News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sidang TPPU Febrie Adriansyah, Pakar Hukum Peringatkan Bahaya Trial by Press

Persidangan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pemerasan yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus men
Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dijadwalkan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, hari ini Rabu (7/10).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

tvOnenews.com, Jakarta - Persidangan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pemerasan yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus menyita perhatian publik.

Di tengah derasnya sorotan, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Prof. Suparji Ahmad memberikan catatan kritis terkait munculnya fenomena trial by press (pengadilan oleh pers) dalam pemberitaan perkara ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suparji menilai, fenomena trial by press berpotensi menghakimi seseorang sebelum adanya putusan inkrah dari majelis hakim.

Langkah perlawanan hukum segera digulirkan oleh mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah beserta dua terdakwa lainnya, Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin.
Langkah perlawanan hukum segera digulirkan oleh mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah beserta dua terdakwa lainnya, Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin.
Sumber :
  • Antara

Oleh sebab itu, pers diminta tetap menjunjung tinggi independensi dan asas praduga tak bersalah.

"Jika terjadi pemberitaan yang masif, harus melihat juga dari dua sisi. Tidak saja yang diberitakan dakwaan dari jaksa, tetapi eksepsi dari terdakwa juga diberitakan. Sehingga menjadi fair, adil, dan seimbang," tegas Suparji di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Prof. Suparji juga menyoroti pemberitaan masif mengenai temuan barang bukti berupa 74 kilogram emas yang disita penyidik dari tangan terdakwa.

Menurutnya, aparat penegak hukum dan media massa harus menjelaskan bahwa penyitaan tersebut murni untuk kepentingan pembuktian hukum, bukan memprovokasi publik.

"Jangan sampai justru menimbulkan kemarahan di masyarakat. Itu harus ditertibkan, bahwa ketika aparat penegak hukum mendapatkan barang bukti, itu semata-mata untuk kepentingan pembuktian," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peran media sebagai pilar demokrasi sangat penting untuk mengontrol proses hukum agar berjalan secara profesional, akuntabel, kredibel, serta menciptakan kepastian hukum.

Praktik penyamaran aset kekayaan yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, dibongkar tuntas oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Praktik penyamaran aset kekayaan yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, dibongkar tuntas oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Sumber :
  • Antara

Jejak Dakwaan Pemerasan Rp55 M dan TPPU Rp346 Miliar

Sebelumnya, Febrie Adriansyah telah menjalani sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Rabu (7/10/2026).

Dalam dakwaannya, JPU membeberkan dua poin kejahatan utama:

- Dugaan Pemerasan: Febrie didakwa memeras pengusaha properti Tan Kian sebesar Rp55 miliar yang dilakukan melalui perantara Ferry Yanto Hongkiriwang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Dugaan TPPU: Febrie bersama Don Ritto dan Nurman Herin didakwa melakukan pencucian uang dengan total fantastis mencapai Rp346.743.821.282 (Rp346 miliar) dan USD 440.990.

Uang haram tersebut diduga disamarkan oleh Febrie dalam bentuk pembelian aset tanah, bangunan, kendaraan mewah, perhiasan emas 74 kg, hingga mata uang asing. (raa/amr)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Alasan KPK Tak Cekal Nusron Wahid Bepergian ke Luar Negeri Meski Mangkir Dua Kali Panggilan

Alasan KPK Tak Cekal Nusron Wahid Bepergian ke Luar Negeri Meski Mangkir Dua Kali Panggilan

Sikap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, yang dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK terus menuai
Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu! Pegadaian Ungkap 6 Ciri Rekrutmen Loker Bodong

Waspada penipuan lowongan kerja yang mengatasnamakan perusahaan besar. Pegadaian membagikan enam cara mengenali rekrutmen palsu agar pencari kerja terhindar
Penyelundupan Ketamine 1 Ton di Pelabuhan Belawan Berhasil Digagalkan Bareskrim Polri-BNN, Delapan Orang Diamankan

Penyelundupan Ketamine 1 Ton di Pelabuhan Belawan Berhasil Digagalkan Bareskrim Polri-BNN, Delapan Orang Diamankan

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan stakeholder terkait berhasil menggagalkan penyelundupan ketamine seberat
Rival Shin Tae-yong Bikin Kontroversi di Thailand, Pemilik Kanchanaburi FC Langsung Pasang Badan

Rival Shin Tae-yong Bikin Kontroversi di Thailand, Pemilik Kanchanaburi FC Langsung Pasang Badan

Rival Shin Tae-yong, Park Hang-seo mendapat dukungan penuh dari pemilik Kanchanaburi FC meski tengah menjadi sorotan akibat protes keras ke wasit Liga Thailand
Bareskrim Polri Bongkar Praktik Judi Online Website Boxkia, WN China dan Tiga WNI Diamankan

Bareskrim Polri Bongkar Praktik Judi Online Website Boxkia, WN China dan Tiga WNI Diamankan

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik judi online dalam website Boxkia.com, dan dikendalikan oleh warga negara -
BBPOM: Tramadol dan Trihexyphenidyl Picu Kecenderungan Bunuh Diri, Pemerkosaan, hingga Tawuran

BBPOM: Tramadol dan Trihexyphenidyl Picu Kecenderungan Bunuh Diri, Pemerkosaan, hingga Tawuran

Kepala BBPOM Jeffeta Pradeko Putra mengungkap efek samping dari penggunaan obat keras ilegal yang masuk dalam daftar G yakni tramadol dan trihexyphenidyl. Ia ..

Trending

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Mengenal Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, Penceramah yang Viral Berujung Diboikot MUI

Berikut profil Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf, penceramah yang viral akibat dinilai merendahkan santriwati dan perempuan lansia sehingga diboikot oleh MUI.
Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Benarkah Kim Jong-un Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Otak? Korea Utara Langsung Ungkap Fakta Sebenarnya

Media resmi pemerintahan Korea Utara, Korean Central News Agency/KCNA merilis aktivitas terbaru pemimpinnya, Kim Jong-un untuk menepis rumor meninggal dunia.
Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Tim Gabungan Polri, BNN dan Bea Cukai Amankan Kapal Asing Diduga Angkut Satu Ton Sabu

Perairan Selat Malaka kembali memanas! Tim gabungan Aparat Penegak Hukum (APH) berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar tahun ini, Rabu (21/10/2026)
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

Polda Metro Jaya mengungkapkan telah menerima adanya pelayangan laporan terhadap ART yang melakukan pencabulan terhadap anak majikan berinisial DKA (5) di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Perkara tersebut ditangani oleh Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Selengkapnya

Viral