AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Venezuela, Empat Perusahaan Minyak dan Kapal Tanker Jadi Sasaran
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com — Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan menjatuhkan sanksi baru yang menyasar sektor minyak, salah satu sumber pendapatan utama negara Amerika Latin tersebut. Sanksi ini diumumkan pada Rabu, 31 Desember 2025, dan ditujukan langsung untuk membatasi aliran dana yang dinilai menopang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Departemen Keuangan Amerika Serikat melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan yang beroperasi di sektor minyak Venezuela. Selain itu, empat kapal tanker minyak yang terkait dengan aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut juga ditetapkan sebagai aset yang diblokir.
Dalam pernyataan resminya, Departemen Keuangan AS menilai kapal-kapal tanker tersebut terus menyediakan sumber daya keuangan bagi pemerintahan Maduro, yang oleh Washington disebut sebagai “rezim narkoteroris tidak sah”. Pemerintah AS menuding pendapatan dari ekspor minyak Venezuela digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan membiayai aktivitas ilegal lintas negara.
AS Nilai Armada Bayangan Jadi Andalan Venezuela
Departemen Keuangan AS juga menyoroti praktik penggunaan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” oleh pemerintah Venezuela. Armada ini merujuk pada jaringan kapal tanker yang beroperasi lintas wilayah dengan kepemilikan dan jalur operasi yang dinilai tidak transparan.
Menurut OFAC, kapal-kapal tersebut digunakan untuk menghindari pengawasan internasional dan memfasilitasi ekspor minyak yang seharusnya terkena sanksi. Praktik ini, kata AS, memungkinkan Venezuela tetap memperoleh pemasukan dari sektor energi meskipun berada di bawah tekanan ekonomi dan diplomatik yang ketat.
“Pemerintah Maduro semakin bergantung pada armada bayangan dari kapal-kapal di berbagai belahan dunia untuk memfasilitasi aktivitas yang dapat dikenai sanksi,” demikian bunyi pernyataan Departemen Keuangan AS.
Penegasan Pemerintahan Trump
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah sanksi ini merupakan bagian dari kebijakan tegas pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela. Ia menyatakan Washington tidak akan mentoleransi pemerintahan Maduro yang terus memperoleh keuntungan dari ekspor minyak, sementara pada saat yang sama dituding berkontribusi terhadap peredaran narkoba ilegal.
“Presiden Trump telah menegaskan dengan jelas bahwa kami tidak akan membiarkan rezim Maduro yang tidak sah memperoleh keuntungan dari ekspor minyak sambil membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba mematikan,” ujar Bessent.
Load more