar Kholid.

Menurut Kholid, keberadaan rekaman tersebut tidak terlepas dari kecurigaan rekan-rekan kerja terhadap hubungan keduanya. Isu tersebut disebut sudah lama beredar di lingkungan sekolah.

Rekan kerja kemudian berinisiatif memasang kamera CCTV untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Kholid menegaskan bahwa kamera tersebut bukan merupakan aset resmi sekolah.

"Teman-temannya inisiatif sendiri memasang CCTV karena isu hubungan keduanya sudah lama beredar. Artinya, itu bukan CCTV aset sekolah," jelas Kholid.

Informasi mengenai hubungan khusus keduanya disebut telah berkembang selama sekitar enam bulan. Namun, laporan resmi kepada Disdikbud baru diterima pada awal Agustus 2026. 

Setelah memperoleh informasi tersebut, dinas melakukan penanganan dengan mempertimbangkan status kedinasan dan kepegawaian kedua tenaga pendidik.

"Kami hati-hati betul dalam menangani itu karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya. Setelah kedua belah pihak tahu, ya sudah kami eksekusi," ucap Kholid.

Kepsek Dicopot, Guru Dipindahkan

Setelah memastikan informasi mengenai kedua tenaga pendidik tersebut, Disdikbud Kabupaten Pekalongan mengambil langkah administratif.

Kepala sekolah yang bersangkutan dicopot dari jabatannya dan untuk sementara ditempatkan di Dinas Pendidikan. Sementara guru yang terlibat dipindahkan ke lokasi tugas lain yang disebut cukup jauh.

"Oknum kepala sekolah langsung kita copot. Saya taruh di Dinas Pendidikan. Untuk oknum gurunya seorang ASN sudah kita pindah ke tempat yang jauh," terang Kholid.

Posisi kepala sekolah yang ditinggalkan juga telah diisi oleh pelaksana tugas atau Plt. Sementara posisi guru yang dipindahkan telah digantikan oleh tenaga pendidik lain.

Meski demikian, tindakan tersebut belum menjadi akhir dari proses kepegawaian. Disdikbud masih menunggu keputusan dan rekomendasi dari Plt Bupati Pekalongan mengenai sanksi lanjutan.

"Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya," kata Kholid.

Kholid juga mengingatkan tenaga pendidik, khususnya ASN, agar menjaga integritas karena guru memiliki posisi sebagai teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tukasnya.

Jangan Ikut Sebarkan atau Cari Link Video Viral

Setelah rekaman 21 detik tersebut viral, persoalan kemudian bergeser ke perilaku pengguna internet. Di sejumlah platform media sosial, muncul akun yang menawarkan atau mempromosikan tautan menuju rekaman yang diklaim sebagai video lengkap.

Fenomena semacam ini perlu diwaspadai. Membuka, mengunduh, menyimpan, apalagi menyebarkan kembali rekaman pribadi bukan sekadar persoalan etika digital. Dalam konteks tertentu, tindakan tersebut dapat bersinggungan dengan aturan mengenai pelindungan data pribadi.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) melarang setiap orang secara melawan hukum mengungkapkan atau menggunakan data pribadi yang bukan miliknya. Ketentuan pidananya antara lain tercantum dalam Pasal 67, yang mengatur ancaman pidana bagi tindakan memperoleh, mengungkapkan, atau menggunakan data pribadi secara melawan hukum dalam kondisi yang diatur undang-undang.

Pemerintah juga menegaskan bahwa UU PDP memberikan perlindungan agar data pribadi seseorang tidak sembarangan diungkapkan atau disebarluaskan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak ikut memperpanjang rantai penyebaran rekaman tersebut. Tidak mengklik tautan mencurigakan, tidak mengunduh, tidak menyimpan, dan tidak membagikan ulang video merupakan langkah paling aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus kepala sekolah dan guru di Pekalongan semestinya menjadi pelajaran bahwa sebuah rekaman berdurasi 21 detik dapat membawa dampak jauh lebih panjang ketika masuk ke ruang digital. 

Persoalan yang awalnya terjadi di lingkungan sekolah berubah menjadi konsumsi publik setelah rekaman menyebar. Di tengah derasnya rasa penasaran warganet, batas antara mencari informasi dan ikut menyebarkan data pribadi perlu tetap dijaga. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Pemerintah secara tegas menyatakan musuh utama dalam penanganan karhutla bukanlah pihak-pihak, seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga. 
Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann masuk dalam bursa calon pelatih Manchester United di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Michael Carrick akibat rentetan hasil buruk.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

Simak 10 teknologi otomotif terbaru 2026, mulai dari inspeksi berbasis AI, mobil listrik, perawatan prediktif, hingga sistem keselamatan pintar. Perkembangan
Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Oknum kepala SMK swasta berinisial W (44) ditangkap setelah diduga menyelewengkan dana bantuan pemerintah untuk Program SMK Pusat Keunggulan senilai Rp125 juta.
Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Video pengeroyokan siswa kelas X SMAN 1 Gorontalo viral di media sosial. Sebanyak 20 siswa diduga terlibat, korban mengalami luka lebam dan trauma.

Trending

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026 sektor tunggal putra antara Alwi Farhan menghadapi wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus di Grand Paris Arena, Paris, hari Kamis 22 Oktober.
Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Pelatih GS Caltex, Lee Young-taek, mengakui kehebatan Megawati Hangestri yang pernah membuat timnya kesulitan saat berlaga di Liga Voli Korea di musim 2024/2025
Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026 sektor ganda campuran antara wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dari Chinese Taipei.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
Selengkapnya

Viral