Sebanyak 333.470 Kasus ISPA Tercatat akibat Karhutla, Kemenkes Beri Perhatian Khusus ke Kelompok Rentan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Kementerian kesehatan RI mencatat sebanyak 333.470 kasus ISPA selama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Kondisi yang menuai perhatian banyak pihak.
Dengan kondisi ini, Kemenkes mengatakan pihaknya bukan hanya berfokus dalam menangani kasus ISPA dan memberikan imbauan. Juga memberi perhatian khusus pada kelompok rentan.
"Perhatian khusus juga difokuskan pada kelompok rentan yang meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta para pekerja di luar ruangan," jelas Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr dr Ten Suyanti, dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).
Sejauh ini dampak karhutla juga terasa sampai Ibu Kota. Kata dr. Ten bahwa dari total kasus kumulatif tersebut, jumlah penderita harian tercatat masih sebanyak 4.522 kasus.
Sementara berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terkini kualitas udara di sejumlah wilayah dilaporkan berada pada kategori berbahaya.
Khususnya pada enam provinsi prioritas karhutla yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
- Pexels/cottonbro studio
Diketahui di Kalimantan Tengah, terdapat tujuh kabupaten/kota yang masuk dalam kategori berbahaya, disusul tiga wilayah di Sumatera Selatan meliputi Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Ogan Komering Ilir, serta satu wilayah berstatus sangat tidak sehat di Ogan Ilir.
Kemudian kondisi udara berbahaya juga terdeteksi di dua wilayah Jambi yakni Muaro Jambi dan Tebo, serta Tanjung Jabung Timur dengan kategori sangat tidak sehat.
Di Kalimantan Selatan, kategori berbahaya tercatat di Kota Banjarmasin dan Tabalong, sementara Barito Kuala berada pada kategori sangat tidak sehat.
Selain itu, kategori udara berbahaya turut tercatat di Kutai Barat Kalimantan Timur dan Kota Pontianak Kalimantan Barat, sementara Provinsi Riau mencatat empat wilayah dengan kategori sangat tidak sehat.
Maka dengan begitu, Kemenkes mengingatkan paparan asap karhutla yang mengandung partikel halus PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik lainnya berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ISPA, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata dan kulit, hingga dampak sistemik.
"Pemerintah aktif memantau tren penyakit akibat karhutla seperti ISPA, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit, sekaligus memastikan ketersediaan obat, bahan medis habis pakai (BMHP), dan alat kesehatan yang memadai di daerah terdampak," kata dia.
Load more