Gotong Royong dalam Penanganan Karhutla: Aksi Nyata Lebih Berharga dari Sekadar Pernyataan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) dalam membangun solidaritas sosial untuk merespons bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keaktifan kader Karang Taruna di berbagai wilayah dinilai sebagai bukti nyata bahwa kepedulian sosial harus diwujudkan dalam bentuk tindakan, bukan sekadar retorika.
Sekjen EN-LMND, Julfikar Hasan, menyoroti bahwa kepemimpinan Ketua Umum PNKT berhasil membuktikan pentingnya menggerakkan elemen masyarakat untuk hadir langsung di lokasi bencana.
"Melalui semangat gotong royong, kader dan anggota Karang Taruna mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat terdampak, baik melalui keterlibatan di lapangan maupun pengumpulan dan mobilisasi bantuan logistik," kata Julfikar kepada media, Jumat (22/10).
Julfikar menegaskan, aksi ini merupakan standar moral bagi organisasi pemuda agar tidak bersikap pasif.
Baginya, Karang Taruna telah menunjukkan peran sebagai kekuatan sosial yang mampu menjembatani solidaritas di tengah masyarakat.
“Ketua Umum PNKT telah menunjukkan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan semangat gotong royong. Ketika masyarakat menghadapi bencana, yang dibutuhkan bukan sekadar keprihatinan dan pernyataan, tetapi kesediaan untuk bergerak, membantu, dan meringankan beban rakyat. Keterlibatan Karang Taruna ini patut menjadi contoh bagi seluruh elemen bangsa, termasuk para pejabat negara,” tambahnya.
Meskipun memuji langkah tersebut, EN-LMND memberikan catatan kritis bagi pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat, menurut Julfikar, tidak boleh menjadi celah bagi negara, khususnya Kementerian Kehutanan, untuk melimpahkan tanggung jawab utamanya.
Pemerintah tetap wajib melakukan pencegahan, pengawasan ketat terhadap aktivitas pemicu karhutla, serta menjamin perlindungan bagi warga terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Julfikar secara khusus menyoroti peran Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Ia berharap aksi gotong royong anak muda dapat memicu kesadaran pemerintah untuk lebih serius bekerja.
“Semangat Karang Taruna seharusnya menjadi pengingat bagi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bahwa kepemimpinan publik harus berangkat dari empati dan keberpihakan kepada rakyat. Jika anak-anak muda mampu bergerak dengan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat, pemerintah seharusnya berada di barisan terdepan dalam memastikan kebakaran dapat dicegah, ditangani secara cepat, dan tidak terus berulang,” tegas Julfikar.
Lebih lanjut, EN-LMND memandang karhutla sebagai persoalan kompleks yang mencakup dimensi ekologis, sosial, dan kemanusiaan yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.
Oleh karena itu, kementerian terkait didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemulihan serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga relawan lokal.
Menutup keterangannya, Julfikar menekankan bahwa kolaborasi antara negara dan elemen masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat bencana terjadi.
“Karang Taruna memberikan contoh bahwa gotong royong bukan sekadar slogan. Ada kepedulian yang diwujudkan melalui keterlibatan nyata, penggalangan bantuan, dan mobilisasi logistik. Semangat yang digerakkan oleh kepemimpinan PNKT ini harus menjadi inspirasi bagi organisasi lain. Akan tetapi, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan solidaritas masyarakat. Kementerian Kehutanan harus berbenah, memperkuat pengawasan, mengevaluasi kinerja, dan memastikan negara hadir secara nyata,” pungkasnya. (dpi)
Load more